fbpx
Beranda Headline Misteri Keberadaan Alien dan UFO, Inilah Penjelasan Al-Quran Tentang Dua Fenomena Tersebut

Misteri Keberadaan Alien dan UFO, Inilah Penjelasan Al-Quran Tentang Dua Fenomena Tersebut

Harakah.idKalian percaya atau tidak dengan alien? Meskipun masih sering dianggap psedosceinece, nyatanya para ilmuwan masih terus mencari tahu tentangnya, seperti dalam bidang eksoplanet dan astrobiologi. Lantas, di antara ada-tiadanya sosok makhluk ini, apakah Alquran membicarakannya? Alien dan UFO, Inilah Penjelasan Al-Quran.

- Advertisement -

Sejak lama manusia berpikir mengenai keberadaan makhluk hidup lain yang tinggal di luar Bumi. Makhluk hidup di sini maksudnya adalah makhluk hidup biologis yang mempunyai wujud materi, bukan seperti jin dan malaikat. Menurut astronom AS kenamaan, Carl Sagan, pencarian makhluk yang lazim disebut “alien” ini bahkan menggantikan pencarian “spesies manusia dalam konteks kosmik” menjadi “pencarian jati diri”. Sejak planet layak huni di luar tata surya ditemukan bahkan dicitrakan langsung oleh para astronom, keberadaan alien tidak bisa dipandang sebelah mata. Contohnya adalah planet Teegarden b yang memiliki indeks kesamaan Bumi mencapai 0,95 dari 1. Dari bertriliun-triliun bintang di alam semesta, seharusnya ada beberapa planet yang mengitari bintang tersebut yang menjadi tempat berlabuh kehidupan ini.

Gambar 1 Citra UFO yang ditangkap oleh militer AS (27/04/2020)

Belakangan, Pentagon (Departemen Pertahanan AS) merilis resmi video penampakan UFO pada tanggal 27 April 2020. Dari tangkapan kamera inframerah, sebuah objek terbang tak teridentifikasi bergerak cepat secara tak wajar. Hal tersebut menimbulkan reaksi keheranan dari pilot pesawat yang mengambil gambar tersebut. Ada yang mengaitkan fenomena ini dengan alien, meskipun banyak penjelasan “membosankan” lain yang lebih diutamakan kalangan ilmuwan. Komunitas sains cenderung menganggap tabu penjelasan mengenai alien untuk menjawab segala fenomena ganjil yang belum dapat dijawab ilmu pengetahuan saat ini. 

Baca Juga: Al-Quran Menyebut Gunung Sebagai Pasak Bumi, Bagaimana Penjelasannya Dalam Sains?

Di antara ada-tiadanya makhluk tersebut, apakah Al-Qur’an memberikan kita petunjuk mengenai misteri ini? Terdapat beberapa ayat Al-Qur’an yang terindikasi membahas hal-hal tersebut.

Pertama, surat Asy-Syura (42) ayat 29. Menurut Kepala LAPAN, Prof. Thomas Djamaludin, ayat tersebut mengisyaratkan tentang adanya makhluk bergerak selain di Bumi, juga ada di langit atau luar Bumi. Berikut kutipan terjemahan ayatnya.

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila Dia kehendaki.

Kata دَاۤبَّةٍ yang diterjemahkan sebagai “makhluk melata” maksudnya adalah makhluk yang menempati Bumi, seperti manusia dan lain-lain, menurut tafsir Jalalain karangan Syekh Jalaludin Al-Mahalli dan Syekh Jalaludin Asy-Syuyuthi. Makhluk yang terbang atau berenang tidak termasuk kategori tersebut, apalagi yang bersifat ghaib. Oleh karena itu, makhluk ini masuk dalam kategori makhluk hidup yang kita definisikan sebelumnya. 

Selain itu dalam ayat ini, disebut juga bahwa Allah berkuasa mengumpulkan semua makhluk tersebut. Dalam tafsir Jalalain, disebutkan bahwa dhamir hum yang terdapat dalam kata جَمْعِهِمْ lebih memprioritaskan makhluk yang berakal, seperti manusia. Berarti ada kemungkinan bahwa dalam suatu kesempatan bahwa kita manusia, di Bumi, dikumpulkan atau dipertemukan dengan makhluk cerdas tersebut. Tidak harus pertemuan secara fisik, melainkan juga bisa melalui transmisi gelombang radio atau media lainnya, seperti yang bisa kita lihat pada Internet di zaman modern ini.

