fbpx
Beranda Keislaman Hikmah Pandemik Mengubah Segalanya, Rebahan Saja Jadi Berfaidah dan Berpahala

Pandemik Mengubah Segalanya, Rebahan Saja Jadi Berfaidah dan Berpahala

Harakah.id Rebahan. Apa sih rebahan? Mengapa banyak orang menggunakan kata ini dalam satu tahun terakhir? Apa artinya?

Rebahan secara bahasa berarti tidur di pembaringan. Kata ini bisa berarti positif dan bisa juga berarti negatif. Pertama, rebahan dalam pengertian negatif. Yaitu situasi tidak memiliki aktifitas sama sekali. Ketika tidak memiliki aktifitas, orang-orang biasanya akan menghabiskan waktu dengan rebahan. Aktifitas semacam ini berkonotasi malas-malasan.

Kedua, rebahan juga bisa berarti positif atau netral. Misalnya, ketika mereka yang punya aktifitas padat di luar rumah. Sesampainya di rumah, mereka biasanya menghabiskan waktu dengan rebahan. Rebahan berarti istirahat dari rasa lelah akibat aktifitas di luar sana. Dengan rebahan, seseorang dapat mengembalikan energi yang telah terkuras. Bisa juga rebahan berarti memanjakan diri sendiri dengan bersantai di rumah.

Sebagai muslim milenial, idealnya, kita dapat memaknai rebahan dengan aktifitas yang positif. Positif di sini bukan saja berarti bermafaat secara fisik maupu keuangan, tetapi lebih berarti punya nilai pahala di sisi Allah.

Rebahan bisa bernilai ibadah? Tentu. Mengapa tidak? Begini penjelasannya.

nucare-qurban

Rebahan berarti berdiam diri di rumah, berbaring, bersantai, atau memanjakan diri sendiri dengan tidak melakukan aktifitas. Aktifitas semacam ini hukumnya mubah. Boleh saja dilakukan setiap orang. Ketika aktifitas tersebut tidak sampai melalaikan kewajiban.

Rebahan itu seperti mandi, sikat gigi, makan, minum, atau tidur siang. Aktifitas harian yang biasa dilakukan anak muda. Sebagaimana makan dan tidur siang, jika kita bisa mengaturnya dengan baik, diniatkan untuk menjalankan perintah Allah, maka tentu saja, aktifitas berdiam diri di rumah, di atas kasur, dapat berbuah pahala.

Apalagi rebahan di masa pandemik seperti saat ini. Ulama dan umara’ telah menghimbau agar kita di rumah saja. Ulama dan umara’ adalah para ulil amri yang harus ditaati himbauannya. Allah Swt berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Wahai orang-orang yang terus meningkatkan keimanannya, taatilah Allah dan taati Rasul-Nya dan ulil amri di antara kalian.

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan agar kaum beriman taat kepada ulil amri. Lalu siapa ulil amri itu?

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,

قال العلماء : المراد بأولي الأمر من أوجب الله طاعته من الولاة والأمراء ، هذا قول جماهير السلف والخلف من المفسرين والفقهاء وغيرهم ، وقيل : هم العلماء ، وقيل : الأمراء والعلماء

“Para ulama mengatakan: Yang dimaksud dengan ulil amri adalah orang-orang yang Allah wajibkan untuk ditaati yaitu penguasa dan pemerintah. Inilah pendapat yang dipegang oleh mayoritas ulama salaf/terdahulu dan kholaf/belakangan dari kalangan ahli tafsir maupun ahli fikih dan selainnya. Ada yang berpendapat bahwa ulil amri itu adalah para ulama. Ada yang mengatakan bahwa mereka itu adalah umara’/pemerintah dan ulama.” (Syarah Shahih Muslim Lin Nawawi).

Kalau ulama dan umara sudah menghimbau kita untuk di rumah saja, maka dengan mematuhi himbauan ini, kita bisa mendapatkan pahala. Jika kita niatkan rebahan di rumah untuk mentaati perintah Allah yang memerintahkan kita agar taat pada ulama dan umara . Di sinilah rebahan itu bisa bermakna ibadah. Rebahan saja bisa dapat pahala, apalagi jika rebahan kita isi dengan kegiatan yang bernilai manfaat untuk kehidupan kita. Jadi, tetap rebahan berfaidah ya teman-teman.

- Advertisment -

REKOMENDASI

Ada Pahala Besar di Balik Anjuran Berpuasa di 10 Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah

Harakah.id - Ada amalan lain yang disunnahkan bagi umat Islam pada bulan Dzul Hijjah, yaitu berpuasa. Di Bulan ini, kita sangat...

Lima Nilai Keutamaan Bulan Dzul Hijjah yang Harus Kamu Ketahui!

Harakah.id - Pada dasarnya, semua hari maupun bulan itu sama. Hanya kualitas perbuatan pribadi masing-masing saja yang membedakannya. Akan tetapi, Islam...

Cara Rasulullah Mendoakan Orang Sakit dan Kesunnahannya yang Tidak Gugur Meski Pandemi

Harakah.id – Menjenguk dan mendoakan orang yang sakit adalah sunnah. Namun di masa pandemi, ketika berkontak fisik dilarang, apakah kesunnahannya berangsur...

Tradisi Bertawassul Sudah Ada Sejak Zaman Ulama Salaf, Ini Buktinya…

Harakah.id - Pada zaman ini sebagian umat Islam dibingungkan tentang boleh tidaknya tawassul. Padahal tawassul sudah menjadi amalan rutin kebanyakan kaum muslimin. Entah dari...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Satu Kata dalam Al-Quran Yang Cara Bacanya Aneh

Harakah.id - Di antara kata Alquran terdapat kata yang cara bacanya tidak lazim. Berikut adalah contohnya. Membaca Alquran harus...

Jangan Tertipu, Ini 10 Ciri-Ciri Al-Mahdi yang Datang di Akhir Zaman

Harakah.id ­- Keterangan datangnya dan ciri-ciri Al-Mahdi bersumber dari hadis-hadis Nabi Saw. Di antara tanda-tanda akhir zaman adalah...