fbpx
Beranda Keislaman Muamalah Meski Riskan, Kebolehan Akad Nikah Via Video Call di Masa Pandemi Masih...

Meski Riskan, Kebolehan Akad Nikah Via Video Call di Masa Pandemi Masih Bisa Dipertimbangkan

Harakah.idDi masa pandemi, pertemuan tidak lagi mudah seperti biasanya, termasuk menikah. Banyak calon pengantin yang kesulitan menghadiri akad nikah karena terhalang aturan. Lalu bagaimana jika via video call atau teleconfrence?

Para ulama sepakat terkait syarat kehadiran laki-laki, perempuan, wali nikah dan para saksi dalam pernikahan. Keempatnya harus hadir dan bertemu secara fisik dalam satu tempat dan terlibat dalam prosesi ijab-qabul. Tidak hadirnya salah satu di antara keempat sosok tersebut bisa berakibat pada batalnya proses akad nikah.

Bukan tanpa alasan para ulama mensyaratkan demikian. Proses ijab-qabul yang menjadi intisari dari akad nikah, bahkan pernikahan itu sendiri, harus terlaksana dengan jelas dan pasti. Ada pihak yang mau menikah, ada wali dan ada orang yang menjadi saksi. Setiap kemungkinan yang berpotensi mengganggu syarat kejelasan dalam proses akad nikah, tidak bisa ditolerir. Semuanya dilakukan untuk menghindari kemungkinan praktek tazwir (pemalsuan) dan talbis (manipulasi).

Yang dimaksud kejelasan dalam makna kehadiran keempat pihak, adalah kejelasan wajah, suara dan hal-hal fisik lainnya. Ijab-qabul harus diucapkan dengan lantang agar semua pihak bisa menyaksikan dan mendengarkan. Pengantin laki-laki harus hadir, pengantin perempuan, saksi dan wali juga harus hadir.

Lalu pertanyannya, bagaimana dengan prosesi ijab-qabul dilakukan melalui media virtual karena kondisi tidak memungkinkan terjadinya pertemuan fisik dalam satu tempat? Syeikh Wahbah al-Zuhayli menjelaskan:

الأصل في عقد النكاح أن يحضر الزوج والولي والشهود، فيحصل الإيجاب والقبول مشافهة، بحيث يسمع ذلك الشاهدان، فيشهدان على ما سمعا، وعلى هذا فإن عقد النكاح بواسطة شبكة الإنترنت ليس فيه حضور، ولو كان هناك سماع، وقد يكون هناك رؤية تشبه المقابلة، وحيث أنه شيء حادث لم يعرفه الأولون، فإنه بذلك ما تكلموا عليه، وكذلك المكالمات الهاتفية سواء عبر الهاتف أو عبر الإذاعة المسموعة أو المرئية أو نحو ذلك، فلم يتكلموا على ذلك، ونرى أنه لا يتحقق الشرط، فقد ذكر الفقهاء أنه لابد من حضور أربعة: الولي والزوج والشاهدين، ومعلوم أنه مع المكالمة الهاتفية لا يحصل حضور ولا اجتماع، وكذلك إرسال الإيجاب أو القبول عبر الفاكس ونحوه، يتخلف فيه الحضور والسماع الذي هو مطلوب، وقد يخاف أن يكون هناك تزوير أو تلبيس، والذي يظهر أنه لا يصح العقد بهذه الوسائل، وقد ذكر الفقهاء جواز التوكيل، وذلك بأن يوكل الزوج من يقبل عنه بعد الإيجاب وكالة شرعية، أو يوكل الولي من يتولى الإيجاب، فيقول الولي: (زوجت موكلك فلانًا ابنتي فلانة)، أو يقول وكيل الولي: (زوجتك ابنة موكلي فلانة بنت فلان)، فإن حصل قبول تم العقد، كما أنه يجوز التوكيل المتحقق عبر الهاتف، فيتصل الولي بأخيه أو قريبه ويقول: (وكلتك تعقد لفلان على ابنتي فلانة)، أو يتصل الزوج فيوكل فلانًا ويقول: (أنت وكيلي في قبول العقد على فلانة ابنة فلان) ويشهد على ذلك

] موسوعة الفقه الإسلامي المعاصر للشيخ الدكتور وهبة الزحيلي 3/ 223-247[

nucare-qurban

Dalam paragraf tersebut, Syeikh Wahbah menjelaskan bahwa media virtual yang hanya menyampaikan media suara, tidak diperkenankan. Suara tidak merepresentasikan makna “hadir” sebagai syarat sahnya akad nikah. Maka akad nikah atau ijab-qabul yang dilaksanakan melalui voice note tidaklah sah.

