Beranda Keislaman Doa Menulis Shalawat Nabi Ternyata Juga Ada Pahalanya, Jangan Hanya Membacanya

Menulis Shalawat Nabi Ternyata Juga Ada Pahalanya, Jangan Hanya Membacanya

Harakah.id – Menulis shalawat Nabi mempunyai keutamaan tersendiri. Seperti membacanya, menulis shalawat Nabi amalan berpahala.

Ada tradisi di kalangan santri sesaat setelah membeli kitab atau buku tulis yang akan digunakan untuk mengaji di pondok pesantren yakni menulis salawat nabi pada awal halaman kitab.

Tradisi tersebut merupakan ajaran ulama salaf sebagai interpretasi dari nash Al-Qur’an dan hadits nabi tentang keutamaan bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Salawat kepada Nabi Muhammad SAW. merupakan amalan yang banyak mengandung keutamaan dari Allah SWT.

Dijelaskan oleh ulama, bahwasanya orang yang bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW. maka Allah akan menganugerahkan rahmat dan ampunan kepadanya.

Berkat rahmat dan ampunan-Nya manusia akan memperoleh berbagai kenikmatan dan kebaikan dalam hidupnya di dunia dan akhirat. Hal tersebut berdasarkan penafsiran ayat berikut.

Allah SWT. berfirman 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya : Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (Qs. Al-Ahzab [33]: 56)

Bahwasanya Allah bersalawat untuk nabi berupa rahmat khusus dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

Wujud salawatnya malaikat kepada nabi yakni berupa istighfar yang maknanya memohonkan derajat yang tinggi di sisi Allah. Sedangkan salawat seorang mukmin kepada Nabi Muhammad SAW. berupa munajat atau doa. 

Ulama mengibaratkan bahwa Nabi Muhammad SAW. sebagai wadah yang telah terisi penuh dengan air, dan orang yang bersalawat kepada nabi diumpamakan sebagai alas yang berada tepat di bawah wadah tersebut.

Sedangkan salawat yang disampaikan kepada nabi diibaratkan sebagai air yang dituangkan ke dalam wadah yang telah terisi penuh dengan air, maka air tersebut pasti akan tumpah ke bawah wadah tersebut.

Dari perumpamaan tersebut menggambarkan bahwasanya kebaikan dari salawat seseorang akan kembali kepada diri orang tersebut, sebab Nabi Muhammad SAW. telah sempurna dalam memperoleh anugerah rahmat dari Allah SWT.

Keutamaan salawat nabi tidak hanya diperoleh dengan membaca atau mengucapkannya, akan tetapi juga ketika menulisnya pada suatu kertas atau kitab. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani (w. 360 H) dalam kitabnya Al-Mu’jamul Ausath hadits dari Abi Hurairah Ra. Nabi Muhammad SAW. bersabda ;

مَن صلّى علَيَّ في كتابٍ لَمْ تزَلِ الملائكةُ تستغفِرُ له ما دام اسمي في ذلكَ الكتابِ

Artinya : Siapa pun yang bersalawat kepada ku [menulis salawat] pada sebuah kitab, maka malaikat tidak akan luput untuk memohonkan ampun baginya selama namaku [yakni Nabi Muhammad SAW.] masih terdapat pada kitab tersebut. (HR. Thabarani no. 1835) 

Adapun Syaikh Nawawi dalam kitab Kasyifatu Naja’ memuat hadits Nabi Muhammad SAW. sebagai berikut

مَن صلّى علَيَّ في كتابٍ لَمْ تزَلِ الملائكةُ تصلى عليه ما دام اسمي في ذلك الكتاب

Artinya: Siapa pun yang bersalawat kepada ku pada sebuah kitab atau buku, maka malaikat tidak akan luput mendoakannya selama namaku ada pada kitab tersebut.

Syaikh Abdul Mu’thi As-Samlawiy menerangkan tentang makna dari hadits itu, bahwa siapa pun yang menulis salawat, bersalawat atau membaca salawat yang tertulis pada suatu kitab atau pada secarik surat, maka tidak akan keliru malaikat mendoakan keberkahan kepadanya atau memohonkan ampunan untuknya.

Adapun salawat nabi yang biasa ditulis oleh para santri pada awal halaman kitab yakni

اللهم صل على سيدنا محمد و آله و صحبه و سلم

Mengingat besarnya keutamaan yang diperoleh oleh orang yang bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW. selayaknya kita melazimkan untuk membaca atau menulisnya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...