Beranda Keislaman Tafsir Pandangan Gus Baha’ Terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Pandangan Gus Baha’ Terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Harakah.idHizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah bubar. Namun demikian aktivisnya terus melanjutkan agenda propaganda ideologisnya. Inilah pandangan Gus Baha’ terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Sekalipun organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah dibubarkan, tetapi para aktivisnya terus bekerja keras menyuarakan pendapatnya di muka umum. Baik secara online maupun offline. Mereka menggunakan berbagai nama yang berbeda-beda. Tetapi inti kegiatannya satu, kampanye khilafah.

Dalam memandang organisasi ini, sangat perlu kita berfikir esensialis. Ini seperti yang dilakukan oleh Gus Baha’ dalam memandang banyak hal.

Suatu ketika, Gus Baha’ pernah mengulas tentang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam satu pengajiannya. Menurutnya, organisasi apa pun sejatinya hanya bersifat musiman. Artinya, organisasi itu tidak akan berlangsung lama. Dan benar saja, HTI belum lama berkampanye, sudah punya musuh, lalu bubar.

HTI adalah organisasi yang mempunyai misi menyatukan umat Islam. Sebuah cita-cita yang secara teori baik. Tapi yang perlu diingat, HTI bukan satu-satunya. Sudah banyak organisasi yang berdiri dengan misi serupa. Termasuk di dalamnya Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, atau Ikhwanul Muslimin di Mesir, dan Partai Ba’ts di Iraq.

Dalam banyak kesempatan, organisasi-organisasi itu selalu menyuarakan persatuan umat Islam. Misalnya dengan menyitir ayat al-Qur’an, “Wa’tashimu bihablillahi jami’a wala tafarraqu, dan berpegangteguhlah pada tali agama Allah dan janganlah berpecah-belah”.

Dengan menggunakan ayat yang sama mereka mengajak umat Islam bersatu dan tidak berpecah-belah. Lucunya, ajakan tersebut mereka sampaikan dengan mengatasnamakan organisasi. Sementara keberadaan organisasi itu sendiri adalah bukti adanya perpecahan di antara umat.

Dengan kata lain, pengikut HTI berkoar-koar mengajak umat Islam bersatu, padahal diri mereka sendiri adalah bukti perpecahan di antara umat Islam.

Menurut Gus Baha’, jika orang-orang HTI legowo, harusnya mereka tidak usah mendirikan organisasi. Tinggal bergabung saja dengan wadah yang sudah ada. Entah ikut NU atau Muhammadiyah. Sebab cita-citanya sama, yaitu menyatukan umat Islam.

“Dengan membuat organisasi sendiri, dengan nama sendiri, itu sudah menambah jumlah perpecahan,” demikian kata Gus Baha’.

Gambarannya begini. Kalau yang ada hanya NU dan Muhammadiyah, perpecahan di kalangan umat Islam Indonesia hanya dua kelompok. Tapi dengan mendirikan HTI maka perpecahan itu menjadi tiga. Semakin banyak pecahnya maka semakin sulit bersatunya.

Di sinilah terkadang seseorang harus mawas diri. Terkadang perilakunya belum sesuai tuntunan Al-Quran tetapi menuduh pihak lain tidak memperjuangkan tuntunan Al-Quran. Mengajak umat Islam bersatu, tetapi dalam kenyataannya justru menjadi alat pemecah belah.

Demikian penjelasan singkat tentang pandangan Gus Baha’ terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...