Beranda Keislaman Muamalah Penegakan Hukum dan Keadilan Menurut al-Qur’an dan Hadis

Penegakan Hukum dan Keadilan Menurut al-Qur’an dan Hadis

Harakah.idDi dalam al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang menjelaskan bagaimana kita harus berlaku adil terhadap semua manusia terutama dalam pengakuan hukum.

Di dalam al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang menjelaskan bagaimana kita harus berlaku adil terhadap semua manusia terutama dalam pengakuan hukum. Tidak hanya itu, dalam hadits pun disebutkan bahwa hukum itu harus sama rata tidak boleh membandingkan hanya karena strata sosial nya saja dan Rasulullah pun telah mencontohkan bagaimana cara menjalankan hukum yang baik dan benar menurut syariat Islam.

Allah SWT berfirman, Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Dalam penafsiran menurut Tafsir Kementerian Agama bahwasannya “Kalau pada ayat-ayat sebelumnya Allah memerintahkan untuk berlaku adil terhadap anak-anak yatim dan perempuan-perempuan, dalam ayat ini Allah memerintahkan berbuat adil terhadap semua manusia.

Wahai orang-orang yang beriman! jadilah kamu secara sungguh-sungguh penegak keadilan di antara umat manusia secara keseluruhan, menjadi saksi yang benar karena Allah, tanpa ada diskriminasi, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap orang-orang yang sangat dekat denganmu sekali pun, seperti ibu bapak dan kaum kerabatmu, janganlah jadikan hal itu sebagai penghalang bagimu untuk berbuat adil.

Jika dia, yang terdakwa itu, kaya, janganlah kamu terpengaruh dengan kekayaannya, ataupun jika ia miskin, janganlah merasa iba karena kemiskinannya, maka Allah lebih tahu kemaslahatan atau kebaikannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu sehingga kamu memberi keputusan yang tidak adil dan menjadi saksi yang tidak benar, karena ingin menyimpang dari kebenaran.

Dan jika kamu memutarbalikkan kata-kata dan fakta yang benar atau enggan menjadi saksi yang benar untuk menyatakan kebenaran dan menegakkannya, maka ketahuilah Allah mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan dalam setiap keputusan yang kamu ambil dan setiap kesaksian yang kamu berikan wahai orang-orang yang beriman!

Tetaplah kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya, nabi Muhammad, dan kepada kitab Al-Qur’an yang diturunkan kepada rasul-Nya, serta kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikatmalaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh dari kebenaran dan petunjuk Allah.”

Selain dari ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang bagaimana konsep keadilan yang semestinya dijalankan, ada pula hadits yang menyebutkan tentang bagaimana keadilan hukum itu harus diberikan. Hadits ini terdapat pada Bukhari 6289 dalam kitab Hukum (hudud) Pidana dan peringatan akan tindak pidana pada Bab Mengakan hukum baik baik pejabat elit atau pun rakyat biasa.

حدثنا أبو الوليد حدثنا الليث عن ابن شهاب عن عروة عن عائشة أن أسامة كلم النبي صلى الله عليه وسلم في امرأة فقال إنما هلك من كان قبلكم أنهم كانوا يقيمون الحد على الوضيع ويتركون الشريف والذي نفسي بيده لو أن فاطمة فعلت ذلك لقطعت يدها

Telah menceritakan kepada kami Abul Walid, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ibn Syihab dari ‘Urwah dari Aisyah, bahwa Usamah pernah mengajak Nabi SAW berdialog untuk memberi keringanan terhadap seorang wanita, maka Nabi bersabda, “Sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum, mereka menegakkan hukuman kepada orang-orang yang lemah, dan meninggalkan hukuman bagi orang bangsawan, Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika Fathimah melakukan hal itu, aku potong tangannya.”

Dalam hadits tersebut dapat diketahui bahwasannya penegakan hukum harus diberikan secara merata, semua berhak mendapatkan keadilan dalam hukum. Siapapun berhak mendapatkan perlindungan hukum dan siapapun berhak mendapatkan sanksi hukum sesuai dengan apa-apa yang mereka perbuat. Tidak boleh memberikan hukuman atau sanksi ataupun perlindungan hanya karena menanda strata sosial nya saja, tetapi seharusnya perlakuan adil itu diberikan kepada siapapun dan tidak memandang hal apapun kecuali kebenaran semata.

Tidak hanya di Indonesia, di negara lain pun mempunyai masalah masing-masing mengenai keadilan penegakan hukum. Mereka pun berasumsi bahwa setiap masyarakat berhak mendapatkan perlakuan yang adil pula tanpa harus memandang latar belakang sosial terkhususnya. Namun, pada kenyataan nya konsep keadilan hukum itu tidak sesuai dengan yang sudah diprosedurkan. Banyak sekali oknum yang memang memanfaatkan apa yang mereka punya untuk terbebas dari jeratan hukum.

Hukum seharusnya memihak kepada yang benar dan juga memberikan sanksi kepada yang salah. Tetapi di sini ada beberapa faktor yang memang akhirnya membuat hukum tersebut menjadi tidak sama rata.

Pertama, mereka yang merasa mempunyai kekuasaan atau jabatan tertentu dan berperan penting dalam suatu lembaga maka hal itu dapat dipergunakan nya untuk terbebas dari jeratan hukum.

Kedua, mereka yang memang mempunyai ikatan keluarga yang mana hal tersebut dapat digunakan pula untuk meringankan masa hukuman nya. Namun, hal itu terjadi karena adanya oknum yang tidak ingin bertanggung jawab atas apa yang telah mereka perbuat. Sampai akhirnya sanksi atau hukuman tidak diberikan secara adil karena bila dilihat secara relevan antara perbuatan dan sanksi semua itu tidaklah seimbang meskipun pemberian sanksi atau hukuman terhadap terdakwa sudah dijalankan sesuai dengan prosedur yang tersedia.

Dalam setiap agama mana pun tentu mengajarkan bagaimana cara kita untuk menjalankan hukum dengan baik dan benar, terutama pada agama Islam. Sudah dijelaskan dalam al-Quran dan Hadits serta sudah dipraktikkan pula oleh Nabi Muhammad SAW mengenai penegakan hukum tersebut.

Dalam Islam, apapun yang kalian perbuatan harus mendapatkan balasan yang setimpal pula. Dan apabila mereka tidak menjalankan hal tersebut dengan seadil-adilnya maka mereka pun akan binasa dengan apa yang telah mereka perbuat (kecurangan).

Artikel “Penegakan Hukum dan Keadilan Menurut al-Qur’an dan Hadis ini adalah kiriman dari Nur Sya’baani Maulidah, Mahasiswi Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir, Ushuluddin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...