Beranda Keislaman Hikmah Penuhi 3 Syarat Ini Agar Taubatmu Sah dan Diterima Allah

Penuhi 3 Syarat Ini Agar Taubatmu Sah dan Diterima Allah

Harakah.id – Tak peduli seberapa besar dosa dan maksiat yang telah dilakukan, selama masih diberi kesempatan hidup berarti pintu taubat masih terbuka. Penuhi 3 syarat ini agar taubatmu sah dan diterima Allah Swt.

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan dan sebaik-baik orang yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat. Sebagai seorang muslim kita tidak boleh berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah, karena rahmat dan ampunan Allah itu sangatlah luas.

Setiap kesalahan memang akan mendapatkan balasannya, tetapi Allah yang Maha Pemurah memberi kesempatan bagi hamba-Nya untuk menghapus dosa dengan taubat yang sungguh-sungguh selama nyawa masih dikandung badan.

Banyak sekali hadis dan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang taubat dan kemurahan Allah kepada hamba-Nya. Diantaranya QS. An-Nisa ayat 48.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [QS. An Nisa: 48]

Baca Juga: Untuk Pasutri yang Terlanjur Berhubungan Saat Istri Sedang Haid, Begini Hukumnya

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Musa al Asy’ari Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda, “sesungguhnya Allah Ta’ala membentangkan tangan-Nya (rahmat dan ampunan-Nya) di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat salah di siang hari dan membentangkan tangan-Nya (rahmat dan ampunan-Nya) di siang hari untuk menerima taubat yang berbuat kesalahan di malam hari.”

Imam Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa taubat itu wajib dilakukan untuk setiap dosa yang telah diperbuat. Jika dosa itu adalah dosa yang berhubungan dengan Allah saja dan tidak berhubungan dengan selain Allah, maka ada 3 hal yang harus dilakukan agar taubatnya sah.

  1. Berhenti melakukan ma’siat yang pernah dilakukan.
  2. Menyesali kesalahanya.
  3. Bertekad untuk tidak melakukan kesalahan lagi.

Jika salah satu dari ketiga hal tersebut tidak dipenuhi, maka taubatnya tidak sah. Kemudian apabila kesalahanya berhubungan dengan manusia, maka terdapat 4 syarat agar taubatnya diterima. Yaitu 3 syarat diatas dan satu lagi adalah meminta maaf terhadap orang yang pernah dizalimi dan mengembalikan apa yang pernah diambil darinya dengan cara zalim jika ia pernah melakukannya.

Sebagai seorang Muslim kita diharuskan untuk takut terhadap siksa neraka. Ketika terjerumus dalam perbuatan dosa atau hidup bergelimang maksiat, kita tidak boleh berputus asa. Segeralah sadar dan berhenti melakukan dosa. Bangkit, bertaubat dan memperbaiki kesalahan. Selama masih diberi kesempatan untuk hidup berarti masih ada pula pintu ampunan untuk kita.

Baca Juga: Sekelompok Manusia yang Lehernya Dipanjangkan Oleh Allah SWT Kelak di Hari Kiamat. Siapa Mereka?

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...