Beranda Keislaman Akhlak Menjauhi Maksiat Lebih Berat daripada Melakukan Amal Ketaatan

Menjauhi Maksiat Lebih Berat daripada Melakukan Amal Ketaatan

Harakah.id – “Orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan keburukan, sedangkan orang yang berjihad adalah yang berjuang melawan hawa nafsunya.”

Ketahuilah, bahwa agama Islam terdiri atas dua bagian, meninggalkan apa yang dilarang dan melakukan amal ketaatan. Meninggalkan apa yang dilarang jauh lebih sulit karena melakukan amal ketaatan dapat dilakukan setiap orang, sedangkan meninggalkan syahwat hanya bisa diwujudkan oleh mereka yang tergolong Shiddiqun.

Baca Juga: Bohong Tidak Membatalkan Puasa Tapi Merusak Pahalanya

Oleh karena itu, Rasulullah Saw bersabda, “orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan keburukan, sedangkan orang yang berjihad adalah yang berjuang melawan hawa nafsunya,” (Bidayatul Hidayah: 61)

  (والمجاهد من جاهد هواه) أي من زجر نفسه عن اتّباع شهواته بالصّبر والتّوطين علي إيثار الخير وفي رواية الترمذي وابن حبّان المجاهد من جاهد نفسه اي قهر نفسه الادارة بالسّوء علي فعل الطّاعة  وتجنب المعصية وجهادها أصل كلّ جهاد فإنّه لو لم يجاهدها لم يمكنه جهاد العدوّ كذا أفاده العزيز….. (مراقي العبوديه: 61 )

Dalam riwayat Tirmidzi dan Ibnu Hibban, mujahid ialah orang yang berjihad melawan hawa nafsunya, yakni menekan nafsunya yang buruk untuk melakukan ketaatan dan menjauhi maksiat. Jihad melawan hawa nafsu adalah puncak dari semua jihad, karena jika tidak bisa memeranginya, maka tidak bisa memerangi musuh.

Ada sepuluh jendral-jendral hawa nafsu, diantaranya dengki, sewenang-wenang, sombong, dendam, tipu daya, was-was, melawan perintah, buruk sangka, dan suka mendebat. (Muraqil Ubudiyah: 61).

Baca Juga: Sejarah Lengkap Perkembangan Aliran Salafi Jihadi di Indonesia

Ketika engkau bermaksiat sesungguhnya engkau melakukan maksiat dengan anggota badanmu, padahal ia merupakan nikmat dan amanat Allah yang diberikan kepadamu. Mempergunakan nikmat Allah dalam rangka bermaksiat kepada-Nya adalah puncak kekufuran dan berkhianat terhadap amanat yang dititipkan Allah kepadamu betul-betul merupakan perbuatan yang melampaui batas. Anggota badanmu adalah rakyat atau gembalaanmu, maka perhatikan dengan baik bagaimana kamu menggembalakan mereka. Masing-masing kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.  (Bidayatul Hidayah: 61)

وعلم أنّ جميع أعضائك ستشهد عليك في عرصات القيامة بلسان طلق ذلق تفضحك به علي رؤوس الخلائق… (بداية الهدايه: في اجتناب المعاصي: 62 )

Ketahuilah, bahwa semua anggota badanmu akan menjadi saksi atasmu pada hari kiamat dengan lidah yang fasih. Ia akan menyingkap rahasiamu di hadapan semua makhluk. Allah Swt berfirman, “pada hari kiamat lidah, tangan, dan kaki mereka akan menjadi saksi atas perbuatan yang kalian lakukan. (QS. An-Nur: 24).

Ketika mulut terkunci, betapa banyak kedzaliman tertutup oleh fasihnya lisan bicara. Berapa banyak keburukan terpoles oleh indahnya susunan kata-kata.

Banyak orang yang merasa aman bertingkah dosa, lantaran bisa sembunyi dibalik manisnya lidah kata-kata. Membantah, meski jelas-jelas bersalah. Bermain kata untuk menutupi dusta, dan tak jarang mencari kambing hitam untuk mengalihkan tuduhan dosa kepada orang lain. Korupsi harta yang bukan miliknya, manipulasi data agar berbeda dengan aslinya, dan sebagainya. Semua itu adalah contoh betapa banyak kejahatan ini terselubung oleh pandainya seseorang beralasan dengan lisannya.

Baca Juga: Seandainya Ilmu Hadis Tidak Ada, Apa Yang Terjadi Pada Islam?

Tetapi akan ada saatnya kelak, ketika lisan tak kuasa lagi bicara, tak mampu memungkiri kejahatan yang dilakukan sekujur tubuhnya. Ketika seluruh tubuh tak lagi berpihak pada keinginan manusia, tapi menurut dan taat kepada perintah Rab-nya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...