Beranda Khazanah Pancasila Bukan Agama, Menerimanya sebagai Ideologi Tidak Bikin Syirik

Pancasila Bukan Agama, Menerimanya sebagai Ideologi Tidak Bikin Syirik

Harakah.id – Pancasila bukan agama. Ia hanya merupakan dasar dan falsafah yang menjadi idologi Negara dan sesuai dengan ajaran Islam.

Ketika tersebar rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir sekitar awal tahun 2019, banyak akun media sosial yang mengkampanyekan Pancasila adalah paham syirik, karena itu bertentangan dengan tauhid Islam. Pemahaman yang menyatakan Pancasila syirik berangkat dari asumsi bahwa Pancasila adalah agama. Menerima Pancasila sama dengan menerima agama selain Islam. Padahal, agama yang benar di sisi Allah adalah Islam. Di sinilah syirik itu timbul.

Paham “Pancasila sebagai agama” adalah mengada-ada, semaunya sendiri, tidak merujuk kepada pengertian yang diyakini mayoritas umat Islam Indonesia tentang Pancasila. Umat Islam di Indonesia hanya menempatkan Pancasila sebagai dasar falsafah dalam kehidupan bernegara. Bukan sebagai agama. Hal ini dapat dilihat dalam pandangan dua ormas terbesar di Indonesia terkait posisi Pancasila.

Pada tahun 1983, Nahdlatul Ulama (NU) telah menegaskan bahwa Pancasila bukan agama. Dalam dokumen Deklarasi Hubungan Pancasila dan Islam dikatakan bahwa “Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama.”

Baca Juga: Inilah Titik Temu Pancasila dan Teologi Islam Yang Tak Perlu Dibenturkan

Pada tahun 2015, Muhammadiyah menegaskan bahwa Pancasila bukan agama. Dalam dokumen berjudul “Negara Pancasila Sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah”, disebutkan,

“Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia adalah ideologi negara yang mengikat seluruh rakyat dan komponen bangsa. Pancasila bukan agama, tetapi substansinya mengandung dan sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam, yang menjadi rujukan ideologis dalam kehidupan kebangsaan yang majemuk. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa Pancasila itu Islami karena substansi pada setiap silanya selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam.”

Kedua dokumen di atas merupakan pernyataan penting yang mewakili sikap mayoritas umat Islam di Indonesia terhadap Pancasila. NU dan Muhammadiyah merupakan dua ormas yang di dalamnya bergabung ratusan juta penduduk Indonesia. Anggotanya terdiri dari para ulama dan umat Islam yang terus berusaha menjalankan ajaran Islam dengan sungguh-sungguh.

Mereka adalah umat Islam mayoritas di negeri ini. Ulamanya juga terbanyak. Tidak mungkin mereka bersepakat dalam kesyirikan. Mereka adalah al-jama’ah kelompok tempat keselamatan ketika terjadi perselihan dalam masalah akidah. Rasulullah Saw. memerintahkan agar kita mengikuti al-jama’ah dan berusaha tidak memisahkan diri.

Baca Juga: 3 Argumen Penolakan RUU HIP, Efek Bumerang Yang Paling Mengkhawatirkan

Rasulullah Saw. bersabda, ittabi’u as-sawaad al-a’zham fa innahu man syadzdza syadzdza fi an-nar. Ikutilah golongan ulama terbesar. Orang yang memisahkan diri, ia akan memisahkan diri di neraka. [HR Ibnu Majah]

Rasulullah Saw. juga pernah bersabda, inna allah la yajma’ ummati ‘ala dhalalatin wa yadullahi ‘ala al-jama’ah wa man syadzdza syadzdza fi an-nar. Allah tidak akan membuat umatku sepakat dalam kesesatan. Perlindungan Allah diberikan kepada al-jama’ah. Orang yang memisahkan diri, dia akan memisahkan diri di neraka [HR Al-Tirmidzi]

Dalam kitab Umdatul Qari Syarah Shahih Al-Bukhari, Syekh Badruddin Al-Aini menjelaskan bahwa al-Jama’ah dalam hadis di atas adalah para ulama. Demikian pula as-sawad al-a’zham adalah golongan para ulama yang banyak.

Berdasarkan keterangan ini, tidak mungkin mayoritas ulama di Indonesia sepakat dalam kesesatan dan kesyirikan karena telah menerima Pancasila. Pancasila bukan agama. Ia hanya merupakan dasar dan falsafah Negara dan sesuai dengan ajaran Islam.

Baca Juga: Jauh Sebelum Pancasila, Soekarno Terlebih Dahulu Berpikir Tentang Nasionalisme
Baca Juga: Cerita Aman Abdurrahman Hafal Lagu Garuda Pancasila dan Tega Kafirkan Orang Tuanya [2]

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...