Beranda Fikih Meski Remeh, Beser Memang Merepotkan! Begini Panduan Wudhu dan Salat Untuk Para...

Meski Remeh, Beser Memang Merepotkan! Begini Panduan Wudhu dan Salat Untuk Para Pengidap Beser

Harakah.idPengidap beser seringkali kesal dengan penyakitnya. Utamanya ketika hendak melakukan ibadah. Panduan ini dibuat untuk para pengidap beser agar lebih nyaman melakukan ibadah.

Beser adalah fenomena fisiologis ketika air kencing seseorang keluar terus menerus tanpa bisa dikontrol. Ini merepotkan karena ibadah dalam Islam mewajibkan suci. Sedangkan keluarnya air kencing, atau yang disebut hadas, adalah penyebab batalnya wudhu, begitu juga salat.

Dalam fikih, beberapa aktivitas seperti salat dan memegang mushaf al-Quran memiliki syarat sah yaitu tidak berhadats. Kita mengenal ada dua jenis hadats: yang mewajibkan berwudlu, yang disebut hadats kecil; serta hadats yang mewajibkan seseorang mandi, disebut dengan hadats besar.

Salah satu hadats kecil adalah keluarnya sesuatu dari ‘dua jalan’, yaitu qubul (jalan bagian depan, atau saluran kemih dan liang senggama) dan dubur (jalan belakang, atau anus), selain mani serta darah haid dan nifas.

Para ahli fikih membahas persoalan salisul baul, yaitu orang yang mudah keluar air seni atau beser. Salah satu penyebab beser adalah penurunan fungsi otot-otot kendali kandung kemih, sehingga mudah muncul hasrat buang air kecil, dan air seni menetes karena kendali otot kandung kemih yang tidak maksimal.

Orang beser dikategorikan sebagai orang-orang yang senantiasa berhadats (daaimul hadats). Dalam praksis ibadah, masalah ini mencakup dua keadaan: permasalahan hadats dan najis.

Ketika keluar air kencing, otomatis seseorang jadi berhadats. Sayangnya bagi orang beser, kencing tak bisa ditahan sebagaimana lumrahnya orang sehat. Ujug-ujug menetes saja, maka wudhunya pun batal. Selain sering berhadats, air kencing yang mengenai pakaian itu najis. Saat shalat, wudhu yang batal dan pakaian yang najis menjadikan shalat tidak sah.

Ahli fikih membahas tata caranya sebagai berikut, sebagaimana dikutip dari Al Fiqhul Manhaji ‘ala Madzhabi Imam asy Syafii:

فالمستحاضة تغسل الدم، وتربط على موضعه، وتتوضأ لكل فرض، وتصلي.

Maka perempuan yang mengalami istihadlah, ia membersihkan dahulu darahnya, kemudian membalut/menutup jalan keluar darah, dan berwudlu setiap kali hendak shalat fardlu.Meskipun keterangan di atas membincang cara wudhu dan shalat pengidap istihadhah (keluar darah yang keluar di luar masa haid atau nifas) cara di atas disamakan pada perkara beser, karena istihadhah dan beser punya kesamaan: sama-sama daaimul hadats (sering berhadats), dan sering terkena najis.

Caranya: sebelum memulai shalat, buang air kecil dahulu sampai sekiranya terasa cukup tuntas. Lantas alat kelamin ditutup atau ditahan agar tidak meneteskan air seni ke sarung/celana, boleh dengan celana dalam atau kain lainnya. Segerakan shalat dengan sarung yang suci. Jika saat shalat terasa ada air kencing menetes ke kain, hal ini dapat ditolerir (di-ma’fu) karena susahnya mencegah hadats dan najis.

Karena sering batal wudhunya, pengidap beser ini wajib berwudlu dan ganti kain penahan yang terkena air kencing setiap kali shalat fardlu, namun tidak wajib saat melakukan shalat sunnah. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

REKOMENDASI

Fatima Mernissi dan Sekelumit Problem Keperempuanan dalam Islam

Harakah.id - Fatima Mernissi adalah salah satu perempuan yang seringkali diacu dan dirujuk kala berbicara tentang peran perempuan dalam Islam. Dia...

Di Balik Keharamannya, Ini Sepuluh Efek Buruk Minum Khamr yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui!

Harakah.id - Minum khamr melahirkan efek mabuk dan ngefly. Bagi sebagian orang, efek ini menjadi kenyamanan tersendiri karena dengan itu mereka...

Download Khutbah Jumat, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at

Harakah.id - Download Khutbah Jumat Juni, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at. Kutbah Pertama إِنّ...

Tafsir Surah An-Nahl Ayat 97: Kehidupan yang Baik dan Imbalan Untuk Orang yang Beriman

Harakah.id - Tafsir Surah an-Nahl ayat 97 menjelaskan perkara soal kehidupan yang baik berikut imbalan untuk orang yang beriman. Berikut penjelasannya...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...