Beranda Kabar Perahu Dakwah Pesantren di Kampung Laut Cilacap dari NU Care & PT...

Perahu Dakwah Pesantren di Kampung Laut Cilacap dari NU Care & PT Paragon

Harakah.id – Pengurus Pusat (PP) NU Care-LAZISNU bersama PT Paragon Technology and Innovation (PTI) kembali menyalurkan bantuan berupa perahu dakwah untuk warga di Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah.

Bantuan yang disalurkan berupa perahu untuk mobilitas dakwah bagi Pondok Pesantren Miftahul Barokah Muaradua, Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Bantuan Perahu Dakwah diserahkan langsung oleh Pengurus Cabang (PC) NU Care-LAZISNU Cilacap di Ponpes Miftahul Barokah Muaradua, pada Jumat (19/11/2021).

Manajer Program PC NU Care-LAZISNU Cilacap, Ahmad Fauzi, menjelaskan kerja sama antara NU Care-LAZISNU dan PT Paragon merupakan rangkaian dari program sebelumnya, yaitu program bantuan perahu ambulans gratis untuk warga.

“Ini merupakan kerja sama yang kedua kalinya untuk bulan (November) ini dengan PT Paragon atau pemilik brand kosmetik Wardah. Sebelumnya, NU Care-LAZISNU Cilacap bersama PTI juga telah menyerahkan perahu ambulans bagi warga di Desa Ujungalang Kecamatan Kampunglaut,” jelas Fauzi.

Baca Juga: Jargon “Jam Karet” dan Alasan di Balik Kebiasaan Kaum Sarungan yang Suka Terlambat

Bantuan Perahu Dakwah, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi fasilitas yang memadai dan dapat digunakan untuk aktivitas dakwah kiai dan santri serta keperluan pesantren Miftahul Barokah di Kampung Laut, Cilacap.

“Sehingga memudahkan Kiai Iftahul Karom untuk berdakwah dan juga untuk aktivitas Pesantren Miftahul Barokah, mengingat transportasi yang digunakan adalah perahu. Dan launching Perahu Dakwah kerja sama LAZISNU dan PT Paragon ini, juga berkaitan dalam kategori program kami di NU Care-LAZISNU, yaitu dalam rangka merealisasikan program santri mengabdi atau disingkat Sanadi,” ungkapnya.

Program Sanadi, kata Fauzi, merupakan program dakwah kiai dan santri NU Care-LAZISNU Cilacap di daerah terpencil.

Ketua Lembaga Dakwah NU Cilacap, KH Syaroni Djazuli, yang hadir pada acara serah terima bantuan tersebut, mengatakan bahwa lokasi pesantren cukup jauh dari pemukiman penduduk, sehingga bantuan Perahu Dakwah dapat membantu mobilitas dakwah kiai dan juga para santri Miftahul Barokah.

Baca Juga: Berbakti Kepada Orang Tua, Laki-Laki Ini Diberi Karomah Mampu Hidup di Dasar Laut

“Kami bersyukur kepada Allah Swt karena bisa ber-silaturrahim di tempat yang penuh berkah ini. Kami mengapresiasi Kiai Iftah sebagai dai NU, atas perannya dalam berdakwah di masyarakat, khususnya di daerah Muaradua ini, di mana lokasi Pesantren ini cukup jauh dari pemukiman penduduk. Semoga bantuan ini dapat membantu mobilitas dakwah Kiai Iftah dan juga para santri di sini,” harap Kiai Syaroni.

Kiai Iftahul Karom selaku pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Barokah Muaradua menyampaikan bahwa program bantuan Perahu Dakwah menjadi sarana bagi santri untuk lebih giat dalam beribadah dan berdakwah.

“Adanya program Perahu Dakwah ini menjadi wasilah bagi para santri dan jamaah untuk lebih giat dalam beribadah dan berdakwah. Semoga ke depan para santri menjadi lebih istikamah dalam mengaji, dan masyarakatnya tenteram serta selalu dalam lindungan Allah Swt,” ucap Kiai Iftah.

Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Desa Panikel, Suryanto berharap agar bantuan tersebut dapat dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya oleh pihak Pondok Pesantren Miftahul Barokah, sehingga dapat terus digunakan untuk kegiatan dakwah.

“Terima kasih banyak kepada NU Care-LAZISNU dan PT Paragon yang telah membantu Perahu Dakwah ini. Perahu ini juga diharapkan untuk benar-benar dapat dijaga, dirawat dengan sebaik-baiknya oleh pihak Ponpes Miftahul Barokah agar senantiasa bisa digunakan untuk berdakwah Pak Kiai maupun santrinya,” ujar Suryanto.

Acara serah terima bantuan Perahu Dakwah tersebut dihadiri Pemerintah Desa Panikel, jajaran manajemen PC NU Care-LAZISNU Cilacap, para santri serta jamaah masjid Pesantren Miftahul Barokah.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...