Beranda Khazanah Menuai Pahala Plus Berkah Ramadan di Final Liga Champions dan Liga Eropa...

Menuai Pahala Plus Berkah Ramadan di Final Liga Champions dan Liga Eropa 2019

Harakah.id – Mungkin ada beberapa di antara kita yang kerajingan nonton pertandingan sepakbola. Menurut banyak survey, sepakbola memang jenis olahraga yang paling digemari oleh manusia di seluruh dunia. Maka tidak heran jika perhelatan Piala Dunia atau UEFA Champions League hampir mengikat perhatian orang di seluruh dunia.

Hobi menonton pertandingan-pertandingan sepakbola tak lagi mempersoalkan jam tayang. Perhelatan Liga Champions 2018/2019 hampir dipastikan tayang di Indonesia pukul 02.00 dini hari. Begitu juga Liga Eropa, Liga kasta kedua di Eropa setelah Liga Champions, juga tayang ketika waktu-waktu orang Indonesia biasanya tidur nyenyak. Maka begadang atau bangun lebih awal menjadi wajib hukumnya demi menonton pertarungan pemain kelas dunia di satu gelanggang lapangan yang megah.

Musim ini, final Liga Champions mempertemukan dua klub Inggris gen unggas, Liverpool vs Tottenham Hospurs. Perjalanan kedua klub di babak grup hingga knock out memang mengundang decak kagum. Comeback Liverpool kala membantai Barcelona di Anfield dianggap sebagai salah satu tragedi terbesar sekaligus pertandingan paling sensual dalam sejarah Liga. Liverpool memang fenomenal musim ini. Tak ada yang menyangka, ketangguhan Liverpool akan memaksa Manchester City bertarung hingga pertandingan terakhir di Premier League meskipun akhirnya hanya nangkring di urutan kedua dengan selisih 1 poin.

Jalan terjal juga ditempuh Spurs. Datang sebagai tim yang tak diunggulkan, Spurs dengan mengejutkan mengalahkan Manchester City yang dianggap tim paling tangguh di Eropa musim ini. Leg kedua Spurs vs City adalah salah satu tontonan terbaik di mana kedua klub sama-sama memperlihatkan permainan terbuka dan benar-benar berhasrat untuk lolos ke babak semifinal liga. Di Semifinal, Spurs lagi-lagi menunjukkan kelasnya dengan menjinakkan anak-anak muda Ajax Amsterdam yang sebelumnya mengusir Real Madrid dan Juventus dari sirkuit perebutan juara. Tiga gol Lucas Moura seakan-akan membuktikan bahwa Spurs di Liga Champions adalah Spurs yang berbeda.

Tak hanya itu, kedigdayaan klub-klub Inggris juga terlihat pada perhelatan final Liga Eropa yang akan diselenggarakan nanti dini hari (30/5/2019). Chelsea dan Arsenal akan bertarung memperebutkan juara, yang mungkin akan menjadi satu-satunya gelar musim ini bagi kedua tim, setelah sebelumnya gagal memberikan penampilan gemilang di Premier League musim 2018/2019. Sarri dan Unai Emery yang tak kunjung menunjukkan stabilitas permainan dan taktik di musim ini kembali akan diuji. Bukan tak mungkin, hasil final akan mempengaruhi masa depan keduanya sebagai manager klub di musim yang akan datang.

Kedua final dua liga kasta tertinggi sepakbola klub tersebut secara kebetulan akan dihelat di Bulan Ramadan tahun ini. Bahkan, keduanya dihelat ketika Ramadan sudah menapaki 10 hari terakhirnya, yang kata Nabi adalah hari-hari di mana biasanya Lailatul Qadar turun ke bumi. Lalu pertanyaannya, bagaimana cara kita mempertemukan hobi nonton sepakbola dan keinginan untuk menuai pahala di Bulan Ramadan? Berikut jawabannya.

Banyak orang yang tidak menyadari kalau kecintaan dan hobinya kepada sepakbola bisa bernilai ibadah dan menambah pahala. Begadangnya bisa menjadi begadang yang menghasilkan keutamaan dan deras pahala. Untuk mengetahui itu, mari simak sabda Nabi Muhammad berikut ini terlebih dahulu;

عن عبد الله بن عَمرو بن العاصِ رضي الله عنهما قَالَ قَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم يَا عَبدَ اللهِ لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلانٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيلِ. متفقٌ عَلَيْهِ

Diriwayatkan dari Sahabat Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, Nabi bersabda, “Hey Abdullah, jangan kayak orang itu! Dia bangun malam (begadang) Cuma gak sholat malam.”

Nah, beradasarkan hadis di atas, kita mestinya bisa mengatur waktu sedemikian rupa agar jam nonton sepakbola dini hari juga menjadi kesempatan kita untuk sholat malam. Semisal, sehabis isya atau sekitaran jam 10 malam, setelah tarawih dan tadarus al-Qur’an, kita tidur lebih awal. Pukul 01.40 dini hari kita bangun dan bersiap-siap menikmati pertandingan. 45 menit usai babak pertama, kita manfaatkan waktu jeda menuju babak kedua untuk melaksanakan shalat tahajjud dan berdzikir hingga priiitt babak kedua berbunyi dan pertandingan dilanjutkan.

Dengan cara ini, begadang yang kita lakukan karena cinta dan fanatik terhadap sepakbola akan sekaligus menjadi ladang pahala yang tak kalah besarnya. Kecintaan kepada sepakbola tidak menjadi faktor yang membuat kita meninggalkan ibadah di Bulan Ramadan, justru menjadi media dan siasat jitu untuk lebih intens dan memanfaatkan waktu ibadah di Bulan Ramadan. Inilah cara cerdik dan cerdasa tentang bagaimana mempertemukan hobi dan keinginan untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.

Nah bagaimana? Klub mana yang kalian dukung? Chelsea atau Arsenal? Liverpool atau Spurs? Mau klub apa aja yang penting damai, letakkan ia pada posisinya hanya sebagai hobi dan hindari fanatisme yang berlebihan, apalagi yang menjurus pada tindak anarkisme dan kekerasan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...