Beranda Khazanah Meresapi Syair Ahmad Syauqi, Sebuah Syair Indah yang Menggambarkan Kelahiran Sang Nabi

Meresapi Syair Ahmad Syauqi, Sebuah Syair Indah yang Menggambarkan Kelahiran Sang Nabi

Harakah.idSyair Ahmad Syauqi adalah satu dari sekian banyak syair yang menceritakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. dalam keindahan diksi dan kata-katanya, Syair Syauqi menangkap dan mampu menggambarkan momentum menakjubkan dalam proses kelahiran sang Nabi.

Syair merupakan hal yang tidak asing lagi bagi bangsa Arab khususnya. Sejak zaman dahulu bangsa Arab sudah hidup berdampingan dengan syair. Sikap Islam mengenai syair ini sebenarnya tidaklah konservatif. Memang ada beberapa dalil yang menjelaskan mengenai keburukan atau bahkan cenderung melarang untuk bersyair. Sebagaimana salah satu hadis Nabi yang berbunyi;

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَأَنْ يَمْتَلِئَ جَوْفُ أَحَدِكُمْ قَيْحًا خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمْتَلِئَ شِعْرًا

Dari Nabi Saw, beliau bersabda: “Lambung seseorang penuh dengan nanah lebih baik daripada penuh dengan syair

Hadis di atas sangat jelas baik secara tersurat maupun tersiratnya, bahwa Islam menganggap syair sebuah hal yang tidak baik.

Namun sejatinya, Islam tidaklah melarang syair secara umum. Akan tetapi lebih ke syair-syair tertentu saja yang islam larang, seperti syair-syair yang isinya menjelek-jelakan Nabi atau agama Islam. Sedangkan syair-syair yang berisikan hal-hal positif seperti motivasi dalam perang dan memuji Nabi, islam justru memandangnya sebagai hal baik dan bahkan mendukung nya.

Salah satu buktinya dari hal ini adalah di dalam kisah sahabat Abdullah bin Rawahah yang kala itu mendapat sebuah keistimewaan dari Nabi, yaitu mendapat doa secara khusus dari Nabi sebab dirinya telah melantunkan sebuah syair yang berisikan pujian kepada nabi secara langsung.

Masih banyak tentunya kalangan sahabat selain Abdullah bin Rawahah tadi yang juga membuatkan syair pujian kepada Nabi. Bahkan bukan hanya terbatas di kalangan sahabat saja, hingga setiap zaman pun di sana pasti ada penyair-penyair handal yang secara khusus membuatkan syair pujian kepada Nabi. Salah satu contohnya adalah Ahmad Syauqi, penyair kenamaan Mesir.

Ahmad Syauqi adalah penyair yang berasal dari Negeri Kinanah, Mesir. Yang mendapatkan gelar kehormatan sebagai Amiir al-Syuara (pemimpinnya para penyair), gelar ini dia dapatkan sebab dedikasinya dalam bersyair dan kefenomenalan syairnya di kalangan para sastrawan khususnya dan orang Arab pada umumnya.

Salah satu keindahan Syair Ahmad Syauqi dalam memuji Nabi adalah saat mendiskripsikan keadaan kelahiran Nabi Muhammad saw. Mengutip dua bait dari qosidahnya yang berjudul Nahj al-Burdah

سَرَت بشائِر بالهادي ومولِده # فى الشرق والغرب مَسْرَى النور فى الظلم

تخطفتْ مُهَج الطاغين من عربٍ #  وطيرت أنفسَ الباغين من عجم

Kabar gembira akan kelahirannya tersebar dari ujung timur hingga ujung barat bagai cahaya yang menerangi kegelapan

Hati orang-orang Arab yang dzolim menjadi takut dan jiwa orang-orang pemberontak dari kaum non-Arab pun menjadi gelisah dibuatnya 

Pada bait di atas, terdapat metafor dengan bentuk majaz istiarah. Yang mana Syair Ahmad Syauqi menggambarkan kelahiran nabi ini adalah sebuah tanda akan munculnya seorang utusan yang kelak akan memberikan petunjuk bagi-bagi orang-orang agar tidak tersesat dan bisa kembali ke jalan yang benar, dengan diibaratkan seperti pelita cahaya yang menerangi sebuah kegelapan dalam kebathilan.

Setelah itu, selanjutnya penyair menjelaskan akan keadaan para musuhnya, yaitu mereka para orang-orang dzolim dan orang-orang pemberontak. Di sana dijelaskan sebab kabar kelahiran sang Nabi, hati dan jiwa mereka menjadi gelisah dan takut dibuatnya. Karena mereka semua khawatir Nabi akan membawa perubahan di tanah Arab bahkan di luar Arab, dan pada akhirnya mereka serta kedzoliman dan kesesatannya semua akan tersingkirkan.

Selain syair di atas, Ahmad Syauqi juga menuliskan syair untuk mendiskripsikan kelahiran Nabi di dalam qosidah lainnya yang berjudul al-Hamziyah al-Nabawiyah;

ولد الهدى والكائنات ضياء # وفم الزمان تبسم وثناء

الرّوح والملأ الملائك حوله # للدّين والدنيا به بشراء 

 والعرش يزهو والحظيرة تزدهى # والمنتهى والسّدرة العصماء

Telah lahir sang (pembawa) petunjuk, maka semesta pun berpendar cahaya, demikian pula masa ikut tersenyum dan menyanjungnya

Jibril dan para malaikat mengelilinginya, bersamaan dengannya juga kebahagian bagi (penganut) agama dan (penghuni) dunia

Singgasana arsy begitu megah dan surga begitu mewah, serta sidaratul muntaha pula begitu kokoh

Lagi-lagi Syair Ahmad Syauqi menyebut cahaya, seakan-akan sosok Nabi ini tak bisa terlepas dari cahaya. Penggambaran dan majaz cahaya memanglah sangat sesuai dan pantas untuk disandingkan kepada nabi. Karena memang keberadaan Nabi bagaikan cahaya yang bersinar dalam kenyataannya maupun dalam kiyasannya.

Kemudian Syair Ahmad Syauqi menambahkan dengan menyebutkan bahwa kelahiran sang Nabi ini adalah sebuah kabar bahagia yang tiada tara, dan untuk menggambarkan kebahagian yang sungguh dan sangat ini, dia menyebutkan masa atau zaman pun ikut dibuat berbahagia serta ikut menyanjung sang baginda.  

Dan kali ini, bukan hanya cahaya saja yang disebutkan Syair Ahmad Syauqi. Melainkan juga tempat-tempat mulia seperti asry, surga, bahkan sidratul muntaha. Seakan-akan Syauqi memberikan sebuah kode bahwanya di sini, nabi adalah sosok yang sangat mulia dan sudah sepantasnya dan selayaknya apabila disandingkan dengan penyebutan tempat-tempat yang mulia pula seperti asry, surga, bahkan sidratul muntaha.

Betapa indahnya, jika kita dapat membayangkan keadaan dimana saat itu nabi dilahirkan di dunia. Sosok yang mulia, seorang utusan yang menjadi pelita. Shollu alannabiy al-Musthafa.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...