Beranda Keislaman Hikmah Panduan Tata Cara Shalat Sunnah Bagi Pengantin Baru di Malam Pertama

Panduan Tata Cara Shalat Sunnah Bagi Pengantin Baru di Malam Pertama

Harakah.idImam Nawawi al-Jawi (w. 1314 H) menjelaskan dalam kitabnya Nihayatuz Zain, bahwa di antara amalan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh pasangan pengantin baru pada malam pertama adalah shalat sunnah dua rakaat. Shalat ini disebut dengan shalat sunnah zifaf atau malam pengantin.

Shalat ini khusus dilakukan pada malam pertama sebelum pasangan pengantin baru melakukan hubungan badan. Baik suami maupun istri sama-sama disunnahkan untuk melakukan shalat sunnah zifaf ini. Oleh karena itu, sebaiknya keduanya melakukan shalat ini secara berjemaah. Imam Nawawi berkata;

ومنه ركعتا الزفاف تسن هذه الصلاة لكل من الزوج والزوجة ينوي بها سنة الزفاف

“Bagian dari shalat sunnah adalah dua rakaat zifaf. Shalat ini disunnahkan bagi suami dan istri dengan niat melakukan shalat sunnah zifaf.”

Kesunnahan melakukan shalat sunnah zifaf ini didasarkan pada hadis riwayat Imam Ibnu Abi Syaibah dalam kitabnya al-Mushannaf, dari Abu Said, dia bercerita bahwa ketika menikah terdapat sejumlah sahabat Nabi Saw yang hadir, antara lain Ibnu Mas’ud, Abu Zar dan Huzaifah. Kemudian mereka berkata;

إذا أدخل عليك أهلك فصل عليك ركعتين ، ثم سل الله تعالى من خير ما دخل عليك ، وتعوذ به من شره ، ثم شأنك وشأن أهلك

“Ketika kamu menemui istrimu, maka shalatlah dua rakaat. Kemudian mintalah kepada Allah  dari kebaikan yang dimasukkan kepadamu, dan  minta perlindungan kepada Allah dari keburukannya. Setelah itu, lakukan urusanmu dan urusan istrimu.”

Adapun tata caranya sebagai berikut;

Pertama, niat melakukan shalat sunnah zifaf dengan lafadz niat seperti berikut;

أُصَـلِّىْ سُنَّةَ لَيْلَةِ الزِّفَافِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّـهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan lailataz zifafi rok’ataini lillahi ta’ala

“Saya shalat sunnah malam pengantin dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Kedua, berjumlah dua rakaat. Pada rakaat pertama dan kedua setelah al-Fatihah boleh membaca surah al-Quran dan boleh tidak membaca. Jika hendak membaca surah al-Quran, maka boleh membaca surah apa saja dari surah-surah al-Quran.

Ketiga, setelah salam disunnahkan membaca doa berikut;

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺟَﺒَﻠْﺘَﻬَﺎﻋَﻠَﻴْﻪِ ، ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ ﻭَﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺟَﺒَﻠْﺘَﻬَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya (istri) dan kebaikan apa yang Engkau ciptakan padanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan apa yang Engkau ciptakan padanya.”

Demikian penjelasan terkait shalat sunnah pada malam pertama pengantin. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Ketika Sepasang suami Istri Menceritakan Adegan Ranjangnya Kepada Orang Lain

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...