Mengubur Jenazah Beserta Peti Matinya, Begini Pendapat Para Ulama…

0
2128
Mengubur Jenazah Beserta Peti Matinya, Begini Pendapat Para Ulama...

Harakah.id Mengubur jenazah beserta peti matinya punya banyak versi hukum. Ia tergantung pada situasi dan kondisi, baik kondisi jenazah maupun lokasi tempat jenazah dikuburkan. Simak penjelasannya…

Hukum asal mengubur jenazah beserta peti matinya adalah makruh. Namun jika ada uzur, seperti tanahnya mudah longsor karena gembur atau lainnya, maka mengubur jenazah beserta peti matinya diperbolehkan. Bahkan sebagian ulama mengatakan, hal itu wajib dilakukan agar jenazah bisa terpelihara dengan baik.

Penjelasan mengenai mengubur jenazah semacam ini dijelaskan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

وكره صندق إلا لنحو نداوة فيجبه

“Dimakruhkan mengubur jenazah di dalam peti kecuali karena tanahnya lembab, maka menjadi wajib.”

Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitabnya Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menyebutkan pendapat ulama dari empat mazhab terkait hukum mengubur jenazah di dalam peti.

Pertama, menurut ulama Hanafiyah, tidak masalah mengubur jenazah dengan menggunakan peti jika dibutuhkan, seperti tanahnya gembur. Dan disunnahkan jika tanahnya mudah digali oleh binatang buas.

Kedua, menurut ulama Malikiyah, sebaiknya jenazah tidak kubur di dalam peti. Hanya saja disunahkan menutup lubang liang lahad dengan bata, papan kayu, atau batu agar bisa rapat.

Ketiga, makruh mengubur jenazah di dalam peti kecuali tanahnya gembur dan mudah roboh dan tidak bisa menahannya kecuali dengan peti tersebut, atau jenazah perempuan yang tidak memiliki mahram agar tidak bisa disentuh oleh orang lain pada saat dikuburkan atau lainnya.

Keempat, menurut ulama Hanabilah, tidak disunnahkan mengubur jenazah di dalam peti karena hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh Nabi Saw dan juga sahabatnya. Juga hal tersebut menyerupai dengan penduduk dunia. Selain itu, tanah dapat segera mengeringkan kotoran-kotorannya.

Jadi kesimpulannya, mengubur jenazah dalam peti memiliki konsekuensi hukum yang terikat dengan situasi dan kondisi. Adakalanya ia makruh, sunnah bahkan wajib.