Mewaspadai Bahaya Radikalisme yang Disebarkan Oknum Tidak Bertanggung Jawab

0
139

Harakah.id Islam melalui sumber-sumbernya menegaskan larangan terhadap tindakan radikalisme dan terorisme.

Bahaya radikalisme. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) radikal diartikan secara terminologis adalah (1) Paham atau aliran yang radikal dalam politik; (2) paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis; dan (3) sikap ekstrem dalam aliran politik.

Berdasarkan pemaknaan radikalisme ini, paham radikalisme dapat disematkan secara umum kepada setiap individu, kelompok, dan negara yang memiliki ketiga ciri tersebut. Maknanya berbeda dengan radikal yang masih bersifat netral, tetapi radikalisme mengarah kepada sesuatu paham yang negatif karena dilekatkan dengan cara-cara kekerasan. Demikian juga ketika didampingkan dengan radikalisme agama, maka konotasinya menjadi negatif, buruk, dan harus dilawan (Kun Wazis, 2019).   

Islam melalui sumber-sumbernya menegaskan larangan terhadap tindakan radikalisme dan terorisme. Dalam hadis-hadis Nabi disebutkan terkait larangan melakukan tindakan yang merugikan agama dan penduduk negara di antaranya sebagai berikut. Di dalam salah satu hadis Rasulullah SAW  bersabda:

أَحَبٌّ الدِّیْنِ إِلىَ اللهِ الحَنِیْفِیَّةُ السَّمْحَةُ

“Agama yang paling dicintai di sisi Allah adalah agama yang lurus dan toleran” (HR. Bukhari).        

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani ketika menjelaskan hadis ini beliau berkata: “Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari pada ‘Kitab Iman, Bab Agama itu mudah’ di dalam shahihnya secara Mu’allaq dengan tidak menyebutkan sanadnya, karena tidak termasuk dalam kategori syarat-syarat hadis shahih menurut Imam al-Bukhari. Akan tetapi beliau menyebutkan sanadnya secara lengkap dalam ‘al-Adab al-Mufrad’ yang diriwayatkan dari Sahabat Abdullah bin Abbas dengan sanad yang hasan. Hadis tersebut menunjukkan bahwa di dalam agama ini terkandung nilai-nilai toleransi, kemudahan, keramahan, dan kerahmatan yang sejalan dengan keuniversalannya sehingga menjadi agama yang relevan pada setiap tempat dan zaman bagi setiap kelompok masyarakat dan umat manusia (M. Qomarullah, 2016).

Kemudian dapat kita pahami dalam Hadis Nabi, Riwayat Muslim bahwa Rasulullah SAW memberikan pemahaman yaitu Islam mengajarkan umatnya untuk mengedepankan kasih sayang satu sama lain. Islam meminta umatnya selalu lembut kepada sesama umat Islam maupun dengan umat-umat yang lain selain Islam. Berikut ini kutipan Hadis Nabi;

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

Dari ‘Aisyah istri Nabi ﷺdari Nabi ﷺbeliau telah bersabda, “Sesungguhnya kasih sayang itu tidak akan berada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, jika kasih sayang itu dicabut dari sesuatu, melainkan ia akan membuatnya menjadi buruk” (HR. Muslim).

Dapat kita pahami melalui Hadis Nabi di atas jelas bahwa Nabi melarang umat Islam melakukan tindakan radikal-kekerasan kepada sesama. Sebaliknya, Islam mengharuskan umatnya untuk selalu mengasihi sesama. Islam menghendaki sikap lemah lembut umatnya di manapun berada.

Paham radikalisme mengatasnamakan agama adalah paham yang berbahaya. Karena paham ini menganjurkan pengikutnya untuk melakukan kekerasan seperti berbuat makar atau pemberontakan kepada Negara (al-baghyu). Demikian ulasan “Mewaspadai Bahaya Radikalisme yang Disebarkan Oknum Tidak Bertanggung Jawab”, semoga bermanfaat.

Artikel “Mewaspadai Bahaya Radikalisme yang Disebarkan Oknum Tidak Bertanggung Jawab” adalah kiriman dari Suci Rahmawati, Prodi Ilmu Hadis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta