Beranda Keislaman Tafsir Misteri Ashabul A'raf dalam Al-Quran, Sekelompok Orang yang Tinggal di Antara Surga...

Misteri Ashabul A’raf dalam Al-Quran, Sekelompok Orang yang Tinggal di Antara Surga dan Neraka

Harakah.id – Misteri Ashabul A’raf dalam Al-Quran menarik untuk dibahas. Ini kisah mengenai sekelompok orang yang berada di antara surga dan neraka. Begini penjelasannya tafsirnya…

Beberapa hari kemarin di salah satu video konten youtube, yaitu pada segmen pemuda tersesat di chanel Jeda Nulis milik Habib Husein Ja’far Alhaddar. Ada salah satu pertanyaan yang cukup menggelitik namun menarik untuk dibahas. Pertanyaannya adalah, jika ada seseorang yang amal kebaikan dan keburukannya sama, akankah dia mendapat tambahan waktu untuk hidup atau bagaimana.

Baca Juga: Mengenal Nama-Nama Pemuda Ashabul Kahfi Berdasarkan Tafsir Al-Qur’an

Di dalam konten videonya, Habib Husein menjawab pertanyaan tadi dengan singkat padat dan seperlunya saja. Beliau menjelaskan bahwa di dalam al-Quran terdapat ayat yang membahas tentang masalah ini. Beliau menjelaskan, kelak di hari kiamat nanti, akan ada golongan orang yang berada di dinding yang sangat tinggi, berada di antara surga dan neraka. Karena saking tingginya dinding itu, maka orang-orang tadi dapat melihat jelas para ahli Surga dan ahli Neraka. Jika semua orang-orang sudah selesai dihisab dan ditentukan masuk Surga atau Neraka, barulah orang-orang yang berada di dinding tadi dimasukkan ke Surga sebab rahmat Allah, dan orang-orang itu adalah orang yang amal kebaikan serta keburukannya sama. Hal ini tertulis dalam surat al-A’raf tepatnya ayat ke 46;

وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى ٱلْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّۢا بِسِيمَىٰهُمْ ۚ وَنَادَوْا۟ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَن سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ

Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: “Salaamun ‘alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).

Dinding tadi bernama al-A’raf (الأعراف), yaitu dinding yang tinggi terletak di antara Surga dan Neraka. As Suddiy menjelaskan sebab dinamai dengan nama tersebut karena orang-orang yang berada di sana akan bisa melihat dan mengetahui orang-orang, yakni orang-orang yang masuk ke Surga maupun orang-orang yang masuk ke Neraka

Baca Juga: Tafsir Al-Quran Surat Al-Nur: 35, Cahaya Sebagai Metafora dan Fenomena Materi

لأن أصحابه يعرفون الناس 

Lalu siapakah para Ashhab al-A’raf atau orang-orang yang berada di dinding tinggi itu. Di dalam kitab Tafsir al-Quran al-‘Adhim karya imam Ibnu Katsir, ada beberapa penjelasan mengenai misteri ashabul a’raf dalam al-Quran dan siapa sajakah orang yang berada di dinding al-A’raf ini. 

Yang pertama adalah dari riwayat Said bin Salamah, yang menjelaskan bahwa para penghuni dinding itu adalah orang-orang yang pergi berperang di jalan Allah dan akhirnya mati syahid karena terbunuh, namun mereka semua tadi berangkat pergi berperang tanpa seizin orang tuanya. Kemudian ada juga penjelasan yang hampir mirip, yaitu dari riwayat Said bin Manshur yang menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang gugur dalam peperangan di jalan Allah, namun syahid dalam keadaan durhaka kepada orang tuanya.

Kemudian riwayat lain dari Ibnu Waki’ yang menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang akan mendapatkan pengampunan dari Allah. Apabila telah tiba waktu pengampunan bagi mereka, maka mereka akan di bawa oleh Allah menuju ke Nahr al-Hayat, yaitu sungai yang dinding-dindingnya berupa emas dan mutiara serta memiliki aroma yang harum. Mereka semua dimamdikan dibersihkan di sungai itu, dan setelah bersih maka akan dimasukan ke dalam Surga dengan tanda putih di wajahnya yang menjadi pengenal mereka.

Baca Juga: Ada Anggota Tubuh yang Wajib Ditutup dan Ada yang Wajib Dibuka, Begini Penjelasan Muhammad Syahrur Tentang Aurat

Riwayat lain adalah dari Ibnu Jarir, yang menjelaskan bahwa Ashhab al-A’raf ini adalah orang-orang yang memiliki timbingan yang sama antara amal kebaikan dan keburukannya. Pendapat Ibnu Jarir ini diperkuat oleh Hudaifah, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan beberapa mufassirin lainnya, yang menjelaskan bahwa mereka yang disebut Ashhab al-A’raf adalah orang-orang yang sama seperti penjelasan Ibnu Jarir.

Dan pendapat Ibnu Jarir tentang misteri ashabul a’raf dalam al-Quran yang didukung oleh para mufassirin lainnya inilah yang sama persisnya dengan apa yang Habib Husein Ja’far utarakan di dalam konten videonya. Yang perlu ditekankan lagi adalah, bahwa Allah benar-benar Dzar Maha Pemberi Rahmat. Lagi-lagi dalam kasus ini, ketika seseorang mempunyai dosa yang sama seperti pahalanya, Allah dengan kemurahan dan kasih sayangnya meridhoi mereka agar dimasukan ke dalam Surga-Nya, walaupun memang dipending dulu sebenatr menunggu para ahli Sugra lainnya selesai masuk duluan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...