Beranda Khazanah Menuntut Ilmu Pengetahuan Adalah Perjuangan di Jalan Allah, Ini Kata Nabi Muhammad

Menuntut Ilmu Pengetahuan Adalah Perjuangan di Jalan Allah, Ini Kata Nabi Muhammad

Harakah.idBarangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.

Perkembangan ilmu pengetahuan di zaman ini tidak terlepas pada sejarah lampau ketika dunia islam menguasai bidang pengetahuan dengan sebutan the golden age pada masa pemerintahan Khilafah Bani Abbasiyah, muncul nya para tokoh-tokoh sekaligus ilmuwan muslim di abad pertengahan (757 – 1517 M) peradaban saat itu berpusat di dunia islam Baghdad. Pengetahuan tersebut tidak hanya dalam bidang agama saja, namun terlebih dari itu seperti kedokteran, kebahasaan, astronomi, geografi, dan matematika.

Para ilmuwan muslim itu menguasai ilmu tidak hanya satu dan berpindah tempat untuk mencari kebenaran ilmu itu. Adapun tokoh-tokoh muslim yang muncul pada zaman Abbasiyah dengan keilmuannya filsafat yaitu Ibrahim an-Nazzam, Abu Huzail al-Allaf, Bisyr al-Mu’tamir, dan al-Juba’i. Ilmu Kedokteran dengan tokohnya Jirjis Bukhtyishuri at-Tabari, al-Razi, Ali bin al-Abbas, Ibnu Sina, Ibnu Sahal, Ibnu Masiwaihi, Jabir bin Hayyan, al-Kindi, dan al-Farabi. Bidang Ilmu Astronomi dengan karyanya yang fenomenal “Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah” yaitu al-Khawarizmi, al-Fazari, al-Fargani, Jabir Batany, Musa bin Syakir, dan Abu Ja’far Muhammad.

Bidang Optika, Abu Ali Hasan ibn al-Haythani. Bidang Ilmu Kimia, Jabir ibn Hayyan, dan Ibn Baitar. Bidang Ilmu Matematika, Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi, Tsabit ibn Qurrah al-Hirany, dan Musa bin Syakir. Bidang Ilmu Sejarah al-Mas’udi, Ibnu Sa’ad, dan Ibnu Batutah (seorang pelaut yang berhasil menemukan benua afrika). Bidang Ilmu Tafsir, Ibn Jarir ath Tabary, Ibn Athiyah al-Andalusy, Abu Bakar Asam, Ibn Jaru al-Asady. Bidang Hadist, Imam Bukhori, Imam Muslim, Ibn Majah, Baihaqi, At-Tirmizi. Bidang Kalam, al-Asy’ari, Imam Ghozali, Washil bin Atha. Bidang Geografi,Syarif Idrisy, Al-Mas’udi. Bidang Tasawuf, Sufyan As-Sauri (97-161 H/716-778 M), Abu Hasyim (w. 190 H), Rabi’ah A-Adawiyah (w. 185 H/801 M), Zun Nun Al-Misri, Junaid Al-Baghdadi, Abu Yazid alBustami (w.874 M), Abu Yazid al-Bustami, Shabuddin Sahrawardi, Al-Qusyairi, Al-Ghozali. Bidang Fiqih, Imam Malik, Imam Syafi’i, Ibnu Hanbal, dan Imam Abu Hanifah.

Di atas merupakan ilmuwan-ilmuwan muslim yang muncul pada masa Abbasiyah the golden age. Hal ini serupa dengan sabda Nabi SAW “

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Artinya: “Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” (HR Tirmidzi).”

Dengan itu maka kewajiban untuk menuntut ilmu sangatlah penting bukan hanya diliat dari sejarah saja akan tetapi seluruh umat muslim khususnya belajar menuntut ilmu baik dalam pendidikan formal ataupun nonformal. Sejarah diatas merupakan penyemangat bagi generasi seterusnya bahwasanya kita tahu dulu masa kejayaan islam pada ilmu pengetahuan. Namun, berbeda zaman ini yang hanya menikmati pengetahuan dari dunia barat dan mengikuti tradisi budaya yang tidak sesuai norma agama.

Padahal Allah SWT berfirman dalam surah al-Mujadalah ayat 11

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dalam ayat diatas Allah menjanjikan akan mengangkat derajat orang yang berilmu bukan hanya ilmu keagamaan akan tetapi ilmu duniawi, dengan itu Allah mengangkat seseorang dengan kemampuan keilmuwanya baik menjadi pemimpin, orang yang bermartabat, ataupun kebahagiaan jasmani. Hal itu sesuai dengan hadist nabi diatas bahwa seorang muslim yang mencari ilmu bahwasanya ia sedang berjihad dijalan Allah hingga ia kembali pada-Nya.

Setiap pekerjaan yang diawali dengan niat dan basmalah akan mendapatkan berkali lipat pahala salah satu pekerjaan itu ialah mencari ilmu dengan membaca, mendengar, memikirkan, dan merespons suatu kejadian baik indrawi maupun metafisika. Sebelum berbicara suatu hal maka perlu ada ilmunya, tidak mungkin seseorang berbicara dengan apa yang tidak ia ketahui maka itu suatu hal yang sangat mustahil. Rasulullah Saw bersabda;

العلم قبل القول و العمل

Artinya: “Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas.”

Segala aktivitas seperti tidur, olahraga, makan, bekerja, dan berjalan perlu kita ketahui ilmu dari kegiatan tersebut. Apakah yang dilakukan merugikan ataupun menguntungkan?, Bagaimana cara melakukan kegiatan tersebut?, Kenapa harus melakukan kegiatan A dibanding kegiatan B?, nah maka dari itu kita seorang muslim wajib menuntut ilmu dari yang paling dasar minimal agar kita tidak tersesat sesuai tuntunan dan pedoman Nabi.       

Namun, pada zaman ini sudah dikuasai peran teknologi dengan bermulanya diciptakan mesin uap pada abad ke -18 M yang demikian itu pada masa kemajuan pengetahuan dunia barat dengan dukungan tokoh ilmuwan-ilmuwan muslim di era Khalifah al-Ma’mun. Oleh karenanya umat Muslim diberi dalil dan petunjuk sebagai penyemangat baik lahir dan batin untuk memebangkitkan dunia islam kembali…Allahu Akbar. Wallahu a’lam

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...