Beranda Editorial Pendakwah Paling Dicari Tahun 2020; Tahunnya Gus Baha dan Felix Siauw yang...

Pendakwah Paling Dicari Tahun 2020; Tahunnya Gus Baha dan Felix Siauw yang Terpuruk di Urutan Ketiga!

Harakah.id Pendakwah paling dicari tahun 2020 ini dihitung dan dibaca berdasarkan lalu lintas penelurusan di Google selama 12 bulan terakhir. Ada empat pendakwah yang akan dibaca kali ini; Gus Baha, Felix Siauw, Abdul Somad dan Muhammad Quraish Shihab. Bagaimana hasilnya?

November 2020, PPIM UIN Syarif Hidayatullah mengeluarkan hasil riset terkait paham keagamaan yang berkembang di media sosial. hasilnya, tim peneliti menemukan bahwa diskursus agama pada platform twitter lebih didominasi konservatisme (67,2 persen), disusul moderat (22,2 persen), liberal (6,1 persen), dan Islamis (4,5 persen). Selain itu, tim peneliti juga menemukan bahwa berdasarkan viralitas, akun twitter @felixsiauw berada di urutan pertama disusul akun @gusmusgusmu, @TeladanRasul, dan @AlissaWahid.

Sebagai pendakwah, Felix Siauw tampak memiliki kekuatan dan konsistensinya sendiri. Banyak sekali riset yang dilakukan, yang menempatkan Felix Siauw sebagai dai paling berpengeruh dan mewarnai kontes gelanggang dakwah, baik secara online maupun offline. Dia berada di atas para pendakwah lainnya seperti Ustadz Abdus Somad dan Habib Quraish Shihab.

Baca Juga: Felix Siauw, Buku Muhammad Al-Fatih 1453 dan Kedaulatan Negara dalam Bayang-Bayang Bahaya Eks HTI

Di luar realitas dakwah yang dihasilkan melalui riset-riset ilmiah, tahun 2020 saya kira merupakan panggung bagi munculnya Gus Baha. Dengan ciri khas dan karakternya, Gus Baha mampu menyodok ruang dakwah virtual dan memberikan nuansa baru dalam dunia dakwah virtual. Tak hanya itu, Gus Baha meruntuhkan hipotesa umum yang dibangun oleh para periset soal karakteristik kaum milenial yang menjadi pasar dakwah virtual. Gus Baha muncul dengan segala bentuk kesederhanaan, lokalitas dan materi-materi pengajiannya yang sebenarnya segmented.

Di akhir tahun 2020 ini kita akan coba melihat kembali posisi keempat tokoh dakwah Indonesia tersebut. Siapakah pendakwah paling dicari tahun 2020?

nucare-qurban

Kali ini yang akan dijadikan titik hitung adalah seliweran kata kunci yang muncul di Google selama 12 bulan terakhir. Seluruh data yang akan disajikan dan dibaca dalam artikel kali ini adalah data yang diambil dari trends google. Kami hanya menginput empat nama tersebut untuk diperbandingkan grafiknya.

Pertama-tama, untuk menyelaraskan hasil pencarian dan perbandingan, kami menggunakan empat kata kunci; Gus Baha, Felix Siauw, Abdul Somad dan Muhammad Quraish Shihab. Keempat kata kunci tersebut dipilih sebagai “istilah penelusuran”. Siapa pendakwah paling dicari tahun 2020? Ini dia hasilnya;

Dari grafik di atas, tampak kalau Gus Baha dan Abdul Somad secara konstan beriringan sejak 12 bulan belakangan. Abdul Somad memimpin kuantitas penelusuran sejak Januari sampai April 2020. Jumlah penelurusan sempat seri di tanggal 5-11 April. Tapi sejak 12-18 April, Gus Baha mengungguli jumlah penelusuran dari Abdul Somad. Setelah itu, 19 April sampai 23 Mei, Abdul Somad jauh mengungguli Gus Baha secara penelusuran hingga rentang angka 40-50. Baru pada 28 Juni sampai Desember 2020, Gus Baha mendominasi jumlah penelusuran atas Abdul Somad.

