Beranda Keislaman Hikmah Pandemik Mengubah Segalanya, Rebahan Saja Jadi Berfaidah dan Berpahala

Pandemik Mengubah Segalanya, Rebahan Saja Jadi Berfaidah dan Berpahala

Harakah.id Rebahan. Apa sih rebahan? Mengapa banyak orang menggunakan kata ini dalam satu tahun terakhir? Apa artinya?

Rebahan secara bahasa berarti tidur di pembaringan. Kata ini bisa berarti positif dan bisa juga berarti negatif. Pertama, rebahan dalam pengertian negatif. Yaitu situasi tidak memiliki aktifitas sama sekali. Ketika tidak memiliki aktifitas, orang-orang biasanya akan menghabiskan waktu dengan rebahan. Aktifitas semacam ini berkonotasi malas-malasan.

Kedua, rebahan juga bisa berarti positif atau netral. Misalnya, ketika mereka yang punya aktifitas padat di luar rumah. Sesampainya di rumah, mereka biasanya menghabiskan waktu dengan rebahan. Rebahan berarti istirahat dari rasa lelah akibat aktifitas di luar sana. Dengan rebahan, seseorang dapat mengembalikan energi yang telah terkuras. Bisa juga rebahan berarti memanjakan diri sendiri dengan bersantai di rumah.

Sebagai muslim milenial, idealnya, kita dapat memaknai rebahan dengan aktifitas yang positif. Positif di sini bukan saja berarti bermafaat secara fisik maupu keuangan, tetapi lebih berarti punya nilai pahala di sisi Allah.

Rebahan bisa bernilai ibadah? Tentu. Mengapa tidak? Begini penjelasannya.

Rebahan berarti berdiam diri di rumah, berbaring, bersantai, atau memanjakan diri sendiri dengan tidak melakukan aktifitas. Aktifitas semacam ini hukumnya mubah. Boleh saja dilakukan setiap orang. Ketika aktifitas tersebut tidak sampai melalaikan kewajiban.

Rebahan itu seperti mandi, sikat gigi, makan, minum, atau tidur siang. Aktifitas harian yang biasa dilakukan anak muda. Sebagaimana makan dan tidur siang, jika kita bisa mengaturnya dengan baik, diniatkan untuk menjalankan perintah Allah, maka tentu saja, aktifitas berdiam diri di rumah, di atas kasur, dapat berbuah pahala.

Apalagi rebahan di masa pandemik seperti saat ini. Ulama dan umara’ telah menghimbau agar kita di rumah saja. Ulama dan umara’ adalah para ulil amri yang harus ditaati himbauannya. Allah Swt berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Wahai orang-orang yang terus meningkatkan keimanannya, taatilah Allah dan taati Rasul-Nya dan ulil amri di antara kalian.

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan agar kaum beriman taat kepada ulil amri. Lalu siapa ulil amri itu?

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,

قال العلماء : المراد بأولي الأمر من أوجب الله طاعته من الولاة والأمراء ، هذا قول جماهير السلف والخلف من المفسرين والفقهاء وغيرهم ، وقيل : هم العلماء ، وقيل : الأمراء والعلماء

“Para ulama mengatakan: Yang dimaksud dengan ulil amri adalah orang-orang yang Allah wajibkan untuk ditaati yaitu penguasa dan pemerintah. Inilah pendapat yang dipegang oleh mayoritas ulama salaf/terdahulu dan kholaf/belakangan dari kalangan ahli tafsir maupun ahli fikih dan selainnya. Ada yang berpendapat bahwa ulil amri itu adalah para ulama. Ada yang mengatakan bahwa mereka itu adalah umara’/pemerintah dan ulama.” (Syarah Shahih Muslim Lin Nawawi).

Kalau ulama dan umara sudah menghimbau kita untuk di rumah saja, maka dengan mematuhi himbauan ini, kita bisa mendapatkan pahala. Jika kita niatkan rebahan di rumah untuk mentaati perintah Allah yang memerintahkan kita agar taat pada ulama dan umara . Di sinilah rebahan itu bisa bermakna ibadah. Rebahan saja bisa dapat pahala, apalagi jika rebahan kita isi dengan kegiatan yang bernilai manfaat untuk kehidupan kita. Jadi, tetap rebahan berfaidah ya teman-teman.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...