Beranda Tokoh Mengenal Ibn Manzhur, Hakim, Ahli Bahasa, Penulis Kamus Lisanul Arab

Mengenal Ibn Manzhur, Hakim, Ahli Bahasa, Penulis Kamus Lisanul Arab

Harakah.idKajian ilmu matan lughah atau leksikologi Arab adalah sesuatu yang sangat penting. Ia dibutuhkan dalam semua cabang ilmu keislaman. Ilmu ini adalah ilmu yang menggali kedalaman makna berbagai kosakata dalam bahasa Arab. Di antara karya terbaik di bidang ini adalah kitab Lisanul Arab.

Kajian ilmu matan lughah atau leksikologi Arab adalah sesuatu yang sangat penting. Ia dibutuhkan dalam semua cabang ilmu keislaman. Ilmu ini adalah ilmu yang menggali kedalaman makna berbagai kosakata dalam bahasa Arab.

Oleh sebab itu, semua terma-terma yang dipakai dalam berbagai ilmu, seperti ilmu fikih atau ilmu hadis, terlebih dahulu harus dipahami makna asal bahasanya. Pemaknaan ini hanya dapat ditemukan secara rinci dengan merujuk pada karya tulis para ahli ilmu matan lughah, yaitu kitab mu’jam atau kamus-kamus bahasa. Di antara rujukan yang paling baik dalam ilmu ini adalah kitab Lisanul Arab.

Penulis kitab atau kamus Lisanul Arab adalah Ibn Manzhur, seorang sastrawan, Sejarah, pakar bahasa Arab yang juga alim dalam ilmu fikih. Beliau memiliki nama lengkap Muhammad Ibn Makram Al-Anshari Al-Afriqi. Az-Zirikli dalam kitab Al-A’lam (7/108) menyebut bahwa Ibn Manzhur lahir pada tahun 630 H.

Ada beberapa keterangan terkait tempat kelahiran Ibn Manzhur. Ada yang mengatakan beliau lahir di Tunisia, namun ada juga yang berpendapat Mesir dan Libya. Ibn Manzhur disebutkan pernah aktif dalam Diwanul Insya’ di Kairo, sejenis biro khusus yang bertanggung jawab untuk mengedit surat-surat Khalifah dan perintahnya kepada gubernur dan pejabat yang lain. Biro ini memang diisi oleh para pakar bahasa di setiap zamannya.

Ibn Manzhur juga pernah memegang jabatan Qadhi di wilayah Tripoli pada masa itu. Selanjutnya pada penghujung hidup beliau, Ibn Manzhur kembali ke Mesir dan tutup usia di sana pada tahun 711 H. Az-Zirikli juga menyebut bahwa Ibn Manzhur mengalami kebutaan pada penghujung usianya.

Selain menulis kitab Lisanul Arab yang sangat populer, Ibn Manzhur diceritakan memiliki minat tinggi untuk meringkas kitab-kitab sastra yang tebal. Bahkan ada ulama yang menyebut Ibn Manzhur pernah meringkas semua kitab-kitab sastra yang beliau ketahui.

Kitab Lisanul Arab adalah karya tulis yang mengabadikan nama beliau. Kitab ini dipandang istimewa karena isinya yang lengkap. Ia terdiri dari 20 jilid. Dalam kitab yang tebal ini, Ibn Manzhur telah mengumpulkan data dari kitab-kitab induk ilmu Matan lughah sebelum era beliau, sehingga kehadiran kitab ini seolah telah mencukupi dan mengakomodir isi kitab-kitab sebelumnya.

Haji Khalifah dalam kitab Kasyfuz Zhunun (2/305) menjelaskan secara lebih detail bahwa rujukan utama dalam kitab Lisanul Arab yang digunakan oleh Ibn Manzhur yaitu: Mu’jam At-Tahdzib karya Al-Azhari, Mu’jam Al-Muhkam karya Ibn Sayyidih, mu’jam As-Shihah karya Al-jawhari dan berbagai Hasyiyahnya, Mu’jam Al-jamharah karya Ibn Darid dan Mu’jam An-Nihayah karya Ibnul Atsir.

Semua kitab kamus yang dirujuk oleh Ibn Manzhur memiliki model sistematika yang berbeda-beda. Adapun sistematika yang dipilih dan digunakan dalam kitab Lisanul Arab adalah mengikuti model Mu’jam As-Shihah, yaitu menyusun kata-kata berdasarkan huruf terakhir dari akar katanya. Sehingga jika mencari penjelasan tentang kata Islam dalam kitab Lisanul Arab, maka kata tersebut berada pada bab huruf mim. Ibn Manzhur memilih sistematika ini karena dinilai yang paling memudahkan dibandingkan yang lain.

Kata-kata yang memiliki ujung akhir kata yang sama misalnya kata islam dan kata Rahmah, maka diurutkan lagi secara alfabetis hijaiyah, berdasarkan fashal sesuai huruf pertama dari akar kata. Misalnya kata Islam berada dalam bab huruf mim, pada pasal Sin. Sedangkan kata Rahmah berada pada pasal huruf Ra’.

Ketika menjelaskan makna sebuah kata, Ibn Manzhur senantiasa merujuk pada ayat-ayat Alquran, hadis, atsar orang Arab terdahulu dan syair-syair kuno. Selain karena kepadatan isinya, kitab ini juga unggul dari sisi kemudahan sistematika dan susunan katanya, dibandingkan dengan kamus-kamus sebelum era beliau.

Semoga Allah SWT merahmati Ibn Manzhur dan memberikan balasan terbaik atas manfaat dari kitab Lisanul Arab.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...