Perempuan Haid Boleh Ziarah Kubur Asal Tidak Mengerjakan 10 Perkara ini

0
982
Perempuan Haid Boleh Ziarah Kubur

Harakah.id – Perempuan haid boleh ziarah kubur. Karena ziarah kubur tidak termasuk bagian dari 10 perkara yang haram dikerjakan oleh perempuan haid.

Ziarah kubur termasuk amalan ibadah yang disyariatkan dalam Islam. Ziarah kubur mengingatkan orang pada kematian. Dengan ini, diharapkan kita bisa lebih mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Karena tujuan tersebut, maka ziarah kubur dianjurkan tidak hanya untuk laki-laki saja, tapi juga kepada perempuan. Bahkan Sayidah Aisyah biasa melakukan ziarah kubur ke makam saudaranya, Abdurrahman bin Abi Bakar.

Baca Juga: Penjelasan Tentang Alasan Mengapa Ada Fenomena Tabur Bunga

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Hakim dari Abdullah bin Abi Malikah, dia berkisah;

أَنَّ عَائِشَةَ أَقْبَلَتْ ذَاتَ يَوْمٍ مِنَ الْمَقَابِرِ فَقُلْتُ لَهَا: يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، مِنْ أَيْنَ أَقْبَلْتِ؟ قَالَتْ: مِنْ قَبْرِ أَخِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، فَقُلْتُ لَهَا: أَلَيْسَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ، كَانَ قَدْ نَهَى، ثُمَّ أُمِرَ بِزِيَارَتِهَا

“Suatu hari Aisyah datang dari kuburan. Lalu aku (Abdullah bin Abi Malikah) bertanya, ‘wahai Ummul Mukmunin, Anda dari mana?’. Dia menjawab, ‘dari kuburan saudaraku, Abdurrahman bin Abu Bakar.’ Aku bertanya lagi padanya, ‘bukannya Nabi Saw. telah melarang ziarah kubur?.’ Dia menjawab, ‘benar, beliau memang dulu melarangnya kemudian beliau memerintahkannya.’”

Baca Juga: Hukum Ziarah Kubur Setiap Ramadhan dan Idul Fitri

Berdasarkan hadis ini, ziarah kubur bagi perempuan hukumnya boleh. Kebolehan ini juga berlaku untuk perempuan yang sedang haid sekali pun. Perempuan haid tetap boleh melakukan ziarah kubur karena ziarah tidak termasuk bagian perkara yang haram dikerjakan oleh perempuan haid.

Sebagaimana disebutkan dalam kitab Safinatun Najah, ada sepuluh perkara yang haram dilakukan oleh perempuan haid. Sepuluh hal tersebut ialah shalat, thawaf, menyentuh mushaf, membawa mushaf, berdiam di dalam masjid, membaca Al-Qur’an, puasa, thalaq, lewat di dalam masjid jika khawatir mengotori masjid dengan darahnya dan bercumbu pada bagian antara pusar dan lutut.

Baca Juga: Mengapa Ada Umat Islam Zaman Ini Yang Membenci Tasawuf?

Dari sepuluh perkara tersebut jelas bahwa ziarah kubur tidak termasuk perkara yang dilarang dan diharamkan bagi perempuan haid.

Hanya saja, jika perempuan haid melakukan ziarah kubur, maka harus menghindari melakukan sepuluh perkara yang diharamkan di atas. Misalnya, saat ziarah perempuan haid tersebut tidak boleh membaca surah Yasin atau ayat Al-Qur’an. Ia juga tidak boleh berdiam di masjid dan seterusnya. Adapun jika hanya berdoa, membaca zikir, maka boleh dilakukan bagi perempuan haid saat ziarah kubur.

Baca Juga: Arti Mahabbah Cinta kepada Allah Menurut Imam At-Tustari
Baca Juga: Mengapa Ada Umat Islam Zaman Ini Yang Membenci Tasawuf?