Beranda Keislaman Akhlak Menjalani Hidup dengan Penuh Husnudzhon Kepada Allah Itu Nikmat

Menjalani Hidup dengan Penuh Husnudzhon Kepada Allah Itu Nikmat

Harakah.idHusnudzhon kita terhadap Allah akan menjadikan diri kita semakin dekat dengan Allah dan menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Husnudzhon. Di dalam kehidupan yang kita jalani tidak selalu berjalan dengan mulus begitu saja, banyak sekali kejadian yang memang di luar kendali kita bahkan mungkin tidak kita inginkan . Namun, selepas hal tersebut kita sebagai manusia harus percaya bahwa setiap kejadian yang kita alami ada hikmah yang dapat kita ambil.

Seringkali manusia mengeluh atas apa yang terjadi pada dirinya hingga terkadang mereka luput dari nikmat yang telah Allah berikan. Kita harus percaya bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan sekecil apapun itu pasti akan mendapatkan balasan, baik dan buruknya perbuatan tersebut.

Allah swt telah mengatur apa saja yang sudah menjadi garis takdir kita, setiap manusia diuji dengan masing-masing kadar batas kemampuan nya dan setiap manusia mempunyai masalah yang berbeda. Di antara mereka mungkin ada yang diberikan masalah kesehatan, finansial ataupun hal lain. Namun, hal tersebut bukanlah satu alasan untuk menjadikan kita mengeluh dan bahkan sampai berprasangka tidak baik kepada Allah karena telah memberikan kita ujian.

Ujian yang Allah berikan kepada manusia bukan semata mata karena Allah benci terhadap hambanya tersebut melainkan Allah tahu bahwa hamba tersebut mampu melewati ujian yang diberikan oleh Allah. Bisa saja pula Allah memberikan seorang hambanya ujian karena ingin mereka lebih dekat dengan Allah dan ingin menaikkan derajat seorang hamba tersebut.

Namun kembali lagi kepada bagaimana seseorang tersebut dalam memahami ujian yang Allah berikan, dan bagaimana pula prasangka orang tersebut kepada Allah swt. Penting sekali husnudzhon kepada Allah.

Dalam hadis Bukhari No. 6951 Rasulullah SAW bersabda :

قَالَ اللَّهُ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي

Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah berfirman: ‘Aku selalu tergantung prasangka hamba-Ku terhadap-Ku.” (H.R. Bukhari)

Dan dalam hadits lain juga dijelaskan hal yang serupa,

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِي إِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ هُمْ خَيْرٌ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

Nabi ﷺ bersabda, “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (H.R. Muslim)

Dijelaskan dalm hadis tersebut bahwa Allah akan berbuat sesuai bagaimana prasangka hambanya terhadapnya. Namun bila dilihat dari berbagai perspektif manusia dalm menyingkapi masalah atau ujian yang ia jalanin maka tidak sedikit dari mereka yang menyalahkan dan mengeluh bahkan sampai berprasangka buruk kepada Allah karena sebab masalah yang ia jalani.

Ada dua tipe manusia dalam menyikapi masalah yang ia sedang jalani. Pertama, seorang hamba yang baik ketika Allah berikan ujian ke dalam hidup nya maka ia akan menjadikan ujian tersebut sebagai alternatif untuk ia semakin dekat dengan Allah, semakin dia berserah diri kepada Allah atas apa yang terjadi pada dirinya.

Adapun yang kedua, mereka cenderung menyalahkan keadaan bahkan sampai melakukan hal yang tidak baik karena putus asa atas apa yang terjadi kepadanya, bahkan mereka bisa saja sampai menganggap bahwa Tuhan itu sangat tidak adil terhadap diri nya dan tidak mempunyai belas kasihan terhadap nya.

Dalam al-Qur’an pun disebutkan mengenai hal ini dalam surah al-Insyirah ayat 6-8:

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”

Dalam asbab an-nuzul ayat tersebut turun karena untuk menghibur hati Rasulullah yang pada saat itu sedang sedih. Dan ayat tersebut juga dapat menjadikan pedoman bagi diri kita apabila sedang mendapatkan ujian dari Allah SWT.

Sejatinya kita harus menanamkan bahwa tidaklah Allah memberikan kita suatu ujian di luar batas kemampuan diri kita, dan tidak pula Allah memberikan ujian kepada kita sedang Allah juga lah yang akan memberikan solusinya. Dan kembali lagi bahwasannya Allah maha segala galanya dan maha kuasa, Allah maha berkehendak atas apapun yang terjadi pada diri kita. Husnudzhon kita terhadap Allah akan menjadikan diri kita semakin dekat dengan Allah dan menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...