Baca Juga: Benarkah Matahari Tenggelam dalam Lautan Lumpur Hitam Seperti Disebut Al-Quran? Inilah Penjelasannya

Kedua, simak kutipan surat Ath-Thalaq ayat 12 berikut. 

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa…”

Mengenai ayat ini, Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari, berkomentar bisa jadi perkataan mengenai tujuh bumi saling berdekatan sehingga dianggap satu. Hal itu juga ditunjukkan oleh riwayat Ibnu Jarir dari jalan Syu’bah dari ‘Amr bin Murroh dari Abi adh Dhuha dari Ibnu Abbas tentang firman-Nya ومن الرض مثلهن (dan seperti itu pula bumi). Beliau berkata,”Pada setiap bumi ada seperti Ibrahim, dan seperti ciptaan yang ada di atas bumi.”

Dalam buku Al Qur’an dan Astronomi (1997), disebutkan bahwa menurut mayoritas ahli tafsir, unsur keserupaan dalam hal tersebut terletak pada keberadaannya sebanyak tujuh lapis. Masing-masing berjarak sebesar jarak bumi dan langit serta dihuni makhluk yang tidak diketahui persis hakikatnya kecuali oleh Allah semata. Boleh jadi mereka juga mengalami siklus siang dan malam, meski tidak bisa dikatakan hal tersebut berasal dari Matahari dan Bulan kita. Yang jelas, tempat tersebut layak huni, sebagaimana eksoplanet-eksoplanet mirip Bumi yang ditemukan para astronom belakangan ini.

Tapi, makna “tujuh” sendiri tidak bisa hanya dipahami seperti angka tujuh dalam bilangan, apalagi spesifik dalam basis desimal. Bilangan tujuh bisa merepresentasikan jumlah yang sangat banyak, seperti dalam perumpamaan infaq sebagai tujuh tangkai (QS Al Baqarah (2): 261). Memang para pakar (tafsir) telah menyatakan bahwa bilangan adalah sesuatu yang tidak bisa didefinisikan (relatif). Oleh karena itu, kehidupan makhluk cerdas selain di Bumi dapat berjumlah banyak, seperti yang diprediksi oleh persamaan Drake. Persamaan ini adalah persamaan yang digunakan untuk memperkirakan jumlah peradaban ekstraterestrial di galaksi Bima Sakti.

Baca Juga: Tak Disibukkan Masalah Klepon, Negara Arab-Islam Satu Ini Luncurkan Misi Antariksa Untuk Pertama Kalinya

Begitulah beberapa ayat yang mengandung petunjuk yang diduga menerangkan manusia mengenai misteri keberadaan alien. Tentu saja tafsir ini tidak bersifat mutlak. Seperti kata ulama kita, KH Bahaudin Nursalim, ketika menafsiri sesuatu dalam Al Qur’an yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, maka itu tafsir sesuai makna dari kita, bukan dari Allah SWT.

REKOMENDASI

Muktamar NU 17 di Madiun, Upaya NU Membendung Pergerakan PKI Dan Agenda Pendirian Negara...

Harakah.id – Upaya NU membendung pergerakan PKI sudah jauh dilakukan sebelum pecahnya tragedi pemberontakan Madiun tahun 1948. Dengan melaksanakan Muktamar NU...

Respons Para Kiai Dalam Tragedi Gestapu, Santuni Janda Dan Pesantrenkan Anak Yatim Tokoh-Tokoh PKI

Harakah.id - Respons para kiai dalam tragedi Gestapu sangat jelas. Para Kiai menyatakan bahwa PKI tetap harus dibatasi pergerakannya. Hanya saja,...

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia...

Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Harakah.id – Maqashid Syariah sebagai ruh kerja ijtihad memang tidak bisa disangkal. Maqashid Syariah adalah maksud dan tujuan pensyariatan itu sendiri....

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...