Beranda Keislaman Tafsir Mengenal Badi’ Thibaq, Cara Al-Quran Mencipta Keindahan dengan Dua Hal Berlawanan

Mengenal Badi’ Thibaq, Cara Al-Quran Mencipta Keindahan dengan Dua Hal Berlawanan

Harakah.idThibaq adalah salah satu gaya bahasa (uslub) yang menghadirkan dua kata yang saling bertentangan pengertiannya dalam satu rangkaian kalimat. Badi’ Thibaq, cara Al-Quran mencipta keindahan dengan dua hal berlawanan.

Mempertemukan dua hal yang saling bertentangan tidak selalu mendatangkan kehancuran. Adakalanya, justru dapat melahirkan harmoni dan keindahan. Itulah spirit yang berada dalam gaya bahasa yang disebut thibaq.

Thibaq diambil dari kata thaabaqa-yuthaabiqu-muthaabaqah-thibaaq. Secara literal berarti sesuai dalam penempatan. Para ahli sastra bahasa Arab klasik (baca: ilmu balaghah), thibaq adalah salah satu gaya bahasa (uslub) yang menghadirkan dua kata yang saling bertentangan pengertiannya dalam satu rangkaian kalimat.

Ada dua model thibaq dalam penelitian mereka. Pertama, thibaq ijab. Menghadirkan dua kata yang saling bertentangan dalam format kalimat positif. Tidak ada salah satu dari kedua kata tersebut yang dihadirkan dalam pernyataan negatif (salab).

Kedua, thibaq salab. Menghadirkan dua kata yang saling bertentangan dalam rangkaian kalimat negatif. Salah satu di antara dua kata itu disebut dalam format negasi.

Sebagai contoh thibaq ijab adalah Qs. Al-Kahfi: 18. Allah SWT berfirman,

وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ 

Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur. (QS. Al-Kahfi : 18)

Dalam ayat ini terdapat kata “aiqazhan” (terjaga, bangun) dan “ruqud” (tidur). Dua kata tersebut memiliki pengertian saling bertentangan. Ketika dihadirkan dalam satu rangkaian kalimat, jadilah ia badi’ thibaq. Tepatnya, badi’ thibaq ijab. Kedua kata dihadirkan dalam rangkaian kalimat positif. Tidak ada salah satu dari keduanya yang diletakkan setelah kata negatif.

Badi’ thibaq salbi seperti terdapat dalam Qs. Al-Nisa: 108. Allah SWT berfirman,

يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَى مِنَ الْقَوْلِ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًا

Mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi tidak dapat bersembunyi dari Allah. Dia bersama (mengawasi) mereka ketika pada malam hari mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan. (Qs. Al-Nisa: 108)

Dalam ayat di atas, Allah SWT menggunakan kata “Yastakhfuna” (bersembunyi) dam “La yastakhfuna” (tidak dapat bersembunyi). Dua kata ini hadir dalam konteks saling menegasikan. Kata pertama dihadirkan dalam rangkaian kalimat positif, sedangkan yang kedua berada dalam rangkaian kalimat negatif (jatuh setelah “La” yang berarti “tidak”). Ini disebut badi’ thibaq salbi.

Kata yastakhfuna diambil dari kata kata dasar khafa yang berarti samar atau tertutup. Ketika diubah mengikuti pola istaf’ala (bermakna takalluf, berusaha keras sampai menyusahkan diri) pengertiannya berubah menjadi “Berusaha sekuat tenaga menutupi atau menyamarkan sesuatu”. Artinya, orang-orang yang berbuat dosa dan berkhianat akan berusaha sekuat tenaga menutupi dosa-dosanya agar tidak diketahui oleh orang lain. Sekalipun mereka berusaha mati-matian menutupi perbuatan dosanya, Allah SWT maha tahu; dosa itu tidak akan dapat tertutupi oleh upaya orang-orang tersebut.

Demikian salah satu gaya bahasa Al-Quran yang mengandung dimensi keindahan; menyatukan dua kata yang saling bertentangan dalam satu rangkaian kalimat. Menggabungkan keduanya dapat menghadirkan nuansa keindahan berbasis penggunaan kata. Karena itu, elemen keindahan dalam badi’ thibaq bersifat lafziyah. Semoga dapat menambah wawasan kita semua.   

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...