fbpx
Beranda Sajian Utama Mengenal Ziryab, Seorang Artis Pakar Geologi dan Fashion yang Namanya Terkenal di...

Mengenal Ziryab, Seorang Artis Pakar Geologi dan Fashion yang Namanya Terkenal di Dua Dinasti Islam

Harakah.idZiryab mungkin adalah satu tokoh multitalent yang pernah muncul dalam sejarah peradaban Islam. Selain dikenal sebagai seorang seniman dan artis, Ziryab juga pakar di bidang ilmu pengetahuan dan termasuk pelopor kebudayaan populer yang diadopsi hingga ke Eropa.

Keemasan peradaban Islam abad pertegahan tidak hanya melibatkan kemajuan di bidang pendidikan dan pengetahuan saja, tapi semua aspek termasuk seni, bahkan seni musik. Perkembangan seni musik dalam Islam abad pertengahan sangat pesat ditengarai banyaknya musisi yang menciptakan rumus-rumus notasi, nada, dan lirik lagu. Dunia Islam abad pertengahan juga mengenal adanya influencer yang menjadi panutan berjuta-juta penduduk yang lahir dari kalangan musisi seperti Ziryab. Dalam buku-buku sejarah, nama Ziryab tenar di seantero dua Dinasti Islam, Abbasiyah dan Umayyah II.

Ziryab adalah seorang musisi dan penyanyi keturunan Persia. Nama aslinya adalah Abu al-Hasan Ali Ibn Nafi. Ia lahir di kota Baghdad pada tahun 789 H. Kemampuannya dalam bermusik mengantarkannya menjadi seorang artis top di negeri seribu malam dan menjadi salah satu penyanyi yang disayangi oleh Sultan Harun al-Rasyid beserta para putranya. Popularitasnya di Baghdad tidak hanya dalam industri musik saja, ia juga tersohor sebagai ilmuwan yang ahli di bidang perbintangan dan geografi. 

Sayangnya popularitas yang didapatkan Ziryab itu mengundang kecemburuan dari sang guru yang sama-sama beken, Ishak al-Mawsuli. Ziryab memang masuk ke pendidikan musik yang diampu oleh Ishak al-Mawsuli, anak dari pelopor musikalitas Bahgdad, Ibrahim al-Mausuli. Cerita tentang kecemburuan Ishak al-Mawsuli ini diabadikan dengan epic oleh sang filsuf sejarah Ibnu Kahldun dalam karya fenomenalnya “Muqaddimah”. Ishak al-Mawsuli pada awalnya memang mengkader Ziryab, dan ia juga yang memperkenalkan kepada Sultan Harun Ar-Rasyid bahwa Ziryab adalah salah satu muridnya yang tidak akan mengecewakan. “Saya punya seorang murid yang sama sekali tidak buruk dalam bernyanyi, saya berharap ia akan menghargai saya suatu hari nanti” pinta Ishak kepada sang sultan.

Namun, Ziryab yang akhirnya tumbuh menjadi seorang bintang itu harus pergi ke benua lain karena tendensius emosi yang memanas dengan sang guru. Reinhart Dozy menyebutkan dalam bukunya Spanish Islam: A History of Moslem in Spain bahwa Ishak al-Mawsuli menyuruh Ziryab pergi ke negeri Andalusia dan memberikan sejumlah uang kepadanya dengan tujuan agar Ziryab tidak lagi menjadi ancaman ketenarannya. Ziryab yang tidak mempunyai pilihan lain, akhirnya menerima keputusan untuk meninggalkan Baghdad dan pergi ke Kordoba.

nucare-qurban

Sultan Kordoba, Abdurrahman al-Nashir (Abdurrahman II) yang berambisi menjadikan Kordoba sebagai kota yang maju seperti Baghdad, tidak menyia-nyiakan kedatangan Ziryab. Sang sultan sendiri yang datang menjemputnya dari istana ketika sang artis muda itu pertama kali menginjakkan kaki di Semenanjung Iberia. Ziryab dilayani sangat menyenangkan oleh sang sultan, “ia difasilitasi rumah mewah di Kordoba seharga 40.000 dinar, dan ia dibayar 3.000 dinar setiap tahunnya” (Philip Khuri Hitti: 1937). Karena kedekatannya dengan sang sultan, ia mampu melejitkan karirnya lagi serta mengungguli semua musisi di Kerajaan itu. 

