Beranda Keislaman Akhlak Mengenal Kitab Hilyatul Awliya’ fi Thabaqatil Ashfiya’, Kitab Ensiklopedia yang Menyuguhkan Kisah...

Mengenal Kitab Hilyatul Awliya’ fi Thabaqatil Ashfiya’, Kitab Ensiklopedia yang Menyuguhkan Kisah Ratusan Waliyullah

Harakah.idKitab Hilyatul Awliya’ fi Thabaqatil Ashfiya’ adalah salah satu literatur dan korpus penting dalam studi Islam, utamanya studi atau ilmu tasawwuf. Ia adalah kitab ensiklopedia yang menyajikan banyak kisah dari ratusan waliyullah yang mulia.

Kitab Hilyatul Awliya’ fi Thabaqatil Ashfiya’ adalah salah satu kitab yang wajib kamu baca. Di dalamnya termuat kisah-kisah dari para wali Allah SWT yang tentu saja akan menunai banyak sekali faidah dan manfaat.

Kewalian adalah salah satu topik penting dalam ajaran Islam. Secara khusus, kewalian menjadi pembahasan ilmu tasawuf. Banyak ayat Al-Quran dan hadis Nabi saw. yang berbicara tentang kemuliaan derajat kewalian. Kewalian kemudian menjadi citra Muslim ideal selama berabad-abad. 

Belakangan, ada pihak-pihak yang mulai menyudutkan serta menolak tasawuf, termasuk di dalamnya konsep kewalian. Pihak kontra tasawuf tersebut merujuk kepada perilaku sebagian pengamal tasawuf yang ekstrim sehingga menabrak aturan syariat dan bahkan jatuh dalam kekufuran. 

Keduanya sama-sama cenderung berlebihan. Kedua kelompok tersebut pada dasarnya sama-sama-sama merobohkan konsep kewalian yang merupakan ajaran Islam. Kedua sikap ekstrim tersebut berbahaya. Karena itu, perlu upaya penjernihan tentang konsep kewalian yang benar dan yang menyimpang. Upaya penjernihan ini telah dilakukan para ulama sejak zaman dulu. 

Di antara ulama zaman dulu yang telah melakukan upaya tersebut adalah Syekh Abu Nu’aim Al-Ashbahani (w. 430 H.). Seorang ahli hadis terkemuka Persia yang bergelar Al-Hafizh. Beliau menulis ensiklopedi para wali dan sufi sejak masa sahabat hingga masa beliau hidup yang berjudul Kitab Hilyatul Awliya’ fi Thabaqatil Ashfiya’ (Mahkota Para Wali; Ensiklopedia Manusia Pilihan).

Kitab tersebut disusun karena ada para pendusta yang mengaku sebagai sufi, namun sejatinya hanya pembohong. Dalam pembukaan kitab, beliau mengatakan, “Bahwa ada sekelompok orang fasik, jahat, penghalal segala sesuatu, dan pengikut paham hulul yang kafir. Mereka menisbatkan diri pada ahli ilmu, kebajikan, ketakwaan, dan menggunakan simbol-simbol kemuliaan mereka sampai masyarakat awam tertipu karena penampilan mereka.” 

Karena kondisi itulah beliau perlu menyusun kitab yang bertujuan membersihkan nama baik tasawuf dan para sufi-wali. Beliau mengatakan, “Dalam menampilkan keberlepasan dari para pendusta tersebut serta pengingkaran terhadap para pengkhianat batil itu, ada pembersihan nama baik para sufi sejati (sadiqin) dan menjaga kemuliaan orang-orang yang telah mencapai maqam hakikat (muhaqqiqin). Jikalau kami belum sempat membongkar pelecehan kaum batil dan buruk tersebut, sebagai implementasi ajaran agama, niscaya hukumnya sudah wajib menjelaskan dan menyebarkan keburukan mereka sebagai perlindungan terhadap kesucian tasawuf.”

Buku tersebut memuat paling tidak 689 biografi para sufi-wali. Penyebutan tiap biografi selalu disertai penyebutan sumber informasi, daftar guru, kelebihan para wali dan maqalah-maqalah mereka terkait pengalaman mengamalkan ajaran Islam. Penulisan biografi menggabungkan metode ahli hadis yang memperhatikan akurasi dan metode sufi yang memperhatikan adab. Sederhananya, kitab tersebut menggabungkan sanad dan adab. 

Penggabungan dua metode tersebut menunjukkan posisi keilmuan penulisnya yang memang menguasai dua ilmu penting dalam Islam; hadis dan tasawuf. Hadis-tasawuf tidak dibenturkan. Tokoh-tokoh kedua disiplin disatukan dalam derajat kemuliaan yang sama; kewalian dan kecintaan kepada Allah SWT. Pada akhirnya, buku ini ingin menyampaikan pesan; wali itu ada. Nama mereka terukir abadi dalam buku ini. 

Jika anda yang ingin tahu kisah-kisah hikmah para wali dan kekasih Allah SWT tersebut, maka Kitab Hilyatul Awliya’ fi Thabaqatil Ashfiya’ adalah satu kitab yang wajib anda nikmati. Tak lain dan tak bukan, Kitab Hilyatul Awliya’ fi Thabaqatil Ashfiya’ adalah buku ensiklopedia wali.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...