Mengenal Wajah dan Thariq, Istilah untuk Pendapat Ulama Syafi’iyyah

0
85
Pendapat Ulama Syafi'iyah

Harakah.id – Madzhab Syafi’i bukan berisi pendapat Imam Syafi’i saja. Tetapi juga mencakup pendapat para ulama yang mengikuti Iman Syafi’i (Syafi’iyyah). Ada istilah-istilah khusus untuk menyebut pendapat ulama Syafi’iyah.

Madzhab Syafi’i bukan hanya berisi pendapat Imam Syafi’i saja. Tetapi juga mencakup pendapat para ulama yang mengikuti Iman Syafi’i (Syafi’iyyah). Karena itulah dalam madzhab Syafi’i dikenal istilah tertentu untuk membedakan pendapat yang dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dan selainnya.

Baca Juga: Apa Itu Qaul Qadim dan Qaul Jadid dalam Madzhab Syafi’i?

Berikut adalah dua istilah untuk menyebut pendapat ulama Syafi’iyyah.

Wajah

Istilah di atas digunakan oleh para ulama pengikut madzhab Syafi’i untuk menunjukkan pendapat-pendapat yang dikeluarkan oleh para ulama mujtahid muntashib dalam madzhab Syafi’i yang menggunakan prinsip dan kaidah ushul madzhab yang telah dirumuskan oleh Imam Syafi’i.

Istilah Al-Awjah dan Al-Wujuh digunakan untuk perkara tertentu, seperti ketika terdapat perbedaan pendapat antar para ulama muntashib madzhab, di mana setidaknya ada tiga atau lebih pendapat berbeda yang muncul. Sedangkan istilah Al-Wajhaini digunakan untuk kasus di mana hanya ada dua pendapat yang berbeda yang muncul.

Baca Juga: Jarang Diketahui! 4 Istilah Imam Syafi’i dalam Menjelaskan Hukum Islam

Dalam kitab Al-Minhaj, ada delapan tempat yang menggunakan istilah Al-Wajhaini dan ada tiga masalah yang menggunakan redaksi Al-Awjah. Contoh penggunaan kata Awjah adalah penjelasan Imam Nawawi dalam masalah pembunuhan berikut ini:

ولو ضربوه بسياط فقتلوه, وضرب كلّ واحد غير قاتل, ففى القصاص عليهم أوجاه, أصحّها يجب إن طواطئوا

Jika ada beberapa orang memukul satu orang dengan cambuk, hingga ia terbunuh, dan semua orang tidak hanya yang memukul samapi terbunuh ikut memukul, maka dalam hal pemberlakuan qishas untuk mereka ada beberapa wujuh, yang paling shahih di antara itu adalah mereka semua dikenakan qishash jika telah bersekongkol sebelumnya.

Keterangan ini menunjukkah ada setidaknya tiga pendapat dari para ulama mujtahid muntashib dalam masalah ini.

Baca Juga: 4 Dalil Hukum yang Ditolak oleh Mazhab Syafi’i

Adapun contoh penggunaan Al-Wajhani adalah penjelasan Imam Nawawi tentang masalah shalat berjamaah:

فإن حال ما يمنع المرور لا الرؤية, فوجهان

Jika di depan mereka ada pembatas yang hanya menghalangi untuk berjalan tetapi tidak menghalangi pandangan, maka dalam masalah ini ada dua wajh. Berarti di sini ada dua pendapat berbeda di kalangan ulama mujtahid muntasib.

Thariq

Istilah ini dalam Madzhab Syafi’i digunakan untuk menunjukkan adanya perbedaan keterangan dari para ulama yang meriwayatkan madzhab dalam suatu masalah tertentu. Misalnya, sebagian dari mereka mengatakan dalam suatu masalah itu ada dua qaul (dua pendapat imam Syafi’i), atau dua wajh (dua pendapat mujtahid muntashib), sedangkan ulama yang lain mengatakan dalam masalah tersebut hanya ada satu qaul atau satu wajh.

Baca Juga: Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Terkadang istilah wajhaini juga dipergunakan untuk kasus yang sama dengan wajhaini atau sebaliknya, misalnya keterangan Imam Rafi’i  bahwa hanya Thariq dalam madzhab juga disebut dengan wajh. Hal ini juga disepakati oleh Imam Nawawi. Karena baik istilah wajh dan thariq sama-sama berkaitan dengan pendapat atau keterangan dari para ashab atau murid dan penerus Imam Syafi’i.