Beranda Khazanah Mengenal Qithmir, Anjing Mulia dalam Al-Quran Karena Tabaruk Kepada Orang Saleh

Mengenal Qithmir, Anjing Mulia dalam Al-Quran Karena Tabaruk Kepada Orang Saleh

Harakah.idQithmir adalah nama yang mulia karena disebut dalam Al-Qur’an dengan penuh kemuliaan. Menyandingkan nama mulia dengan nama Allah bukanlah pelecehan.

Belakangan ini warganet meramaikan perbincangan tentang kaligrafi bertuliskan nama Ashabul Kahfi dan anjingnya. Sebagian warganet keberatan penyandingan nama Allah, nama-nama Ashabul Kahfi dengan anjing. Menurut mereka, tidak pantas nama Allah disandingkan dengan nama anjing.

Siapa sebenarnya nama anjing Ashabul Kahfi yang dipersoalkan warganet? Apakah penempatan bersama tokoh-tokoh mulia, bahkan nama agung Allah SWT merupakan bentuk pelecehan terhadap nama Allah?

Dalam artikel pendek ini kita akan flashback ke masa lalu dengan menelusuri kitab-kitab tafsir Al-Quran. Bagaimana pun, kepercayaan akan Ashabul Kahfir di kalangan umat Islam tidak bisa dilepaskan dari pernyatan dalam Al-Quran.

Kisah tentang Ashabul Kahfi diabadikan dalam Al-Quran. Bahkan dijadikan nama salah satu surat di dalamnya. Surat Al-Kahfi. Al-Kahfi berarti goa. Hal ini mengingatkan kisah tujuh orang pemuda beriman yang dipersekusi penguasa yang lalim. Mereka melarikan diri untuk menyelamatkan imannya. Mereka membawa serta seekor anjing gembalanya.

Kisah ini sangat heroik karena perjuangan mempertahankan iman melahirkan keajaiban. Mereka tertidur selama ratusan tahun hingga sang penguasa lalim mati dan kekuasaannya hancur. Setelah itu mereka terbangun dan menyaksikan dunia sudah berubah. Mereka menang dan menceritakan perjalanan hidupnya. Kisahnya dikenal dalam tradisi agama-agama samawi di Timur Tengah; Yahudi, Kristen dan Islam.

Dalam tradisi Islam, kisah tentang para pemuda dan anjingnya diabadikan dalam Al-Quran dengan penuh penghormatan. Yang menarik adalah sekalipun Al-Quran tidak menyebutkan detail ceritanya, para ahli tafsir sejak era sahabat Nabi telah berupaya mengungkap detail ceritanya. Termasuk nama-nama tokoh-tokohnya.

Dalam kitab tafsir paling klasik, misalnya Tafsir Muqatil bin Sulaiman (w. 150 H.) disebutkan bahwa Syaiban Abu Mu’awiyah (w. 164 H.), tabi’ut tabi’in senior, pernah mengatakan nama anjing dalam surat Al-Kahfi adalah Qithmir.
Imam Ibnu Abi Hatim (w. 327 H.) dalam Tafsirnya meriwayatkan dari Mujahid yang mengatakan, “Nama anjing Ashabul Kahfi adalah Qithmir”. Riwayat yang sama disebut bersumber dari Al-Hasan Al-Basri, seorang tabi’in senior.

Imam Al-Tsa’alibi (w. 427 H.) dalam kitab tafsir Al-Kasyaf Wa Al-Bayan meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa nama anjing Ashabul Kahfir adalah Qithmir.

Keterangan senada dari Ibnu Abbas disebutkan pula oleh Imam Al-Wahidi dalam kitab Tafsir Al-Wasith. Ia meriwayatkan dengan sanad lengkap,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي قَوْلِهِ: {مَا يَعْلَمُهُمْ إِلا قَلِيلٌ} قَالَ: أَنَا مِنْ أُولَئِكَ الْقَلِيلِ، وَهُمْ: مَكْسَلْمِينَا، وَتَمْلِيخَا، وَمَرْطُونَسَ، وَبَنْيُونَسَ، وَسَارَيُونَسَ، ودَنْوَانَسَ، وَكينشيطيونسَ، وَهُوَ الرَّاعِي، وَالْكَلْبُ اسْمُهُ قِطْمِيرٌ،

Dari Ibnu Abbas tentang firman Allah “Tidak mengetahui mereka kecuali sedikit orang”. Ibnu Abbas berkata, “Saya adalah di antara orang yang sedikit itu. Nama mereka adalah Maksalmina, Tamlikha, Martunas, Banyunas, Sarayunas, Danwanas, Kinsyithiunas, dan nama anjing mereka adalah Qithmir.

Imam Ibnu Katsir (w. 774 H.) menyebutkan riwayat Imam Ibnu Asakir Al-Dimasyqi dari Al-Hasan Al-Basri bahwa nama anjing Ashabul Kahfi adalah Qithmir. Imam Ibnu Katsir menambahkan bahwa kemuliaan dan keberkahan Ashabul Kahfi meluber kepada anjing mereka, sehingga si anjing dapat turut dalam tidur yang penuh kemuliaan tersebut. Menurut Imam Ibnu Katsir, inilah faidah dari berkumpul dengan orang baik. Yaitu ketularan berkah dan kebaikan yang dilimpahkan kepada orang saleh.

Imam Ibnu Katsir menulis,

وَشَمَلَتْ كَلْبَهُمْ بَرَكَتُهُمْ فَأَصَابَهُ مَا أَصَابَهُمْ مِنَ النَّوْمِ عَلَى تِلْكَ الْحَالِ، وَهَذَا فَائِدَةُ صحبة الأخبار، فَإِنَّهُ صَارَ لِهَذَا الْكَلْبِ ذِكْرٌ وَخَبَرٌ وَشَأْنٌ.

Keberkahan Ashabul Kahfi meluber kepada anjing mereka. Maka anjing mereka turut serta dalam tidur yang dimuliakan tersebut. Ini adalah faidah bergaul dengan orang-orang pilihan. Karena pergaulan itulah, anjing Qithmir mendapatkan kehormatan dalam penyebutan, penceritaan, dan pengagungan (Tafsir Ibnu Katsir, 5/131).

Demikian kemuliaan anjing Qithmir yang disebut sebagian warganet sebagai anjing yang tidak pantas namanya disandingkan dengan nama-nama orang mulai, lebih-lebih dengan nama Allah.

Baca Juga: Adab Menulis Rajah dan Azimat Menurut Ulama Mazhab Syafi’i

Dalam ulasan di atas, jelas bahwa anjing Qithmir merupakan anjing yang disebut dengan penuh kehormatan oleh Allah dalam Al-Quran. Imam Ibnu Katsir juga menjelaskan bahwa hal itu karena berkah bergaul dengan orang baik. Jadi, anjing Qithmir jelas lebih mulia dibanding orang-orang yang meragukan kemuliaannya.

Secara ringkas dapat dikatakan Qithmir adalah nama yang mulia karena disebut dalam Al-Quran dengan penuh kemuliaan. Menyandingkan nama mulia dengan nama Allah bukanlah pelecehan.

Baca Juga: Mengenal Nama-Nama Pemuda Ashabul Kahfi Berdasarkan Tafsir Al-Qur’an
Baca Juga: 10 Hewan yang Dijamin Masuk Surga
Baca Juga: Benar Mana, Malam Jumat Baca Yasin atau Al-Kahfi?

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...