Populeritasnya sebagai seorang seniman musik memang patas ia sandang. Sang empunya suara tenor itu mempunyai keahlian dalam menghafal lirik dan nada dari 10.000 lagu yang menurut kepercayaan oleh semua musisi, itu diajarkan oleh jin setiap malam. Kelihaian Ziryab dalam memainkan alat musik tradisional Arab al ud / lute (seperti gitar) membuatnya dijuluki Master’s Ud. Ia dipuji karena menjadi pelopor perkembangan al ud dengan mengganti plectra yang terbuat dari kayu dengan cakar elang, serta menambahkan senar kelima pada lute. Di banyak catatan sejarah seperti yang tertera dalam “The Arabian Night” ia dinobatkan sebagai peletak dasar perkembangan musik Spanyol. 

Di luar kelincahannya dalam bermusik, masyarakat juga mengenal Ziryab sebagai seorang astronom, fisikawan, dan geolog. Tingkah lakunya yang ramah, santun, dan humoris membuat orang-orang semakin berdecak kagum. Kepribadiannya yang memesona membuatnya menjadi panutan banyak orang, seorang influencer hits di zaman keemasan Umayyah II. Apa yang menjadi polah tingkah dan kebiasaannya diikuti dan ditirukan oleh masyarakat. Ia menciptakan beberapa tren dan mode baru. Wadah minum yang ketika itu masih umum menggunakan logam, ia ganti dengan menggunakan gelas. 

Tak cukup hanya dengan memperkenalkan gelas sebagai wadah minum baru, Ziryab menciptakan lifestyle baru di bidang fashion. Model rambut yang biasanya dibiarkan terurai panjang hingga di bawah dahi, ia ganti dengan tren baru rambut yang pendek di atas dahi. Ia memperkenalkan bentuk fashion baru seperti fashion musim dingin dan fashion musim panas, serta fashion musim gugur dan juga musim bunga. Dalam sejarahnya Ziryab dikenang sebagai orang yang memperkenalkan produk-produk kosmetik seperti obat gigi (pasta gigi), pewangi (parfum), dan juga deodorant ke Eropa. 

Bagi Ziryab menjadi seorang influencer adalah akses untuk mentransmisikan sesuatu baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Ziryab adalah seorang influencer yang mampu menjadi panutan dengan kecerdasan dan perilaku yang ia miliki. Namanya menjadi legenda bagi generasi kemudian dengan temuan-temuan barunya. Bahkan ia juga tak membiarkan ilmu pengetahuan yang telah diketahuinya itu hanya dinikmatinya sendiri. Keahliannya dalam bermusik ia coba ajarkan dengan membuka sekolah musik yang menjadi pusat pengembangan dan konservatori musik Spanyol. Tren fashion yang ia kenalkan kepada publik pun juga ia hadirkan di tengah msyarakat dengan membuka salon-salon kecantikan yang bisa diakses oleh siapapun.

Ziryab adalah berlian yang hidup dalam dua kota metropolit penting dalam Islam sebagai seorang influencer cerdas nan nyentrik. Walaupun karirnya yang gemilang harus diakhiri di kota kelahirannya, ia mampu membuat dirinya menjadi bintang lagi di Andalusia, bahkan melebihi popularitasnya di kota pertamanya, Baghdad. Ia membuktikan kebenaran satu adagium bahwa berlian akan tetap menjadi berlian di manapun ia berada. 

REKOMENDASI

Saking Beratnya Dosa Korupsi, Sampai-Sampai Rasulullah Enggan Menyalati Jenazah Koruptor

Harakah.id - Rasulullah enggan menyalati jenazah koruptor. Ini Fakta. Bukan berarti jenazah koruptor tidak boleh disalati, tapi hal itu menunjukkan kalau...

Menilik Kembali Misi “Revolusi Ahlak” yang Diusung Habib Rizieq Shihab

Harakah.id - Revolusi ahlak adalah satu adagium yang baru-baru ini diperkenalkan dan sepertinya akan menjadi arah baru perjuangan HRS, FPI dan...

Harlah, Natal dan Maulid

Harakah.id – “Harlah, Natal dan Maulid” adalah artikel yang ditulis Gus Dur pada tahun 2003. Meski sudah berusia 17 tahun, namun...

Tidak Seperti Manusia Pada Umumnya, Benarkah Rasulullah Tidak Dilahirkan Dari Lubang Kemaluan? Begini Penjelasannya

Harakah.id – Rasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan. Ada keyakinan di kalangan para ulama, bahwa baik Nabi Muhammad maupun Nabi-Nabi yang...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...