Beranda Keislaman Hikmah Merenungi Kekekalan Akhirat dan Kefanaan Alam Dunia untuk Kebaikan Diri Kita

Merenungi Kekekalan Akhirat dan Kefanaan Alam Dunia untuk Kebaikan Diri Kita

Harakah.idDi dalam al-Qur’an banyak sekali disebutkan bahwa sesungguhnya dunia itu hanyalah sementara dan akhirat itu adalah tempat yang sebenarnya.

Sering kali kita merasa percaya diri dengan kehidupan di dunia dengan waktu yang cukup lama, namun sebenarnya yang terjadi adalah bahwa kita sama sekali tidak mengetahui sampai kapan kita bisa berada di alam dunia ini.

Dunia yang hakikatnya sementara ini dapat membuat manusia terlena dengan segala yang disuguhkan, padahal yang seharusnya kita lakukan adalah menjadikan dunia ini sebagai tempat menabung kebaikan untuk kemudian kita tebus di akhirat nanti.

Alam akhirat sendiri merupakan tempat yang akan kita jalani sebenarnya, namun di tempat tersebut lah kita akan mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang kita kerjakan semasa kita hidup di dunia.

Di dalam al-Qur’an banyak sekali disebutkan bahwa sesungguhnya dunia itu hanyalah sementara dan akhirat itu adalah tempat yang sebenarnya. Seperti halnya dalam surah Ghafir ayat 39 dan surah al-Ankabut ayat 64 :

يَٰقَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا مَتَٰعٌ وَإِنَّ ٱلْءَاخِرَةَ هِىَ دَارُ ٱلْقَرَارِ

Artinya: Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.

وَمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

Artinya: Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

Tidak hanya al-Qur’an saja yang menjelaskan mengenai kehidupan dunia yang sementara tetapi Rasulullah juga mengaskan mengenai hal itu.

“Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan dengan akhirat kecuali seperti salah seorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, (perawi hadits ini yaitu ) Yahya memberikan isyarat dengan jari telunjuk nya lalu hendaklah dia melihat apa yang dibawa jarinya itu?” (H.R Muslim dan Ibnu Hibban)

Dalam hal ini maka kita perlu menyadari bahwasannya kita hidup di dunia untuk apa, apakah untuk beribadah kepada Allah ataukah hanya menjadi manusia materialistik yang selalu mengutamakan financial untuk kehidupannya.

Terlepas dari dua hal tersebut, maka perlunya kehidupan yang setara yakni kita tetap berusaha untuk menjadikan hidup kita di dunia menjadi layak dengan cara mencari penghasilan dan sebagainya, namun kita juga harus menyadari bahwa kita tidak boleh meninggalkan apa yang sudah menjadi kewajiban kita, yaitu beribadah kepada Allah.

Banyak sekali kefanaan dunia yang membuat kita akhirnya menjadi terlena akan dunia tersebut. Kita tidak menyadari ada banyak hal yang akhirnya membuat kita lupa akan tujuan utama kita yakni akhirat. Kecintaan manusia terhdap dunia semakin hari semakin bertambah yang akhirnya dapat menjerumuskan mereka ke dalam hal yang sesat.

Perihal dunia sendiri merupakan persoalan yang cukup besar dalam agama. Kelalaian manusia dalam menjalankan perintah Allah itu timbul karena kecintaan mereka terhadap dunia yang berlebihan. Namun, tidak dapat dipungkiri pula semakin berkembangnya zaman dunia makin menyuguhkan banyak sekali hal-hal menarik yang akhirnya menimbulkan perbandingan antara melakukan hal-hal yang bersifat duniawi ataukah melakukan hl-hal yang bersifat akhirat (kebaikan).  

Salah satu contoh bahwa kesenangan dunia lebih menarik perhatian adalah, bisa dibandingkan yaitu tempat nongkrong seperti coffee shop dan semacamnya lebih ramai dari pada tempat ibadah, manusia lebih sering membuka gadget-nya dibandingkan membuka al-Qur’an. Mereka bisa mengerjakan urusan dunia sampai pagi buta namun mereka tidak menyempatkan untuk beribadah (tahajud). Masih banyak sekali hal-hal yang memang menggambarkan kefanaan dunia pada saat ini.

Kita sebagai seorang muslim yang beriman hendaklah senantiasa selalu berpegang teguh bahwasannya dunia ini bersifat sementara yang akan hilang begitu saja, dan akhirat lah yang akan menjadi tempat kita yang kekal untuk hidup nanti. Namun, tidak hanya sebatas meyakini, kita juga harus mempersiapkan bekal untuk kita bawa ke akhirat kelak, memperbanyak ibadah kepada Allah mentaati perintahnya dan menjauhkan larangannya serta menjAlakan sunnah Rasulullah, insya Allah itulah yang akan menyelamatkan kita dari kefanaan dunia ini.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...