Baca Juga: Penobatan Gus Baha Sebagai Dai of The Year, Ini Alasannya

Bagaimana dengan Felix Siauw? Meskipun mendominasi pertarungan dengan Muhammad Quraish Shihab, tapi nampaknya fluktuasi grafik penelusuran Felix Siauw tidak mampu menyentuh Gus Baha dan Abdul Somad. Alih-alih menyamai trafik penelusuran, rentang perbedaan traffic tampaknya cukup lebar.

Di balik grafik tersebut, nyatanya masing-masing pendakwah memiliki segmentasi pasarnya sendiri berdasarkan wilayah di Indonesia. Data berikut ini dengan lebih jelas menggambarkan soal “siapa unggul di mana”;

Dalam grafik di atas, Gus Baha unggul di pasar Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Namun, Meski kalah dengan Abdul Somad, Gus Baha cukup menyentuh pasar cukup besar di Lampung, Bali, Bali, Jakarta, Banten, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan daerah lainnya.

Sedangkan Abdul Somad unggul di beberapa wilayah; Lampung, Bali, Jakarta, Banten, Kalimantan Timur, jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Bengkulu, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur.

Felix Siauw, meskipun tidak unggul, tetap memiliki porsi pasar di beberapa wilayah. Beberapa di antaranya yang cukup besar adalah Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan lain sebagainya.

Sedangkan Muhammad Quraish Shihab mendapatkan porsi di Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Baca Juga: Ternyata Begini Makna Cinta Tanah Air Menurut Quraish Shihab

Keunggulan seorang pendakwah di wilayah-wilayah tertentu didorong oleh banyak faktor. Gus Baha misalnya, unggul di daerah-daerah yang menjadi lokasi pesantren beliau dan kontur masyarakat santri yang cenderung mudah menangkap gaya pengajian Gus Baha. Selain itu faktor media bahasa juga menjadi kunci.

Unggulnya Abdul Somad di banyak wilayah non-Jawa, mungkin saja terletak pada aspek media bahasa, gaya berdakwah dan materi dakwah; unsur-unsur yang mungkin tidak ada dalam pengajian Gus Baha.

Meskipun Abdul Somad mendominasi lebih banyak wilayah di banding Gus Baha, traffic penelusuran tetap saja dikuasai Gus Baha. Mengapa? Ya karena faktor akses dan jumlah pengguna internet.

Tentu saja hasil pembacaan terhadap traffic penelusuran di Google tidak lantas mengandaikan kalau para pencarinya pasti pendengar dan peminat. Mungkin ada beberapa penelusuran yang hanya didasarkan pada keingintahuan, bahkan melakukan kritik. Tapi setidaknya, melalui gambaran tersebut, lalu lintas perbincangan soal ketokohan sedikit banyak bisa dilihat dan pertanyaan soal siapa pendakwah paling dicari tahun 2020 bisa dijawab.

Tahun 2020 memang tahunnya Gus Baha. Bagaimana dengan 2021?

REKOMENDASI

Mengenal Gagasan Ibn Haitsam: Ilmuwan dan Filosof Muslim yang Terlupakan

Harakah.id - Ibn Haitsam mungkin adalah salah seorang ilmuan dan filosof Muslim yang jarang sekali dibicarakan. Popularitasnya kalah dengan ilmuan dan...

Kisah Perempuan dalam Jaringan Pendukung ISIS di Indonesia

Harakah.id - Perempuan memiliki peran jauh lebih penting dalam proses pembentukan klaster kelompok radikal. Kisah para perempuan berikut akan menunjukkan hal...

Dalam Pertempuran Melawan Virus, Dunia dan Kemanusiaan Tak Lagi [Hanya] Membutuhkan Kepemimpinan

Harakah.id - Virus, yang kemudian dikenal dengan nama Corona, sudah menyebar setahun dan menjangkiti jutaan manusia. Sebuah artikel dari Yuval Noah...

Peran Habib Rizieq dalam Lahirnya Sentimen Anti-Arab di Indonesia

Harakah.id - Habib Rizieq berikut Front Pembela Islam harus dilihat bukan hanya sebagai organisasi yang soliter, tapi juga percikan dari...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Para Ulama dan Habaib yang Berseberangan dengan Habib Rizieq

Harakah.id - Gerakan Habib Rizieq dan FPI-nya mendapat sorotan sejak lama. Para pemimpin Muslim di Indonesia tercatat pernah berseberangan dengannya. Inilah...