Lalu bagaimana dengan video call, yang notabene tidak hanya menyampaikan suara, namun juga gambar rill pihak yang akan menikah? Meskipun para fukaha’ belum membahas permasalahan ini karena hal itu tidak terjadi di masa mereka hidup, namun menurut Syeikh Wahbah hal itu juga tidak merepresentasikan sepenuhnya syarat kehadiran dalam prosesi ijab-qabul.

Lalu bagaimana solusinya? Syeikh Wahbah menjelaskan skema tawkil atau perwakilan. Jika seorang laki-laki tidak bisa hadir ke tempat akad nikah karena terkendala aturan transportasi di masa pandemi, maka prosesi akad nikah tetap bisa dilakukan dengan mewakilkannya kepada orang lain yang mengucap qabul atas nama dirinya. Hal ini juga biasa dilakukan seorang wali atau orang tua pengantin perempuan yang mentawkil atau mewakilkan perosesi ijab kepada seorang tokoh, Kiai atau penghulu.

Jadi kesimpulannya, menikah melalui video call adalah praktek yang tidak dianjurkan oleh para ulama karena masih menyimpan kemungkinan-kemungkinan tazwir (pemalsuan) dan talbis (manipulasi). Namun jika kemungkinan tazwir dan talbis bisa ditekan, maka bukan tidak mungkin akad nikah melalui video call dijadikan solusi pelaksanaan pernikahan di tengah pandemi seperti saat ini.

Namun ada baiknya kita mengambil pendapat yang aman-aman saja. Ketika seorang laki-laki memang tidak bisa hadir untuk melakukan akad-nikah, maka hendaknya ia diwakilkan kepada orang lain. Jika tidak, ya diundur saja sampai pandemi berakhir.  

- Advertisment -

REKOMENDASI

Berpotensi Besar Melahirkan Kecongkakan Sosial, Para Sufi Kritik Ritual Ibadah Haji

Harakah.id - Ketika berhaji diniatkan hanya untuk mendapatkan status sosial, maka sejatinya ia telah hilang dari visi awal ibadah haji itu...

Meskipun Kontroversial, Soal Etika Beragama, Kita Harus Belajar Kepada Vicky Prasetyo

Harakah.id - Sedang marak berita penahanan Vicky Prasetyo. Meski kontroversial, Vicky tetap bisa kita jadikan acuan soal etika beragama. Dalam sebuah...

Ada Pahala Besar di Balik Anjuran Berpuasa di 10 Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah

Harakah.id - Ada amalan lain yang disunnahkan bagi umat Islam pada bulan Dzul Hijjah, yaitu berpuasa. Di Bulan ini, kita sangat...

Lima Nilai Keutamaan Bulan Dzul Hijjah yang Harus Kamu Ketahui!

Harakah.id - Pada dasarnya, semua hari maupun bulan itu sama. Hanya kualitas perbuatan pribadi masing-masing saja yang membedakannya. Akan tetapi, Islam...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Satu Kata dalam Al-Quran Yang Cara Bacanya Aneh

Harakah.id - Di antara kata Alquran terdapat kata yang cara bacanya tidak lazim. Berikut adalah contohnya. Membaca Alquran harus...

Jangan Tertipu, Ini 10 Ciri-Ciri Al-Mahdi yang Datang di Akhir Zaman

Harakah.id ­- Keterangan datangnya dan ciri-ciri Al-Mahdi bersumber dari hadis-hadis Nabi Saw. Di antara tanda-tanda akhir zaman adalah...