Beranda Headline Mengenal Kitab Al-Amtsilah at-Tasrifiyyah

Mengenal Kitab Al-Amtsilah at-Tasrifiyyah

Dalam tradisi belajar di pesantren, ada kepercayaan bahwa untuk mampu membaca kitab-kitab gundul (tidak berharakat) klasik, seorang santri setidaknya harus hafal dua kitab dasar; Al-Amtsilah at-Tashrifiyyah dan Al-Jurumiyah. Tanpa keduanya, mustahil seseorang mampu membaca, apalagi mengakses informasi dalam kitab berbahasa Arab tak berharakat tersebut. Kedua kitab tersebut mewakili pelajaran Nahwu dan Sharraf yang memang menjadi dua fann kunci untuk memahami Bahasa Arab.

Menariknya, salah stau dari dua resep wajib tersebut adalah karya asli dan genuine dari seorang ulama Nusantara. Beliau adalah KH. Ma’shum bin Ali, pengarang kitab Al-Amtsilah at-Tashrifiyyah. Kitab yang beliau tulis, sampai saat ini, terbukti telah banyak membawa manfaat dan keberkahan.

Yang menjadi kelebihan dari kitab sharraf satu ini adalah susunan bait-baitnya yang sangat sistematis, sehingga mudah difahami dan dihafal bagi para pelajar dan santri. Selain itu, kedahsyatan kitab ini tak hanya terletak pada caranya menjelaskan dan menyajikan ilmu sharraf dalam model yang praktis dan sederhana. Bila diteliti, ternyata sistematikanya mengandung makna filosofi yang sangat tinggi. Salah satu contoh bisa dilihat, misalnya pada bab fi’il tsulasi mujarrad. Dalam enam kalimat yang dijadikan contoh, keenamnya ternyata mengandung filososfi kehidupan.

Pada awalnya seorang santri atau pelajar yang menuntut ilmu haruslah dibantu oleh orang tuanya (نَصَرَ – nashara). Sesampainya di pondok pesantren dan sekolah ia dipukul serta dididik keras (ضَرَبَ -dlaraba) oleh sang guru. Setelah mengalami didikan dalam bentuk apapun, maka hati seorang murid akan terbuka (فَتَحَ – fataha). Keterbukaan hati dan fikirannya menjadi faktor utama seorang pelajar dalam memahami dan mencerna berbagai macam pelajaran, sehingga ia pun menjadi tahu dan pintar (عَلِمَ – ‘alima). Ilmu yang didapatnya lalu menuntun seorang pelajar agar selalu berbuat baik (حَسُنَ -hasuna). Dengan itu, seorang pelajar pun berharap masuk surga dan mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT(حَسِبَ – hasiba).

Kitab al-Amtsilah at-Tashrifiyyah terdiri dari 60 halaman dan memuat berbagai macam wazan (bentuk kalimat) dalam Bahasa Arab, baik yang isthilahi maupun yang lughowi. Pada halaman pertama kitab tertera sambutan berbahasa arab dari Mantan Menteri Agama RI, KH. Saifuddin Zuhri.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...