Beranda Keislaman Hikmah Meskipun Najis dan Haram Dimakan, Ada 10 Karakter Anjing yang Harus Manusia...

Meskipun Najis dan Haram Dimakan, Ada 10 Karakter Anjing yang Harus Manusia Tiru

Harakah.id Karakter anjing yang harus manusia tiru, menurut Hasan al-Basri ada 10. Kesepuluh karakter anjing ini harus ditiru agar seseorang bisa menjadi manusia yang lebih baik.

Anjing merupakan hewan yang masuk dalam kategori najis mughaladhah atau najis berat. Yang mana cara mensucikannya bisa dibilang lebih ribet daripada yang lain, sebab harus dibasuh sebanyak tujuh kali serta salah satunya dicampur dengan tanah.

Namun sejatinya, bukan karena anjing ini masuk kategori najis berat akhirnya dia menjadi sesuatu yang hina. Di sini, justru sebaliknya. Anjing justru mempunyai keistimewaan-keistimewaan tersendiri. Sebut saja Qithmir, seokor anjing yang menemani Ashhabul Kahfi bersembunyi di dalam gua, Qithmir ini adalah salah satu nama anjing yang dijamin masuk ke dalam Surganya Allah. Selain itu, kisah seorang pelacur yang masuk surga sebab menyelamatkan anjing yang sedang kehausan pun kiranya bisa menjadi bukti lain akan keistimewaan dari seekor anjing.   

Dan pada tulisan kali ini pun sama, anjing yang mungkin sebagian orang memandangnya dengan sebelah mata, di sini justru sebaliknya. Mengutip dari kitab kitab Hikaya al-Shufiyah karya Muhammad Abu al-Yusr Abidin, Imam Hasan al-Bashri pernah mengakatan bahwa ada sepuluh karakter anjing yang harus manusia tiru.

Yang pertama adalah kelaparan. Anjing yang dimaksud di sini tentunya bukan anjing rumahan yang jelas dirawat dan dipelihara dengan baik oleh pemiliknya. Namun anjing yang menjadi matsal di sini adalah anjing liar, yang kebanyakan dari mereka kerap kali kelaparan karena susah untuk mendapatkan makanan. Dan kelaparan inilah hal pertama yang seharusnya ditiru oleh manusia, karena dengan sering merasakan lapar atau bisa juga sering berpuasa itu adalah termasuk kebiasaan dari orang yang sholih.

Yang kedua adalah tinggal di tempat yang tidak mewah, atau sebutan lainnya tinggal di tempat apa adanya. Manusia pun seharusnya seperti itu, yaitu tinggal di tempat yang seadanya tak perlu harus mewah dan megah. Sebab dengan tinggal di tempat apa adanya atau seadanya ini merupakan tanda-tanda dari seorang yang bertawakal.

Yang ketiga adalah tidur malam hanya sebentar. Kita tahu bahwa anjing itu sedikit tidur malamnya, oleh karenanya mungkin memang sangat cocok apabila dijadikan sebagai hewan penjaga. Dan hal inilah yang seharusnya ditiru oleh manusia, yaitu sedikitnya tidur malam kemudian sisanya dihabiskan untuk beribadah seperti sholat tahajud atau sholat malam.

Yang keempat adalah tidak memiliki warisan. Manusia apabila dapat meniru sifat yang satu ini, bisa dikatakan bahwa orang tersebut merupakan orang yang masuk dalam kategori zuhud. Yaitu tidak terlalu memikirkan bahkan cenderung meninggalkan perkara duniawi seperti harta benda dan warisan.

Yang kelima adalah tidak meninggalkan temannya walaupun disakiti atau dimusuhi. Anjing memang mempunyai sifat setia kawan yang sejati. Dan hal ini sangat perlu ditiru oleh manusia, yaitu tidak meninggalkan temannya walaupun dia menyakiti ataupun memusuhimu. Karena yang demikian tadi merupakan cerminan dari kesetia kawanan.

Yang keenam adalah ridho walaupun dirinya diletakan pada tempat yang rendah di dunia. Manusia pun seharusnya dapat meniru sifat yang satu ini, yaitu ridho bagaimanapun dan apapun keadaannya. Karena yang demikian itu merupakan cerminan dari sifat tawadlu’ atau rendah diri.

Yang ketujuh adalah di saat dia disuruh pindah dari tempatnya semula sebab satu dan lain hal, ia tak banyak protes dan membangkang. Dia lebih memilih pergi ke lain tempat dengan menerima apa adanya. Hal ini sangat perlu ditiru oleh manusia, yaitu mempunyai sifat menerima apa adanya dengan iklas tanpa banyak protes dan membangkang.

Yang kedelapan adalah tidak pendendam, walau dulunya mungkin pernah dipukul ataupun diusir, namun anjing tidak pernah dendam dengan hal-hal yang menimpanya pada waktu yang telah lalu. Sifat ini sudah selayaknya ditiru oleh manusia, betapa indahnya kehidupan manusia jika tidak adalagi pendendam. Semua hal-hal yang telah lampau anggaplah telah berlalu dan tak usahlah dendam. Karena yang demikian itu merupakan tanda dari kerendah hatian.

Yang kesembilan adalah saat dia dihidangkan pada makanan, dia lebih memilih antrian yang paling jauh, yaitu lebih memilih sabar menunggu dan mendahulukan yang lainnya. Hal seperti ini kiranya sangat perlu ditiru oleh manusia, karena mungkin kebanyakan manusia yang serakah saat dirinya dihadapkan dengan makanan pasti akan terburu-buru dan selalu ingin paling depan. Sifat seperti inilah yang sangat buruk sebab terlihat keserakahannya, dan sebaiknya harus dihindari.

Yang terakhir, yaitu yang kesepuluh adalah saat dirinya telah meninggalkan suatu tempat dan lebih memilih yang lain, maka dia akan fokus ke pilihannya yang sekarang dan tidak menghiraukan lagi yang dulu. Hal yang demikian ini dirasa perlu ditiru oleh manusia, yaitu fokus pada sebuah tujuan dan apa yang terjadi saat ini. Tanpa berlarut-larut terhadap hal atau sesuatu yang telah lampau.

Jadi itulah 10 karakter anjing yang harus manusia tiru. Sepuluh karakter yang mengandung kebaikan dari sosok hewan yang selama ini dianggap najis dan haram. 10 karakter anjing yang harus manusia tiru tersebut berguna agar seseorang mampu menjadi manusia yang lebih baik dan beretika.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...