Beranda Headline Pengaturan Pengeras Suara Masjid untuk Menjaga Keharmonisan di Masyarakat Majemuk

Pengaturan Pengeras Suara Masjid untuk Menjaga Keharmonisan di Masyarakat Majemuk

Harakah.id Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas menerbitkan Surat Edaran yang mengatur penggunaan pengeras suara tempat ibadah. Tujuan pengaturan tersebut adalah untuk menjaga syiar Islam sekaligus keharmonisan di masyarakat yang majemuk.

Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas menerbitkan Surat Edaran yang mengatur penggunaan pengeras suara tempat ibadah. Tujuan pengaturan tersebut adalah untuk menjaga syiar Islam sekaligus keharmonisan di masyarakat yang majemuk.

Dalam bagian pendahuluan Surat Edaran Nomor SE. 05 Tahun 2022 Tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala, disebutkan latar belakang pengaturan pengeras suara masjid dan musalla. Surat edaran itu mengatakan,

“Penggunaan pengeras suara di masjid dan musala saat ini merupakan kebutuhan bagi umat Islam sebagai salah satu media syiar Islam di tengah masyarakat. Pada saat yang bersamaan, kita hidup dalam masyarakat yang beragam, baik agama, keyakinan, latar belakang, dan lainnya, sehingga diperlukan upaya untuk merawat persaudaraan dan harmoni sosial.”

Kondisi masyarakat yang beragam dari segi agama dan lainnya menuntut adanya saling pengertian di antara sesama warga masyarakat. Negara hadir untuk memberikan kepastian terjaminnya pelaksanaan ajaran agama –di antaranya adalah syiar Islam, dan keharmonisan di masyarakat. Karena itu, negara perlu membuat pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musala. Paragraf kedua pendahuluan surat edaran tersebut dikatakan,

“Untuk memastikan penggunaan pengeras suara agar tidak menimbulkan potensi gangguan ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga masyarakat, diperlukan pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musala bagi pengelola (takmir) masjid dan musala.”

Namun demikian, implementasi surat edaran tersebut agaknya akan menemui banyak kendala. Di mana masyarakat Muslim pada umumnya sudah terbiasa dengan penggunaan pengeras suara yang lebih bebas. Hal ini akan menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaannya. Sekalipun mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, sebagian warganet yang mengaku sebagai tokoh NU menganggap kebijakan tersebut aneh.

Muhammad Umar Syadat Hasibuan, yang disebut-sebut oleh sebagian media online sebagai tokoh NU, menyatakan bahwa sejak Indonesia merdeka, baru kali ini hal tersebut diatur. Jika benar ia adalah tokoh NU, maka berarti kebijakan Menag tersebut ditolak oleh warga yang secara kultural punya afiliasi yang sama dengan Menteri Agama. Kita bisa mengeritik Umar Hasibuan karena ketidaktepatan kritiknya itu. Dimana sejak tahun 80-an, pemerintah sudah mengeluarkan aturan soal penggunaan pengeras suara masjid. Namun, pada era kebebasan berpendapat seperti sekarang, aspirasi dan kriitk semacam itu harus dihargai.

Warganet lainnya, Rumail Abbas, menyebut bahwa tantangan implementasi surat edaran ini adalah penerapannya di lingkungan masjid-masjid Nahdliyyin. Komunitas Muslim yang seafiliasi dengan menteri agama. Mengingat, mayoritas masjid dan musala dikelola oleh Nahdliyin. Lalu bagaimana nasib surat edaran ini di masa depan? Apakah akan diabaikan oleh masyarakat dan pemerintah seperti aturan penggunaan pengeras suara sebelumnya? Kita tunggu perkembangannya.

Download surat edaran menteri agama tentang pengaturan pengeras suara masjid dan musala di sini.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...