Beranda Headline Minum Obat Penunda Haid Agar Bisa Puasa Ramadan Sebulan Penuh. Bagaimana Hukumnya?

Minum Obat Penunda Haid Agar Bisa Puasa Ramadan Sebulan Penuh. Bagaimana Hukumnya?

Harakah.idObat penunda haid memang tak jarang digunakan, utamanya bagi kaum perempuan yang ingin berpuasa Ramadan sebulan penuh. Tapi bagaimana hukumnya dalam Islam? Simak penjelasannya berikut ini…

Assalamualaikum Wr. Wb. Admin yang terhormat, saya seorang perempuan, pada bulan puasa ini, saya ingin puasa sebulan penuh. Bolehkah saya minum obat penunda haid? Terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb

Bulan Ramadan merupakan bulan mulia di mana seluruh umat muslim berlomba-lomba melaksanakan ibadah di dalamnya. Begitu juga kaum wanita, demi memudahkan dan melancarkan ibadah, beberapa dari mereka ada yang menggunakan pil atau obat penunda haid. Penggunaan pil atau obat penunda haid ini secara hukum diperbolehkan karena tidak adanya larangan pada hukum asalanya. Allah SWT juga berfirman, “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (Qs. Al-Baqarah: 185).

Akan tetapi perlu diperhatikan lagi jika pil atau obat penunda haid tersebut mempunyai efek samping yang membahayakan sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi atau tetap dikonsumsi namun di bawah resep dan petunjuk dokter. Hal ini berdasarkan kaidah fiqh, “La Dharar wa La Dhirar” (Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain).

Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw juga menjelaskan bahwa haid merupakan ketentuan dan ketetapan dari Allah atas kaum wanita dan agar ketetapan maupun rukhsah ini diterima oleh mereka. Oleh karena itu seorang muslimah sebaiknya menerima ketetapan Allah dan tidak menggunakan obat pencegah haid. Selain itu Rasulullah saw juga bersabda bahwa amal ibadah yang terhalang karena udzur syar’i akan tetap dicatat pahalanya sama seperti amal ibadah lainnya.

Jadi, bagi kaum perempuan, Islam tetap menganjurkan cara-cara alamiah yang tidak berefek samping dan membahayakan tubuh perempuan. Tidak masalah jika puasa Ramadan tidak tertunaikan full karena datang bulan. Haid, sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, adalah fitrah dan ketentuan biologis dari Allah SWT. Maka dari itu, seyogyanya kaum perempuan menerimanya sebagai bagian dari dirinya; bukan kekurangan dan hambatan untuk beribadah kepada Allah.

REKOMENDASI

Demi 1 Hadis, Sahabat Nabi Ini Tempuh Jarak 4000 Km untuk Pastikan Hafalannya

Harakah.id – Kisah seorang sahabat yang rela menempuh jarak Madinah-Mesir hanya untuk mencocokkan satu hadis yang dihafalnya. Tidak...

Cara dan Waktu Puasa Syawal 6 Hari Harus Urut atau Boleh Terpisah-pisah?

Harakah.id – Cara dan waktu puasa Syawal 6 hari boleh dilakukan secara berturut-turut di waktu awal bulan, maupun secara terpisah-pisah di...

Dahulukan yang Mana? Ganti Utang Puasa Wajib Atau Berpuasa Syawal?

Harakah.id - Ganti utang puasa wajib atau berpuasa syawal? Mana yang harus dikerjakan dulu? Mungkin kalian bertanya-tanya. Dan simak artikel berikut...

4 Tujuan Puasa Yang Wajib Diketahui, Agar Ibadah Puasa Semakin Bermakna

Harakah.id - Puasa dalam Islam memiliki tujuannya sendiri. Berdasarkan petunjuk al-Quran, hadis, dan telaah para ulama, kita temukan sedikitnya empat tujuan...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...