Beranda Keislaman Hikmah Menggapai Hikmah di Masa Pandemi dengan Bercocok Tanam

Menggapai Hikmah di Masa Pandemi dengan Bercocok Tanam

Harakah.idSalah satu pelajaran yang bisa diperoleh adalah pentingnya upaya menggapai hikmah dari keterbatasan yang timbul akibat wabah ini. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah bercocok tanam.

Wabah penyakit yang melanda dunia belakang ini benar-benar menjadi bukti akan rencana dan rancangan Allah SWT Yang Maha Kuasa. Jika ditilik lebih mendalam, wabah penyakit ini bukan hanya berisi kesakitan, kesulitan dan kesengsaraan, namun juga membawa hikmah penyadaran, peringatan dan pelajaran yang banyak.

Salah satu pelajaran yang bisa diperoleh adalah pentingnya upaya menggapai hikmah dari keterbatasan yang timbul akibat wabah ini. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah bercocok tanam.

Keutamaan Bercocok Tanam
Islam memberikan anjuran kepada umatnya untuk bercocok tanam. Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah seorang muslim yang menanam tanaman atau bertani kemudian burung, manusia atau pun binatang ternak memakan hasilnya, kecuali semua itu merupakan sedekah baginya.” (HR Bukhari dan Imam Muslim)

Anjuran ini secara tegas menunjukkan kepada kita bahwa bercocok tanam merupakan aktivitas amal kebaikan yang akan berbuah pahala.

Dari hadis di atas pula kita bisa melihat bahwa anjuran itu tidak diberlakukan khusus bagi petani, pekebun atau peladang. Anjuran itu berlaku umum bagi semua kaum Muslimin tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.
Di dalam hadis lainnya Rasulullah SAW bersabda: “Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.” (HR. Bukhari dan Ahmad)

Hadis ini juga menunjukkan anjuran yang bersifat umum bagi semua orang dari kaum Muslimin. Lebih dari itu, hadis ini tidak berbicara tentang kemampuan seseorang dalam bercocok tanam melainkan adanya kesempatan yang dimiliki. Jadi siapa pun dia, petani maupun bukan petani, jika memiliki kesempatan untuk bercocok tanam, maka dia dianjurkan untuk melakukannya.

Bercocok Tanam, Menanam Kebaikan
“Anjuran” untuk “di rumah aja” selama masa pandemi, bisa menjadi bencana bila kita tidak bisa mengelola dengan baik. Keterkungkungan di dalam lingkungan rumah dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kebosanan, perselisihan bahkan kerusakan yang lebih besar semisal KDRT.

Bercocok tanam menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan kebaikan dari kemestian untuk lebih banyak berdiam di rumah seperti itu.

Pilihan terhadap aktivitas ini ditunjang oleh berbagai faktor. Diantaranya kemajuan ilmu dan teknologi yang memungkinkan melakukan penanaman tumbuhan di berbagai media tanam, termasuk air (Hidroponik). Dengan demikian akan mempermudah siapa pun yang ingin melakukannya.

Kegiatan bercocok tanam ini juga tidak harus dilakukan di lahan yang luas. Pekarangan rumah dan sudut-sudut rumah meski terbilang sempit, bisa dijadikan area bercocok tanam. Keterbatasan lahan bahkan telah melahirkan inovasi semacam “kebun bertingkat”.

Kegiatan bercocok tanam ini juga merupakan kegiatan yang produktif, baik dilihat dari sisi keduniaan maupun dari sisi keakhiratan. Ketika bercocok tanam, tentunya kita berharap ada hasil yang bisa dimanfaatkan. Jika yang ditanam adalah tumbuhan seperti berbagai macam sayuran, hasilnya bisa dikonsumsi. Demikian juga bila yang ditanam adalah tanaman buah. Atau mungkin juga tanaman obat seperti TOGA (Tanaman Obat Keluarga).

Bila dikerjakan bersama-sama dalam satu lingkungan, akan ada lebih banyak hasil yang diperoleh. Dengan demikian, akan ada pula potensi untuk menggerakkan roda perekonomian di lingkungan tersebut. Hal lain yang juga pelu disebutkan adalah timbulnya kesenangan dan ketenangan di dalam hati saat bercocok tanam.

Dalam pandangan keakhiratan, bercocok tanam juga merupakan aktivitas yang produktif. Aktivitas ini memiliki ganjaran pahala kebaikan senilai sedekah sebagaimana sabda Nabi SAW di atas.

Selain itu ada banyak hikmah yang bisa diperoleh dengan bercocok tanam ini. Salah satu diantaranya adalah sebagai media pembelajaran tauhid. Bercocok tanam akan membangkitkan kesadaran betapa Allah Yang Maha Kuasa akan menumbuhkan dan menyuburkan segala macam tumbuhan. Allah SWT berfirman di dalam surat Al An’am ayat 99 yang artinya “Dan Dialah yang menurunkan air dan langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak.”

Bersegera Mengerjakan Kebaikan
Masa pandemi ini memang diperkirakan masih akan berlangsung lama, berbilang bulan bahkan tahun. Sementara hari Kiamat tidak akan pernah diketahui kapan datangnya. Mungkin besok atau lusa.Tapi mungkin juga masih bertahun-tahun lagi. Semua itu bukan alasan bagi kita untuk menunda bercocok tanam.

Sementara Rasulullah SAW bersabda “Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR Muslim).

Jadi, saat kita sudah mengetahui ada banyak kebaikan dengan bercocok tanam, hendaknya tumbuh motivasi agar kita bersegera memperoleh kebaikan dengan bercocok tanam. Semoga Allah SWT mudahkan segala usaha kita.

REKOMENDASI

Fatima Mernissi dan Sekelumit Problem Keperempuanan dalam Islam

Harakah.id - Fatima Mernissi adalah salah satu perempuan yang seringkali diacu dan dirujuk kala berbicara tentang peran perempuan dalam Islam. Dia...

Di Balik Keharamannya, Ini Sepuluh Efek Buruk Minum Khamr yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui!

Harakah.id - Minum khamr melahirkan efek mabuk dan ngefly. Bagi sebagian orang, efek ini menjadi kenyamanan tersendiri karena dengan itu mereka...

Download Khutbah Jumat, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at

Harakah.id - Download Khutbah Jumat Juni, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at. Kutbah Pertama إِنّ...

Tafsir Surah An-Nahl Ayat 97: Kehidupan yang Baik dan Imbalan Untuk Orang yang Beriman

Harakah.id - Tafsir Surah an-Nahl ayat 97 menjelaskan perkara soal kehidupan yang baik berikut imbalan untuk orang yang beriman. Berikut penjelasannya...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...