Beranda Keislaman Hadis Menjadi Terdidik Sebelum Mendidik, Pentingnya Pendidikan Bagi Seorang Perempuan

Menjadi Terdidik Sebelum Mendidik, Pentingnya Pendidikan Bagi Seorang Perempuan

Harakah.idSebenarnya alasan mengapa perempuan haruslah terdidik karena ia akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya, bahkan keluarganya.

Pentingnya Pendidikan Bagi Seorang Perempuan tak dapat dibantah. Sebelum datangnya Islam seorng wanita tidak begitu dihargai layaknya seorang laki-laki, ketidaksetaraan inilah yang akhirnya menjadikan posisi wanita menjadi merasa terbelakang. pada masa itu mereka yang melahirkan seorang anak perempuan akan merasa malu, bahkan ada di antara mereka yang mengubur anak perempuanya hidup-hidup.

Menurut mereka mempunyai anak perempuan adalah sebuah aib sehingga harus ditutupi, kareena pada masa itu yang notaben nya adalah berperang maka mereka menganggap bahwa memiliki seorang anak perempuan tidaklah berguna karena tidak dapat diandalkan dalam medan peperangan.

Setelah Islam datang pemikiran jahiliyah tersebut dihempas dan diganti dengan pemikiran bahwa seorang wanita berhak mendapatkan perlakuan yang sama seperti laki-laki. Walaupun Islam telah mengangkat derajat perempuan dan memuliakannya bahkan di dalam al-Qur’an pun diabadikan dengan dengan nama surah yaitu an-Nisa, hal tersebut bukan berarti seorang wanita dapat melampaui kodrat dirinya di atas laki-laki.

Baca juga: Sufi-Sufi Perempuan di Indonesia, Mengenal Para Perempuan yang Berhasil Wushul dan Tiba Pada Hakikat Ketuhanan

Islam mengatur kehidupan umatnya dengan sedemikian rupa, antara perempuan dan laki-laki masing-masing mempunyai hak-hak yang memang tidak boleh tertukar satu sama lain apalagi sampai melampaui batas kodrat dirinya. Maka dari itu bagaimapun islam memuliakan wanita, laki-laki tetaplah menjadi seorang pemimpin dan imam bagi wanita nya.

Kesetaraan hak yang dimiliki oleh keduanya ini berlaku salah satunya dalam bidang pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahwa di Indonesia sendiri mewajibkan untuk wajib belajar selama 12 tahun dan itu diperuntukan bagi anak perempuan maupun anak laki-laki. Antara laki-laki dan perempuan tidak memiliki batas maksimal mereka mau menempuh pendidikan sampai di mana, bahkan dalam menuntut ilmu, Islam merupakan agama yang sangat memerhatikan hal tersebut.

Seiring berkembangnya zaman banyak sekali perempuan yang unjuk gigi dalam kesuksesan karir dan pendidikannya masing-masing. Banyak juga para ilmuan atau tokoh-tokoh yang membahas tentang kesetaraan gender, feminimisme, dan lainnya yang mana sebenarnya itu ditunjukkan untuk mengubah pola pikir kita mengenai pandangan terhadap perempuan.

Baca juga: Cara Islam Menyikapi Kesetaraan Gender Antara Perempuan dan Laki-Laki

Di dalam hadits pun dikatakan bahwasannya menuntut ilmu merupakan sebagai jalan menuju surga Allah swt.

مَنْ سَلَكَ طَرِیقًا یَلْتَمِسُ فِیْھِ عِلْمًا سَھ َّلَ االلهُ لَھُ طَرِیْقًا إِلَى اْلجَن َّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah memudahkan untuknya jalan menuju ke surga”.(HR. Tirmidzi melalui Abu Hurairah).”

Sebenarnya alasan mengapa perempuan haruslah terdidik karena ia akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya, bahkan keluarganya. Terdidik di sini bukan hanya pada perguruan tinggi saja karena sepeti kita ketahui bahwa ilmu itu dapat diraih dari mana saja tidaklah harus menjadi seorang yang mempunyai gelar sarjana barulah ia disebut sebagai seorang perempuan terdidik.

Bahkan karena begitu pentingnya pendidikan bagi seorang wanita ada istilah yang disebutkan oleh Mohammad Hatta yaitu, “Jika kamu mendidik satu laki-laki, maka kamu mendidik satu orang. Namun, jika kamu mendidik seorang satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi.”

Walapun agama tidak melarang seorang wanita untuk menuntut ilmu setinggi yang ia mau asalkan mereka tidak meninggalkan kedudukan mulianya yang telah diberikan Allah swt.

Walaupun banyak sekali yang membahas mengenai feminimisme, di Indonesia sendiri tidak sedikit adanya kontra tentang perempuan yang menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Karena menurut mereka tugas perempuan akan mengerucut pada hal yang sama yang mana melakukan tugas tersebut tidaklah perlu sampai menuntut ilmu setinggi itu.

Bahkan ada anggapan bahwa jika perempuan menjadi sukses dalam dunia karir maupun dunia pendidikan, maka itu akan menjadi boomerang bagi dirinya. Tidak jarang laki-laki menjadi tidak percaya diri bila ingin mendekati wanita tersebut.

Pemikiran yang seperti inilah yang memang harus dihilangkan, karena pada dasarnya tingginya pendidikan seorang perempuan justru akan menjadikan dirinya serta keluarganya menjadi seorang yang berkualitas.

Baca juga: Jaringan Musnid Perempuan, Penghubung Pengetahuan Dunia Kuno Islam

Dan lagi-lagi yang kita pahami bahwa seorang wanita dengan tugas utama nya menjadi seorang ibu dan istri yang mana akan mendidik anaknya dan membantu suami nya dalam membangun rumah tangga yang baik maka semuanya itu sangatlah memerlukan ilmu.

Kita tidak bisa melakukan satu hal pun tanpa kita mengetahui dasar-dasarnya dan itu merupakan bagian kecil dari menuntu ilmu. Semakin berkaulitas seorang perempuan dan semakin baik akhlaknya seorang perempuan maka ia akan menjadi seoranng ibu yang baik bahkan istri yang baik pula dan dapat menghasilkan generasi-genrasi yang baik  yang tentunya lebih jauh berkualitas. Demilian alasan Pentingnya Pendidikan Bagi Seorang Perempuan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...