Beranda Keislaman Ibadah Menyiram Kuburan Setelah Jenazah Tuntas Dimakamkan Adalah Sunnah Nabi yang Harus Dilestarikan

Menyiram Kuburan Setelah Jenazah Tuntas Dimakamkan Adalah Sunnah Nabi yang Harus Dilestarikan

Harakah.idMenyiram kuburan setelah pemakaman jenazah hukumnya Sunnah berdasarkan sebuah riwayat yang menceritakan bahwa Nabi terlihat menyiram kuburan putranya, Ibrahim

Menyiram kuburan dengan air setelah jenazah dikuburkan adalah sunnah. Disebutkan bahwa Nabi Saw menyiram kuburan Ibrahim, putra beliau, sesaat setelah selesai dikuburkan.

أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  رَشَّ عَلَى قَبْرِ إِبْرَاهِيمِ ابْنِهِ وَوَضَعَ عَلَيْهِ حَصْبَاءَ

Sesungguhnya Nabi Saw menyiram di atas kuburan Ibrahim, putra beliau, dan meletakkan kerikil di atas kuburannya.” (HR. Imam Syafii dan Al-Baihaqi).

Syaikh Nawawi Al-Jawi mengatakan dalam kitab Nihayatuz Zain, air yang digunakan untuk menyiram kuburan dianjurkan yang dingin dan dicampur dengan sedikit bunga mawar. Hal ini dimaksudkan agar kuburan menjadi dingin dan karena malaikat suka pada aroma yang wangi. Beliau berkata;

وَيُنْدَبُ رَشُّ الْقَبْرِ بِمَاءٍ باَرِدٍ تَفاَؤُلاً بِبُرُوْدَةِ الْمَضْجِعِ وَلاَ بَأْسَ بِقَلِيْلٍ مِنْ مَّاءِ الْوَرْدِ ِلأَنَّ الْمَلاَ ئِكَةَ تُحِبُّ الرَّائِحَةَ الطِّيْبِ

Disunnahkan untuk menyiram kuburan dengan air yang dingin dengan harapan agar  tempat tidur (kuburan) menjadi dingin dan juga tidak apa-apa menyiram kuburan dengan air mawar meskipun sedikit, karena malaikat senang pada aroma yang wangi.

Anjuran ini juga diterangkan oleh Imam Al-Bajuri dalam kitab Hasyiyatul Bajuri berikut;

ويندب أن يرش القبر بماء والأولى أن يكون طاهرا باردا لأنه صلى الله عليه وسلم فعله بقبرولده إبراهم


Disunnahkan menyiram kuburan dengan air. Yang lebih utama dengan air suci dan dingin. Hal demikian karena pernah dilakukan Nabi Saw terhadap pusara putranya, Ibrahim.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa menyiram kuburan setelah jenazah dikuburkan termasuk sunnah Nabi Saw. Karena itu, setelah jenazah selesai dikuburkan, maka sunnah untuk disiram dengan air suci, dingin dan disertai bunga mawar. Demikian, semoga bermanfaat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...