Beranda Keislaman Hadis Mengenal Dua Cabang Utama Dari Ilmu Hadis; Ilmu Riwayah dan Ilmu Dirayah

Mengenal Dua Cabang Utama Dari Ilmu Hadis; Ilmu Riwayah dan Ilmu Dirayah

Harakah.id Dalam ilmu hadis, ada dua cabang utama yang menjadi rumpun seluruh cabang keilmuan dalam hadis. Yaitu rumpun ilmu dirayah dan rumpun ilmu riwayah.

Dalam ilmu hadis, ada dua cabang utama ilmu hadis. Yaitu ilmu riwayah dan ilmu dirayah. Keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Untuk mengetahui dirayah hadis, baik dari segi historisitas (kualitas sanad) maupun segi pemahaman, sangat diperlukan pengetahuan tentang ilmu riwayah. Tanpa adanya ilmu riwayah, dirayah akan terputus dari konteks historisnya. Baik, histori kemunculannya pada masa Nabi (sababul wurud), maupun histori periwayatannya (sababul irad).

Sebaliknya, kajian ilmu riwayah saja tanpa disertai dengan pengetahuan tentang dirayahnya, akan menjadi kering dan tidak sempurna manfaatnya. Ini karena tujuan utama praktik periwayatan adalah bukan sekedar pengutipan, penyampaian, atau konservasi, melainkan juga pemaknaan, pemahaman dan pengamalan hadis. Dari situlah kemudian ilmu hadis riwayah dan dirayah adalah bak dua sisi mata uang, berbeda namun tak terpisahkan.

Seseorang disebut sebagai ahli hadis, juga jika dalam dirinya terdapat dua kompetensi riwayah dan dirayah sekaligus. Jika hanya salah satunya saja, maka lebih tepat disebut sebagai pengamat atau peneliti hadis saja.

Lalu, apa sebenarnya kedua ilmu pokok tersebut?

Secara etimologis, kata riwayah terbentuk dari kata rawa-yarwi-riwayatan (روى – يروي – رواية). Ia bahkan merupakan bentuk masdar, kata dasar yang membentuk kata kerja rawa-yarwi tersebut. Padanannya adalah an-naql (النقل),  yang berarti pemindahan atau penukilan. Disebut demikian karena inti dari ilmu ini memang pemindahan riwayat, penukilan riwayat, baik secara lisan maupun tulisan.

Secara lisan, berarti seseorang periwayat memindahkan riwayat dari hafalan gurunya lalu ia sampaikan kembali dari hafalannya itu kepada muridnya. Bisa juga dilakukan melalui cara info, wasiat, ijazah, atau mendengar.  Secara tulisan, berarti pemindahan riwayat dari tulisan guru melalui proses penyalinan atau penulisan ulang. Prosesnya bisa menggunakan cara dikte, atau penyalinan.

Secara terminologis, ilmu riwayah berarti ilmu yang mempelajari tentang periwayatan hadis. Dengan kata lain, ilmu tentang cara penyampaian informasi-informasi kenabian secara teliti dan cermat. Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan dan sifat serta segala sesuatu yang disandarkan kepada sahabat dan tabiin juga masuk dalam ranah ilmu ini. Sahabat dan tabi’in termasuk di dalamnya karena mereka adalah generasi yang banyak terlibat langsung dengan informasi kenabian.

Produk ilmu ini adalah berupa kitab-kitab hadis. Di era milenial seperti ini, bagian dari share hadis melalui media digital, multimedia, aplikasi hadis, dan web hadis, adalah merupakan bentuk perkembangan ilmu riwayah. Oleh karena itu, seseorang yang hendak membagikan informasi kenabian atau hadis Nabi di website, jejaring sosial, media sosial, dalam bentuk apapun harus mengetahui dan patuh terhadap kaidah-kaidah dan kode etik ilmu riwayah.

Aktifis literasi media hadis di dalam jaringan (daring; online) adalah yang paling banyak muncul saat ini. Namun sayangnya, tidak diimbangi dengan literasi ilmu riwayah yang baik. Akibatnya, dalam pengutipan, penyampaian, periwayatan, atau penyajian hadis menjadi salah kaprah, bahkan salah sumbernya.

Sementara itu, ilmu dirayah adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat periwayatan, syarat-syaratnya, macam-macamnya dan hukum-hukumnya, keadaan para perawi, syarat-syarat mereka, macam-macam periwayatan, dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Lebih dari itu ilmu dirayah juga lebih luas lagi karena menyangkut redaksi matan dan makna serta cara pemahamannya.

Ilmu dirayah dalam bentuknya yang klasik adalah berupa kajian kritik sanad, kritik matan, ilmu ushulul hadis/mushtalah hadis, jarh wa ta’dil, fiqhul hadis, syarah hadis, dan kajian-kajian lainnya. Saat ini, ilmu dirayah hadis juga telah mengalami perkembangan yang pesat sekali, hingga kepada ranash sosiologis, psikologis, medis. Jika ilmu dirayah klasik cenderung monodisiplin, maka ilmu dirayah hadis modern adalah cenderung integratif atau interkonektif.

Ilmu dirayah di era milenal sekarang ini cenderung bersifat multi disipliner atau interdisipliner. Kajiannya menjadi lebih luas. Perspektifnya pun menjadi sangat beragam. Kajian living hadis juga turut mewarnai perkembangan ilmu dirayah hadis.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...