Beranda Headline Nabi Idris As, Nabi Sumber Inspirasi Kebudayaan dan Pengetahuan Mesir Kuno

Nabi Idris As, Nabi Sumber Inspirasi Kebudayaan dan Pengetahuan Mesir Kuno

Harakah.idNabi Idris adalah salah satu di antara 25 Nabi yang wajib kita hafal. Namun siapa sangka, Nabi Idris ternyata dikenal sebagai sumber inspirasi bagi kebudayaan Mesir Kuno.

Nabi Idris As. adalah salah seorang nabi yang namanya disebutkan di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an sendiri hanya menyebutkan nama Idris sebanyak dua kali, sekali dalam Surah Maryam dan sekali dalam Surah al-Anbiya:

(56) Ceritakanlah (Nabi Muhammad kisah) Idris di dalam Kitab (Al-Qur’an)! Sesungguhnya dia adalah orang yang sangat benar dan membenarkan lagi seorang nabi. (57) Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (Maryam: 56-57)

(86) (Ingatlah pula) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang sabar. (87) Kami memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang saleh. (al-Anbiya: 86-87).

Dalam buku Qashash al-Anbiya wa al-Tarikh juz 1 karya Prof. Rusydi al-Badrawi disebutkan bahwa alasan bahwa Al-Qur’an hanya menyebutkan nama Idris sebanyak dua kali adalah karena kaumnya, orang-orang Mesir, beriman pada Nabi Idris As. dan tidak menolak dakwahnya. Kebanyakan buku-buku kisah para nabi juga menceritakan Nabi Idris As. secara ringkas. Jikapun ada yang membahas lebih maka biasanya akan terfokus pada pembahasan terkait maksud dari diangkatnya beliau ke langit.

Menurut banyak sejarawan, nama Idris di dalam Al-Qur’an merujuk pada orang bernama Henokh yang disebutkan di dalam Taurat. Taurat juga menyebutkan bahwa Akhnukh diangkat ke langit oleh Allah. Nama Idris berasal dari kata darasa (belajar) yang mengandung arti seorang pembelajar cerdas yang mengajarkan ilmunya pada orang lain. Nabi Idris As. adalah nabi yang mengajarkan ilmu pengetahuan, matematika, perbintangan, dan politik di samping ilmu agama kepada orang-orang Mesir Kuno.

Prof. Ali Gomaa dalam acara televisi Mishr Ardh al-Anbiya Episode 1 menyebutkan bahwa Nabi Idrsi As. lahir dan tinggal di Mesir hingga Allah Swt. mengangkatnya ke langit. Di usia bumi yang belum lama ini, Allah Swt. tidak hanya menugaskan Nabi Idris As. untuk mengingatkan kaumnya agar mengesakan Allah Swt., namun juga membekali mereka ilmu-ilmu yang menjadi kunci kemudahan dalam kehidupan mereka. Gagasan terkait kehidupan setelah kematian bangsa Mesir Kuno nampaknya terinspirasi dari ajaran nabi yang diubah.

Sebagian ulama menganggap bahwa semua ilmu yang ada sebelum peristiwa banjir Nabi Nuh As. bersumber dari Hermes Trismegistus yang tidak lain adalah Henokh menurut orang-orang Ibrani dan Idris menurut orang-orang Islam. Nama Idris As. juga dikaitkan dengan nama Osiris dalam dunia perdewaan Mesir Kuno. Tentu pendapat-pendapat ini adalah hasil penelitian para ahli yang boleh jadi benar dan boleh jadi salah.

Dalam Tafsir al-Alusi juz 16 hal. 105 disebutkan bahwa Idris As. adalah orang pertama yang menulis dengan pena dan mengenalkan tulisan. Ia ahli dalam menjahit dan membuat kain dari pohon rami lalu menjadikannya pakaian. Sebelumnya, orang-orang biasa mengenakan pakaian dari kulit. Nabi Idris As. juga mengenalkan timbangan dan ukuran dan mengajarkan ilmu perbintangan. Allah Swt. telah mengilhaminya struktur alam semesta.

Nabi Idris As. menguasai 72 bahasa dan mengajarkan orang-orang Mesir untuk menetap dan membangun kelompok masyarakat. Hal ini bisa dipahami bahwa Sungai Nil menjadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat Mesir sehingga tidak perlu lagi untuk hidup nomaden mencari air dan rumput. Tak heran karena letak geografis yang subur itu menjadikan peradaban Mesir sebagai peradaban pertama di dunia. Lalu ketika orang-orang sampai di kawasan antara Sungai Tigris dan Eufrat maka muncullah peradaban Mesopotamia.

Idris As. merupakan nabi pertama setelah Nabi Syits bin Adam As. Allah Swt. tidak menurunkan kitab kepadanya namun memeberinya suhuf sebanyak 30 lembar. Ia tinggal di Kota Tua Memphis yang kini dikenal dengan nama Mit Rahinah, sebuah desa di Kota Badrasyin, Giza, Mesir. Dikatakan bahwa Idris As. tinggal di bumi selama 800 tahun hingga Allah Swt. mengangkatnya ke langit keempat. Allah Swt. mengajarinya hikmah dan dasar-dasar ilmu kehidupan yang berguna bagi manusia pada masa awal-awal kehidupan mereka.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...