Beranda Khazanah Misteri Konstanta yang Disebut dalam Al-Quran QS Al-Furqan: 2

Misteri Konstanta yang Disebut dalam Al-Quran QS Al-Furqan: 2

Harakah.idMengapa alam semesta ini teratur? Menurut sains, jawabannya adalah karena ada konstanta yang diciptakan Allah. Para saintis-fisikawan telah mencoba mengungkap misteri konstanta yang disebut dalam Al-Quran. Lalu seperti apa penjelasan tentang misteri konstanta yang disebut dalam Al-Quran ini?

Sudah semestinya kita sebagai seorang hamba untuk meyakini keberadaan Allah SWT. Keberadaan makhluk atau ciptaan bisa menjadi salah satu dalil aqli keberadaan Sang Pencipta. Alam Semesta dan makhluk-makhluk lainnya bisa kita jadikan sebagai objek untuk merenungi kebesaran Allah SWT.

Bisa kita amati, alam semesta yang begitu besarnya, dan juga butiran atom dan sel yang memiliki fungsi dan peranan penting dalam kehidupan. Apakah semua itu dibuat hanya asal-asalan?

Tentu saja tidak! Semua itu diciptakan dengan sangat teratur. Bahkan tidak hanya itu, dari segi ukuran pun sangat diperhitungkan. Kita sebagai manusia, terkadang sering melakukan kesalahan dalam melakukan sesuatu. Allah SWT mustahil melakukan kesalahan dalam menciptakan makhluk-Nya, maka dari itu kita bisa mengamati bagaimana keteraturan alam semesta ini diciptakan.

Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al – Furqon ayat 2 :

ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ فَقَدَّرَهُۥ تَقْدِيرًا 

Artinya : “Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.”

Baca Juga: Posisi Bintang Tsurayya dan Pengaruhnya Terhadap Corona

Imam Jalalain di dalam tafsirnya menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan faqoddarohu taqdiiron adalah سواه تسوية yang artinya secara tepat dan sempurna. Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan ayat tersebut, bahwa Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu dan memberikan ukuran dan aturan yang sangat cermat kepada masing-masing berupa rahasia-rahasia yang dapat menjamin keberlangsungan tugasnya secara teratur (sistematis).

Allah SWT menciptakan makhluk dari yang terkecil (dzarroh), hingga makhluk yang terbesar. Para ilmuwan terdahulu sampai saat ini terus menerus melakukan penelitian mengenai fenomena-fenomena yang ada di alam semesta ini. Dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, keteraturan yang Allah ciptakan di alam semesta ini dibuat menjadi sederhana oleh para ilmuwan agar bisa dipahami oleh masyarakat pada umumnya.

Salah satu contoh sederhananya adalah bagaimana Sir Isaac Newton (1642-1727) menemukan hukum Gravitasi, yang idenya ia temukan dari sebuah apel yang jatuh. Pada dasarnya, hukum gravitasi ini menjelaskan bahwa setiap benda yang berada di atas permukaan bumi akan tertarik ke bawah diakibatkan oleh adanya gravitasi bumi. Percepatan gravitasi di permukaan bumi ini berbeda-beda (berada pada rentang 9-10 m/s^2), namun sering sekali dibulatkan menjadi 10 m/s^2. Hukum Gravitasi di bumi dan di bulan sudah tentu berbeda. Ini merupakan sebuah keteraturan yang Allah ciptakan melebihi kemampuan kita sebagai makhluk.

Ketika Allah berkehendak dengan kun fayakunnya untuk mengubah gravitasi bumi ini, maka konstanta-konstanta alam semesta lainnya pun akan ikut berubah, sehingga bumi yang kita tinggali saat ini belum tentu layak untuk dihuni oleh makhluk hidup. Pada hakikatnya manusia dapat melakukan segala aktivitasnya termasuk ibadah di atas permukaan bumi merupakan sunatulloh dan atas keteraturan yang Allah ciptakan, yang kita sebagai manusia pahami sebagai hukum gravitasi. Ilmu Allah yang begitu luasnya, karena dengan manusia dapat memahami hukum gravitasi ini, sangat berpengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern ini.

