Beranda Kabar "Ngaji Coding" Strategi Pengembangan Pesantren di Bidang Teknologi

“Ngaji Coding” Strategi Pengembangan Pesantren di Bidang Teknologi

Harakah.idNgaji Coding merupakan salah satu dari sekian rangkai program Ramadhan PCI NU Tiongkok yang bertajuk “Nihao Ramadhan”.

Program pelatihan coding bagi santri pesantren secara resmi dimulai hari ini. Program bertajuk “Ngaji Coding” ini merupakan upaya kolaborasi Axar School, PCI NU Tiongkok dan AIS Nusantara.

Sejak dibuka dua minggu lalu, Program Ngaji Coding batch 1 akhirnya dimulai hari ini. Sambutan para santripun sangat tinggi, santri ini berasal dari 250 pesantren seluruh Indonesia siap mengikuti pelatihan yang akan berlangsung selama dua pekan ke depan. Dengan skema beasiswa, santri dapat mengikuti program ini secara gratis. Tak hanya itu program ini akan berlanjut untuk batch 2 dan 3 selama tahun 2020.

Webinar bertajuk “Fourth Industry Revolution: Top Skills Demands” menjadi agenda pertama pelatihan. Di webinar ini para peserta mendapatkan insights dari para pembicara tentang skills yang harus dimiliki dimasa depan. Hadir sebagai pembicara dalam acara ini, David Christianto, Senior Data Engineer Bukalapak dan Jevri Ardiansyah, Chief Academy Officer Axar School yang saat ini sedang mengambil Pendidikan lanjut Computer Science di Saga University, Jepang.

Axar School sendiri merupakan sebuah Sekolah Koding yang berbasis platform yang fokus pada pelatihan teknologi seperti Web Development, Mobile Apps Development, Data Science, Artificial Intelligence dan Robotic. Habibi Salim, CEO dan Founder Axar School mengatakan optimis bahwa misi axar school dalam mengakselerasi pendidikan menengah di bawah naungan pesantren akan berhasil.

“Optimisme berdasarkan beberapa hal, pertama, dukungan berbagai pihak untuk mengerjakan PR besar ini sangat terbuka, PCI NU Tiongkok, AIS Nusantara, KBRI Beijing dan pihak-pihak lain yang mendukung program ini. Kedua, dari pihak santri ternyata sangat antusias. Saya yakin, dengan tipologi santri yang ulet, mereka akan berhasil.” Tuturnya

Ke depan Axar School akan mengajak perusahaan-perusahaan teknologi lainnya untuk bekerja sama dengan kapasitas yang dimilikinya. Mulai dari sertifikasi, penerimaan magang, dan menyediaan infrastruktur untuk digitalisasi pesantren.

Dalam sambutannya, ketua Syuriah PCI NU Tiongkok, KH. Imron Rosyid mengatakan bahwa, santri harus menguasai STEM agar tidak tertinggal. Ngaji Coding merupakan salah satu dari sekian rangkai program Ramadhan PCI NU Tiongkok yang bertajuk “Nihao Ramadhan”. Dirinya juga meminta seluruh pihak yang sudah terlibat, untuk bersedia menggelar program ini setiap tahun.

“Saya sangat berharap, program ini harus ada setiap tahun untuk mengembangkan potensi pesantren. Pihak-pihak yang belum terlibat seyogyanya bisa turut bergotong royong membangun pesantren. Dengan kolaborasi seperti ini saya kira pekerjaan rumah kita akan cepat selesai” tuturnya


[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...