Beranda Khazanah Mengenal Syeikh Muhammad Arifin, Ulama Jambi Penyebar Islam di Desa Teluk Majelis...

Mengenal Syeikh Muhammad Arifin, Ulama Jambi Penyebar Islam di Desa Teluk Majelis (1891-1961)

Harakah.idSyeikh Muhammad Arifin adalah salah seorang ulama Jambi yang turut menyebarkan Islam di Jambi. Beliau dikenal sebagai tokoh penyebar Islam di sebuah desa bernama Teluk Majelis.

Nama lengkap Syeikh Muhammad Arifin adalah Muhammad Arifin bin Khumaini Bin Ali Bin Yahya Banafi’, sebagaimana yang beliau sendiri tulis dalam kitab khutbah berbahasa arab. beliau lahir pada tanggal 01 Januari 1891 M/20 Jumadil Ula 1308 H di Batu Pahat, Johor, Malaysia. Datang untuk pertama kali ke Indonesia tepatnya di desa Rambahan, lalu pada akhirnya bermukim di desa Teluk Majelis. 

Sejak kecil Syeikh Muhammad Arifin diasuh oleh orang tua beliau dan mulai belajar Al-qur’an dan dasar-dasar ilmu agama, lalu selanjutnya melanjutkan pendidikan ke daerah Palembang. Menurut beberapa sumber mengatakan beliau berguru pada Kyai Abdul Hamid bin Masagus H. Mahmud. atau yang lebih dikenal dengan “Kyai Marogan”. Julukan Kiai Marogan dikarenakan lokasi masjid dan makamnya terletak di Muara sungai Ogan, anak sungai Musi, Kertapati Palembang. Jika pendapat ini benar maka salah satu kawan seperguruannya saat itu antara lain adalah Habib Salim Bin Hasan Al-Kaf Singkep.

Setelah merampungkan studinya di tanah Palembang yang merupakan salah satu pusat pendidikan di wilayah Sumatra saat itu, maka Syeikh Arifin pulang ke Jambi guna mengembangkan dakwah di kampung halaman, yang pada akhirnya beliau menjadi salah satu ulama tersohor di Tanjung Jabung Timur khususnya pada masa sebelum kemerdekaan.

Selain itu Syeikh Muhammad Arifin juga termasuk ulama yang ahli dalam bidang ilmu falak. Beliau menjadi rujukan utama masyarakat sekitar dalam menentukan waktu-waktu ibadah terlebih dalam menentukan awal Ramadan dan hari raya Idul Fitri serta hari raya Idul Adha, dikarenakan belum adanya penanda waktu saat itu.

Syekh Arifin juga merupakan salah satu pejuang kemerdekaan, banyak karamah-karamah beliau yang diceritakan dari generasi ke generasi dari saksi mata yang hidup saat itu menceritakan perjuangan beliau melawan penjajah kala itu.

Beliau wafat pada tanggal 14 Ramadhan 1380 H yang bertepatan dengan tanggal 07 maret 1961 M. Saat ini peninggalan beliau berupa catatan mengenai kitab karya Syekh Arifin berupa kitab khutbah berbahasa Arab dan Kitab Tajul Mulk serta foto beliau berhasil diselamatkan dan saat ini tersimpan di Arsip Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...