Beranda Keislaman Akhlak Menjadi Muslim yang Lebih Dewasa dan Bijak, Ini Panduan Hijrah Bagi Kaum...

Menjadi Muslim yang Lebih Dewasa dan Bijak, Ini Panduan Hijrah Bagi Kaum Milenial

Harakah.id Panduan hijrah bagi kaum milenial ini hendak menegaskan sebuah metode dan cara berhijrah yang baik dan benar. Berhijrah untuk menjadi muslim yang lebih dewasa dan bijak. Menjadi muslim pembawa Islam ramah dan menebar kebahagiaan bagi alam semesta.

- Advertisement -

Hijrah kini adalah kalimat atau terminologi yang menjadi trend kaum milenial. Ia menggambarkan satu peralihan dari kebiasaan yang buruk menjadi kebiasaan yang baik dan sesuai dengan tuntunan Islam. Namun kadang, semangat berhijrah tidak didasarkan pada ilmu dan visi yang benar. Akibatnya, banyak di kalangan anak muda yang berhijrah pada akhirnya menganut satu model keberagamaan yang eksklusif dan intoleran.

Oleh karena itu, butuh semacam paduan hijrah bagi kaum milenial. Dan berikut ini adalah panduan hijrah bagi kaum milenial yang berniat untuk memulai keberislaman yang lebih dewasa dan bijak.

Pertama, hijrah harus dimulai dari usaha memahami karakter ajaran Islam yang ramah, mudah dan indah.

Ini adalah prinsip yang menjadi harus menjadi dasar bagi seluruh proses peralihan dalam hijrah. Seseorang harus memandang Islam bukan dalam wajahnya yang sangar dan marah, namun Islam dalam wajahnya yang teduh dan menyenangkan. Dengan memahami karakter ini, seseorang yang berhijrah akan mampu menampilkan keislamannya kepada orang lain dengan indah pula. Dia tidak akan mudah menyalahkan orang, tidak mudah mengafirkan dan menjustifikasi orang lain sebagai pendosa.

Kedua, Hijrah tidak akan berhasil tanpa upaya mencari guru yang tepat!

Berhijrah, sebagaimana layaknya perjalanan menuju sebuah tempat, harus turut mengandalkan guide. Dalam hal belajar agama, guru adalah guidenya. Maka menemukan guru yang tepat sama pentingnya dengan hijrah itu sendiri. Carilah guru yang tidak hanya pintar dan menguasai bidang keilmuan secara mendalam, namun juga mempraktekkan apa yang dipelajarinya. Carilah guru yang tidak ada kontradiksi antara ucapan dan tingkah lakunya. Cari guru yang welas asih, yang selalu mendakwahkan kedamaian dan kesejukan dalam beragama.

Ketiga, Pilih buku dan bahan bacaan yang tepat agar proses hijrah juga tepat!

Buku maupun bahan bacaan lainnya juga berpengaruh pada pemahaman seseorang yang hendak mempelajari Islam. Maka dari itu, pilihlah buku yang otoritatif, yang ditulis oleh para ulama, yang mendapat rekomendasi dari guru yang dijadikan panutan. Kalaupun harus mengakses tulisan media di internet, maka penting untuk memilih website keislaman yang selalu mendasarkan argumennya kepada sumber yang otoritatif, dikelola secara profesional oleh orang-orang yang memiliki kompetensi di bidang ilmu agama. Jangan sembarangan!

Keempat, cari komunitas yang tepat! Karena lingkungan juga mempengaruhi model hijrah yang akan kamu lalui

Lingkungan juga berpengaruh dalam proses hijrah kamu. Jadi untuk di awal, carilah organisasi atau komunitas yang mendukung visi keislaman kamu. Jangan cari organisasi yang kerjaannya menyalah-nyalahkan orang lain, membidahkan praktek dan tradisi orang lain. Carilah komunitas yang mengajarkan kamu bagaimana mencintai orang lain, mengasihi dan menumbuhkan kepekaan sosial kamu dalam beragama.

Itulah empat pedoman hijrah bagi kaum milenial. Pedoman ini penting agar pemahaman terhadap agama dan proses hijrah yang kamu jalani tetap berada dalam koridor ajaran agama yang sangat toleran, moderat, menampilkan kemudahan-kemudahan sekaligus menghilangkan kesulitan-kesulitan.

REKOMENDASI

Di Bulan Ramadan, Bekerja Untuk Menafkahi Keluarga Tetap Lebih Baik Daripada I’tikaf Di Masjid

Harakah.id – I'tikaf di masjid memang menjadi opsi ibadah yang dianjurkan dilakukan di Bulan Ramadan. Tapi, yang harus jadi catatan, bekerja...

Pas Sahur, Masih Bolehkah Kita Makan dan Minum Ketika Imsak Sudah Diumumkan? Ini Penjelasan...

Harakah.id - Ketika Imsak sudah diumumkan, mungkin sebagian dari kita masih bertanya; masih bolehkah kita menelan makanan dan menyeruput minuman? Apa...

Orang Mulia Meninggal Di Bulan Mulia, Ini Daftar Ulama-Ulama Nusantara yang Wafat di Bulan...

Harakah.id - Wafat di Bulan Ramadan konon merupakan keberkahan tersendiri bagi seseorang. Meninggalkan dunia di waktu mulia adalah satu tanda kemuliaan...

Larangan Berpuasa di Hari Syak, Hari Meragukan Apakah Ramadan Sudah Masuk Atau Belum

Harakah.id - Berpuasa di hari syak adalah praktik berpuasa yang dilarang oleh Islam. Hal itu dikarenakan, hari syak adalah hari yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...