Mengenal Al-Jurjani, Ulama Persia Bermazhab Syafi’i Pencipta Ilmu Balaghah

0
597

Harakah.idSelain kiprahnya dalam ilmu Nahwu, beliau juga dikenal sebagai ulama yang berjasa dalam menetapkan pondasi ilmu Balaghah.

Para santri yang mempelajari ilmu tata bahasa Arab tentu akrab dengan teori “Seratus amil”. Seratus amil tersebut sangat penting untuk dihafal untuk dapat menganalisa teks-teks Arab dan membaca kitab kuning.

Amil merupakan kata yang memiliki fungsi mengubah cara baca kata lain dalam sebuah susunan kalimat. Dalam bahasa Arab, beda cara baca akhir kata maka akan menimbulkan perbedaan pengertian. Karena itulah amil dan cara baca ini penting dalam bahasa Arab. Tulisan ini akan membahas profil ulama yang membuat teori tentang amil tersebut. Berikut ulasannya.

Beliau adalah Al-Jurjani, seorang ulama berkebangsaan Persia yang berasal dari kota Jurjan (Gorgan) sebuah kawasan yang sekarang masuk dalam teritori negara Iran dan berada sekitar timur laut kota Teheran. Nama asli beliau adalah Abu Bakar Abdul Qahir Ibn Abdurrahman. Al-Jurjani lahir dan meninggal di kota Jurjan.

Tidak ada catatan berkaitan dengan tahun lahirnya beliau, namun menurut para ulama, beliau wafat pada tahun 471 H. atau dalam sebagian pendapat menyatakan tahun 474 H. pada masanya, Al-Jurjani adalah seorang ulama ahli teori bahasa Arab yang sulit ditemukan tandingannya. Selain kiprahnya dalam ilmu Nahwu, beliau juga dikenal sebagai ulama yang berjasa dalam menetapkan pondasi ilmu Balaghah.

Rumusan seratus ‘amil atau dikenal dengan Al-‘Awamil Al-Mi’at merupakan sebuah produk ilmiah yang sangat diperhitungkan dalam kajian nahwu, ia memudahkan pemahaman para pelajar untuk memahami bagian-bagian awal materi ilmu Nahwu, tidak mengherankan jika rumusan ini masih tetap dipelajari selama berabad-abad hingga sekarang. Rumusan ini kemudian juga diberikan Syarahan oleh banyak ulama.

Dalam mazhab Fikih, Al-Jurjani merupakan ulama yang berpegang pada mazhab Syafi’I, nama beliau disebutkan dalam kitab Thabaqat Al-Syafi’iyah (1/252).

Selain rumusan seratus amil, Al-Jurjani juga masih memiliki karya tulis lain yang tidak jauh dari spesialisasi bahasa Arab, di antaranya kitab I’jazul Quran yang membahas sisi kemukjizatan bahasa Alquran. Kitab ini beliau tulisan dalam dua format yang luas dan singkat, versi Al-Kabir dan Al-Shaghir, kitab Al-Mughni yang terdiri dari 30 jilid, Al-‘Umdah dalam ilmu Sharaf, Dalailul I’jaz dan lain-lain.

Kitab Al-‘Awamil Al-Mi’at juga dipelajari dalam kurikulum pendidikan dayah di Aceh, selain Karena kepadatan isinya, kitab ini juga menjadi istimewa di kalangan santri di Aceh karena semua kalimat dalam kitab tersebut kemudian pernah ditulis ulasan I’rabnya oleh seorang ulama Aceh dan diberi judul Tahrirul Aqwal. Namun identitas penulis I’rab tersebut tidak diketahui dengan jelas.

Perlu diingat bahwa ada dua orang ulama yang memiliki gelar Al-Jurjani. Selain ulama yang telah dijelaskan di atas, masih ada satu ulama lainnya yang bernama Ali Ibn Muhammad (W. 816H). Beliau adalah penulis kitab Al-Ta’rifat, kumpulan definisi kosa kata syariat.