Salah satu bukti keteraturan lain yang Allah SWT ciptakan adalah tentang konsep cahaya. Albert Einstein (1879-1955) yang mengemukakan bahwa kecepatan cahaya sebesar 299,792 km/s, yang sering dibulatkan menjadi 3 x 10^8 m/s.  Kecepatan cahaya ini didefinisikan oleh manusia, sehingga dapat dipahami bahwa besarnya 3 x 10^8 m/s. Bagaimana jika kecepatan cahaya ini diubah?

Contoh sederhananya adalah cahaya matahari yang sampai ke permukaan bumi. Jikalau Allah berkehendak agar kecepatan cahaya tersebut menjadi lebih kecil, maka akibatnya belum tentu cahaya matahari ini akan sampai ke permukaan bumi. Sehingga bumi akan gelap gulita dan suhu dipermukaan bumi pun akan sangat menurun, maka tidak mungkin ada kehidupan di permukaan bumi ini.

Dan jikalau Allah berkehendak untuk menaikan kecepatan cahaya, maka energi cahaya matahari yang sampai ke bumi ini akan begitu sangat tinggi, sehingga akan mengubah suhu, tekanan di atmosfer, bahkan tekanan di permukaan bumi, yang sederhananya mengakibatkan bumi seolah akan terbakar, dan kondisi seperti ini pun tidak lah mungkin adanya kehidupan. Namun, Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan sangat teratur, sehingga bumi ini layak untuk kita huni.

Allah SWT menciptakan konstanta-konstanta alam semesta dengan sangat teratur dan sistematis. Semuanya telah Allah atur sedemikian rupa sehingga kita sebagai manusia dapat menjadi kholifah fil ‘ardl. Kita pun dapat mengolah dan menikmati segala sesuatu yang telah sediakan di alam ini karena keteraturan yang sangat sempurna yang Alloh ciptakan. Maka layaklah Allah SWT dalam Q.S. Ar-Rahman mengulang-ngulangi perkataannya, “Maka nikmat tuhan kalian mana lagi yang kalian dustakan?”.

Ketika Allah SWT berkehendak untuk mengubah salah satu konstanta alam semesta, maka konstanta-konstanta lainnya pun akan ikut berubah. Alam semesta bahkan jagat raya ini akan hancur lebur dan tidaklah mungkin ada kehidupan. Allah SWT telah menjamin keteraturan yang Ia ciptakan. Sehingga bumi yang kita huni saat ini masih dapat berdiri kokoh, hingga sampai saatnya kehancuran tiba pada hari kiamat kelak. Wajib hukumnya bagi kita untuk menjaga alam ini. Itu merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita atas keteraturan alam semesta yang telah Allah ciptakan.

REKOMENDASI

Fatima Mernissi dan Sekelumit Problem Keperempuanan dalam Islam

Harakah.id - Fatima Mernissi adalah salah satu perempuan yang seringkali diacu dan dirujuk kala berbicara tentang peran perempuan dalam Islam. Dia...

Di Balik Keharamannya, Ini Sepuluh Efek Buruk Minum Khamr yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui!

Harakah.id - Minum khamr melahirkan efek mabuk dan ngefly. Bagi sebagian orang, efek ini menjadi kenyamanan tersendiri karena dengan itu mereka...

Download Khutbah Jumat, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at

Harakah.id - Download Khutbah Jumat Juni, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at. Kutbah Pertama إِنّ...

Tafsir Surah An-Nahl Ayat 97: Kehidupan yang Baik dan Imbalan Untuk Orang yang Beriman

Harakah.id - Tafsir Surah an-Nahl ayat 97 menjelaskan perkara soal kehidupan yang baik berikut imbalan untuk orang yang beriman. Berikut penjelasannya...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...