Beranda Headline Ketum PBNU Sebut Kurban Tak Perlu Dibatasi

Ketum PBNU Sebut Kurban Tak Perlu Dibatasi

Jakarta, harakah.id – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H, Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siroj, mengimbau kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Nahdlatul Ulama bagi yang mampu untuk melaksanakan ibadah kurban. Menurutnya, di hari-hari tertentu masyarakat muslim menikmati hidangan makanan enak seperti di Hari Raya Kurban, semuanya makan daging.

Orang yang kaya, kata Kiai Said, hampir setiap hari bisa makan daging, sementara bagi yang miskin, di Hari Raya Idul Adha harus makan daging agar bisa merasakan kenikmatan hidup.

“Maka bagi yang mampu, mari kita berlomba berkurban sebanyak-banyaknya. Tidak usah dibatasin, tujuh orang sapi satu. Enggak, satu orang satu sapi pun silakan, kalau memang mampu. Mudah-mudahan pahalanya akan kita dapatkan nanti di akhirat ketika kita pulang ke hadapan Allah,” ucap Kiai Said, saat ditemui di ruangannya di lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/07) sore.

Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah ini juga menjelaskan bahwa PBNU memiliki lembaga bernama NU Care-LAZISNU, lembaga zakat, infak dan sedekah yang dikelola dengan amanah, jujur, diaudit oleh eksternal. (Qurban Gambang, Klik di sini)

“Maka percayalah kepada LAZISNU. Serahkanlah zakat, infak, sedekah, dan kurban kepada lembaga zakat, infak, sedekah yang dikelola oleh pengurus Nahdlatul Ulama. Kita bertanggung jawab dunia akhirat, bertanggung jawab menerima amanah, titipan, kepercayaan dari semua pihak,” ungkap kiai yang juga alumnus Universitas Ummul Qura Mekkah.

PBNU melalui NU Care-LAZISNU menjaga amanah dari donatur, baik itu berupa zakat maupun charity dan kurban.

“Akan kita jalankan sebaik-baiknya seperti yang sudah berjalan selama ini, tidak pernah ditemukan hal-hal yang menyimpang. (Semuanya) terbuka, transparan, dan auditable. Yang mengaudit juga auditor eksternal,” imbuhnya.

Baca Juga: Perkuat Islam Moderat, Kerajaan Arab Saudi Gandeng Nahdlatul Ulama.

Menurut Kiai Said, bahwa Islam adalah agama sosial, agama yang peduli dengan kebersamaan. Hal tersebut, lanjutnya, ditunjukkin dengan ibadah ma’aliyah (ibadah harta) seperti zakat, infak, sedekah, kurban.

“Zakat, zakat itu macam-macam. Zakat fitrah, tijaroh (zakat perdagangan), ziro’ah (zakat pertanian), perhiasan, dzahab (emas murni), dan masih ada lagi fidyah, nadzar, syukuran, dan, qurban. Itu semua sebenarnya merupakan ibadah ma’aliyah, ibadah harta yang menunjukan agama Islam agama sosial, agama yang peduli dengan kebersamaan,” pungkasnya. [Wahyu Noerhadi]

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...