Beranda Headline Pendapat Ustadz Ahmad Sarwat Soal Khuf Tipis yang Biasa Dijual di Mekah...

Pendapat Ustadz Ahmad Sarwat Soal Khuf Tipis yang Biasa Dijual di Mekah dan Madinah

Harakah.id Benda mirip kaus kaki kulit ini seringkali ditanyakan kepada saya, apakah pakai beginian sudah bisa dianggap memakai khuf?

Benda mirip kaus kaki kulit ini seringkali ditanyakan kepada saya, apakah pakai beginian sudah bisa danggap memakai khuf?

Saya bilang pakai kaus kaki kulit kayak gitu, kalau maksudnya wudhu hanya diusap-usap saja tanpa cuci kaki, tentu saja belum memenuhi syarat.

Lho, kok gitu, ustadz?

Bukan kah mata kaki sudah tertutup rapat, lagian bahan kulit kan menjamin tidak tembus air. Apa yang salah?

Salahnya ketika anda mentermahkan khuf sebagai kaus kaki. Padahal khuf itu artinya sepatu. Sepatu dengan laras tinggi  yang menutupi sampai mata kaki dan anti air.

Gampangnya sebut saja sepatu bot. Tuh loh para koboi pakai bot, juga para bikers dan rockers juga suka pakai.

Dan namanya sepatu, fungsinya bukan  sekedar untuk membungkus kaki. Sepatu itu gunanya untuk dijadikan alas kaki ketika kita berjalan jauh.

Sekarang coba kaus kaki kulit itu dipakai untuk jalan kaki sejauh jarak qashar yaitu 16 farsakh. Kata Dr. Wahbah Zuhaili setara dengan 88,704 km. Silahkan cek di kitabnya yang masyhur al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu.

Kira-kira brodol apa nggak?

Wah kalau dipaksa kayak gitu tentu brodol. Nggak usah 88 km, baru jalan 2 km pun sudah sobek-sobek. Kan tidak ada solnya, lagian kulitnya kan tipis.

Nah sudah tahu kan kenapa belum memenuhi syarat?

Sekarang coba pakai kulit itu di jalanan yang airnya menggenang meski tidak setinggi mata kaki. Apakah bocor dan kaki ikut basah?

Ya basah lah.

Nah itulah kenapa kaus kaki kulit macam ini belum memenuhi syarat khuf seperti yang sudah banyak kita bahas dalam kitab fiqih yang muktamad.

Btw, ente pernah ngaji kitab fiqih, nggak?

Fiqih? Wah saya tahunya Qur’an Sunnah. Fiqih itu bukannya karangan manusia, ya?

Hmm ni die satu gue demen

***

Ustad, kalau tidak memenuhi syarat, kenapa dijual di Mekkah Madinah?

Oh dijual itu sih bebas saja. Kan disana suka ada musim dingin. Kalau kaus kaki kulit dipakai untuk mengusir dingin di kaki, tentu sah-sah saja. Tapi kalau mau wudhu’ tetap kudu dilepas dan cuci kaki dengan benar.

Lagian masak tinggal di negeri yang ada musim dinginnya, tapi nggak punya pemanas air? (Diambil dari FB Ahmad Sarwat)

Demikian catatan ustadz Ahmad Sarwat tentang Khuf Tipis yang Biasa Dijual di Mekah dan Madinah. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari ulasan tentang Khuf Tipis yang Biasa Dijual di Mekah dan Madinah ini.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...