Beranda Keislaman Akidah Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir...

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.idMuslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang tidak suka dengan kelompok keberagamaan yang banyak melakukan kebidahan.

Para ulama terdahulu tidak pernah memperkenalkan istilah Muslim tapi Musyrik. Kaum Khawarij hanya mengenal Muslim-Kafir. Muktazilah mengenalkan ajaran Muslim-Fasik-Kafir.

Belakangan, ada kelompok yang memperkenalkan ajaran Muslim tapi Musyrik. Dalam sejarah umat Islam, istilah atau stigma Muslim tapi Musyrik baru dikenal pada masa belakangan. Apakah ini ajaran baru?

Kelompok baru tersebut rupanya punya pemahaman, tabarrukan pada orang saleh sama dengan menyembahnya. Menyembah orang saleh adalah termasuk kesyirikan. Jadi, jika seorang Muslim melakukan tabarruk pada orang saleh, dia termasuk Muslim tetapi Musyrik.

Istilah tersebut bermasalah karena beberapa alasan. Pertama, istilah tersebut adalah istilah baru. Al-Quran dan Al-Sunnah tidak pernah menggabungkan kedua kata tersebut untuk menyebut satu pihak yang sama. Begitu pula para ulama salaf al-salih. Jika istilah tersebut digunakan dalam agama, berarti itu adalah istilah baru.

Kedua, menyebut Muslim sebagai Musyrik sama dengan mengkafirkan mereka. Menyebut Musyrik dengan Muslim berarti menganggap si Musyrik telah masuk Islam. Anggapan semacam itu tidak diperbolehkan. Mengkafirkan Muslim sudah jelas dilarang. Sedangkan menganggap Musyrik sebagai Muslim sama dengan mengingkari kekafirannya. Mengingkari kekafiran adalah kafir.

Ketiga, tabarruk pada orang saleh bukan berarti menyembahnya. Jika dianggap menyembah, maka niscaya Rasulullah saw. tidak akan mengizinkan para sahabatnya bertabarruk kepada beliau. Faktanya, dalam banyak riwayat sahih disebutkan bahwa para sahabat bertabarruk kepada beliau. Setelah mencukur rambutnya, beliau membagi-bagikannya kepada para sahabatnya. Jika tabarruk dianggap menyembah kepada yang ditabarruki, niscaya Rasulullah saw. akan melarangnya. Karena Rasulullah saw. tidak melarang justru melakukan, berarti tabarruk adalah syariat.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : لَمَّا رَمَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الجَمْرَةَ وَنَحَرَ نُسُكَهُ وَحَلَقَ نَاوَلَ الحَالِقُ شِقَّهُ الأَيْمَنَ فَحَلَقَهُ، ثُمَّ دَعَا أَبَا طَلْحَةَ الأَنْصَارِيَّ فَأَعْطَاهُ إِيَّاهُ ، ثُمَّ نَاوَلَهُ الشِقَّ الأَيْسَرَ، فَقَالَ: اِحْلِقْ فَحَلَقَهُ ، فَأَعْطَاهُ أَبَا طَلْحَةَ، فَقَالَ: اِقْسِمْهُ بَيْنَ النَّاسِ

Dari Anas bin Malik yang berkata, ”Manakala Rasulullah saw. telah melaksanakan lempar jumrah, menyembelih korbannya, dan mencukur rambutnya, si pencukur memulai dengan mencukur sebagian rambut Rasul yang sebelah kanan, kemudian Rasulullah saw. memanggil Abu Thalhah al-Anshari, dan Rasululllah saw. beri rambut itu kepadanya, kemudian si pencukur memegang bahagian yang kiri, Rasul berkata, ”Cukurlah.” Si pencukur pun mencukur (rambut Rasul yang bagian kiri), Rasulullah saw. memberikan rambut itu kepada Abu Talhah, kemudian beliau berkata: ”Bagi-bagikanlah kepada orang-orang”. (HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Sampai di sini, jelas lah bahwa Muslim tetapi Musyrik adalah istilah baru yang penuh kerancuan. Istilah yang bertujuan mengkafirkan umat Islam yang menjalankan syariat tabarruk.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...