Beranda Khazanah Panduan Ringkas Menghadapi Pandemi Covid-19 Selama New Normal

Panduan Ringkas Menghadapi Pandemi Covid-19 Selama New Normal

Harakah.id Sebelum kita membahas lebih jauh tentang kandungan desifektan, sebaiknya kita perlu tahu dulu tentang Corona virus dan bagaimana mekanisme penyebarannya.

COVID-19 merupakan penyakit yang tidak dapat diremehkan. Per 10 Juni 2020, tercatat jumlah kasus positif corona di Indonesia mencapai 34.316 dan 1.959 pasien meninggal dunia.

Tingginya catatan kasus dan korban meninggal dikarenakan penyebaran virus Corona yang sangat cepat. Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin yang dapat menyembuhkan pasien dari virus tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan penyebaran virus secara serius.

Metode-metode yang dapat dilakukan untuk menekan penyebaran virus antara lain physical distancing, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan desinfektan pada benda-benda yang dipakai dari luar rumah, serta menggunakan masker bagi orang yang sakit.

Namun, pada kenyataannya, saat ini di berbagai supermarket maupun di apotek-apotek sulit ditemukan masker dan desinfektan. Sebenarnya, apa sih kandungan dari desinfektan sehingga dapat digunakan untuk melawan virus?

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang kandungan desifektan, sebaiknya kita perlu tahu dulu tentang Corona virus dan bagaimana mekanisme penyebarannya.

Virus corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Nama korona sendiri, berasal dari bahasa latin yang bermakna “mahkota”. Hal ini didasarkan pada bentuknya yang menyerupai mahkota atau korona matahari. Penyakit akibat terinfeksi dari virus ini disebut Covid-19. Angka 19 dikarenakan virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 2019 di Wuhan, China.

Virus ini tergolong kedalam SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) virus seperti virus influenza flu babi dan flu burung. Oleh karena itu, nama lain dari virus corona adalah SARS-CoV-2. Corona virus membawa materi genetik. Virus ini termasuk ke dalam virus RNA (Ribonucleic Acid), pembawa materi single helic sehingga virus ini mudah dilawan hanya dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau penyemprotan benda-benda menggunakan desinfektan.

Setelah mengetahui apa itu virus corona, sekarang pembahasan selanjutnya adalah bagaimana penyebaran virus tersebut dan senyawa kimia apa saja yang dapat menghambat penyebaran SARS-CoV-19.

Terdapat dua cara utama penyebaran virus corona, yaitu penyebaran secara langsung dan tidak langsung. Penyebaran secara langsung terjadi ketika berinteraksi dengan orang yang telah terpapar virus corona melalui batuk, bersin ataupun pembicaraan dengan mereka. Oleh karena itu sangat disarankan adanya physical distancing setidaknya dua meter dengan orang lain, sehingga kita terhindar dari virus tersebut.

Sedangkan penyebaran secara tidak langsung ketika kita menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi oleh corona virus. Analogi sederhana penyebaran ini ketika kita memegang benda yang sebelumnya dipegang oleh orang yang positif corona. Virus ini dapat bertahan beberapa jam pada permukaan benda. Oleh karena itu, pentingnya mencuci tangan dengan sabun serta menggunakan desinfektan pada permukaan benda di tempat umum.

Menurut Wiku, ketua tim pakar gugus Covid-19, cairan desinfektan adalah senyawa kimia yang digunakan dalam dekontaminasi permukaan benda mati dari mikroorganisme dan virus. Desinfektan komersial mengandung etanol 75% yang terbukti dapat menonaktifkan virus SARS-CoV-1 mencapai 99%, sehingga cairan ini dimungkinkan dapat membunuh virus tersebut.

Selain alcohol, hydrogen peroksida (H2O2) dapat digunakan untuk melawan virus corona ini. Hydrogen peroksida akan mengoksidasi membrane virus. Ketika membrane tersebut rusak, secara tidak langsung protein pembawa materi genetik pada virus tersebut akan rusak pula. Hal ini menyebabkan virus ternonaktivasi dan mengalami denaturasi. Hydrogen peroksida akan tereduksi menjadi air (H2O), sehingga desinfektan yang mengandung senyawa ini tergolong aman, baik untuk pengguna maupun lingkungan.

Selain dua senyawa di atas, dapat pula digunakan larutan klorin (OCl-) untuk mendenaturasi protein virus. Dinamakan larutan klorin karena senyawa ini banyak ditemukan dalam bentuk garamnya, sehingga mudah melepas ion OCl-.

Cara kerja dari larutan klorin sama dengan hydrogen peroksida, yaitu dengan mengoksidasi membrane virus tersebut dengan harapan sel-sel didalamnya akan mengalami denaturasi dan virus tersebut ternonaktivasi. Senyawa klorin banyak ditemukan pada pembersih lantai ataupun pembersih kamar mandi. Semakin tinggi senyawa ini, semakin efektif untuk membunuh bakteri/virus.

Namun, perlu ditekankan bahwa desinfektan-desinfektan tersebut hanya dapat membunuh bakteri/virus yang menempel pada benda mati (seperti meja, hp, ataupun gagang pintu). Sehingga desinfektan hanya mengurangi resiko terpapar dari virus SARS CoV-19.

Ketika virus masuk dalam tubuh kita, system imun dalam tubuh kita akan bekerja untuk melawan virus tersebut. Reaksi perlawanan dari tubuh kita dapat dilihat ketika tubuh kita demam atau kita bersin-bersin. Untuk mencegah virus masuk dalam tubuh kita, maka kita harus mengatur pola hidup kita menjadi pola hidup bersih dan sehat.

Bagaimana pola hidup bersih dan sehat itu?

Terdapat beberapa faktor pola hidup sehat yaitu penggunaan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di rumah serta menjaga pola makan sehat. Virus corona merupakan virus RNA yang dapat dihilangkan dari tubuh melalui kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun. Virus tersebut akan mudah terbawa oleh air ketika dibilas.

Selain menjaga kebersihan, perlu pula menjaga pola makan dan asupan gizi untuk menjaga daya tahan tubuh. Sehingga sewaktu-waktu virus tersebut menyerang, imun kita dapat sigap menghadapi virus tersebut, maka virus tidak akan menginveksi tubuh kita lebih lanjut. Makanan yang sehat menurut WHO yaitu:

1. meningkatkan konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang dan gandum
2. menurunkan konsumsi garam, gula, dan beras
3. mewaspadai konsumsi lemak, terutama lemak trans seperti lemak hewani.

Makanan sehat juga dapat diartikan sebagai gizi berimbang, yaitu 1/3 porsi karbohidrat, 1/3 porsi sayuran, 1/3 porsi terakhir adalah protein (dari lauk pauk) dan buah-buahan.

Selain asupan-asupan yang telah disebutkan, diperlukan pula vitamin untuk menjaga imun kita, seperti vitamin A yang berasal dari wortel, minyak ikan, mentega, kangkong, bayam dan ubi jalar. Diperlukan pula vitamin C untuk tubuh kita, vitamin tersebut dapat diperoleh dari jambu biji, brokoli, jeruk, papaya, lemon dan strowbery.

Demikian sekilas penjelasan tentang virus corona dan cara pencegahannya melalui penggunaan desinfektan yang mengandung alcohol, hydrogen peroksida, dan larutan klorin serta pola hidup sehat dengan makanan gizi berimbang dan vitamin. The first wealth is health, Ralph Waldo Emerson. (Mega, Kimia ITB 2016)


[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...