Beranda Keislaman Akhlak Peristiwa Ini Akan Membuatmu Sadar Akan Kesiapan Menghadapi Ujian Hidup Kapanpun

Peristiwa Ini Akan Membuatmu Sadar Akan Kesiapan Menghadapi Ujian Hidup Kapanpun

Harakah.idQurban melibatkan banyak pelaku dan peristiwa. Ada kandungan hikmah yang bisa kita dapatkan. Salah satu yang bisa kita ambil hikmah dan pelajaran darinya adalah kesiapan menghadapi tantangan. Orang beriman akan selalu berada dalam ujian.

Jika dirunut sejarahnya, ibadah Qurban melibatkan banyak pelaku dan peristiwa. Dari banyak pelaku dan peristiwa itu, ada kandungan hikmah yang bisa kita dapatkan. Salah satu peristiwa yang bisa kita ambil hikmah dan pelajaran darinya adalah kesiapan menghadapi tantangan. Orang beriman akan selalu berada dalam ujian.

Saat Kematian Begitu Dekat

Di dalam surat As-Shaffat (37) ayat 102-103 Allah SWT berfirman yang artinya “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” 

Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya).

Kedua ayat Al-Qur’an di atas mengisahkan detik-detik peristiwa pengorbanan. Kala itu Nabi Ibrahim AS akan memenuhi perintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS.

Sebelum melaksanakan perintah Allah SWT tersebut, Nabi Ibrahim menyampaikannya kepada anaknya dengan melontarkan pertanyaan: “…pikirkanlah apa pendapatmu”. Nabi Ismail AS tentunya sangat memahami konsekuensi dari jawabannya atas pertanyaan ayahandanya. 

Sudah jelas bagi Nabi Ismail AS bahwa beliau berada di ambang kematian yang tak terelakkan. Perintah penyembelihan dirinya ini adalah perintah Allah SWT. Sedangkan Ismail AS dan ayahandanya, Nabi Ibrahim AS, adalah hamba Allah SWT yang patuh setia.

Dengan penuh keteguhan hati dimintanya ayahandanya, Nabi Ibrahim AS untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Kemudian dengan penuh kepasrahan dan kesabaran, diletakkannya kepalanya di tempat penyembelihan.

Dua Pelajaran Besar

Pengetahuan dan kesadaran bahwa dirinya akan menemui kematian demi membantu ayahandanya melaksanakan perintah Allah SWT tidak membuat nyali Nabi Ismail AS menciut. Pengetahuan dan kesadaran ini justru membuat Nabi Ismail AS tegar dalam kesabaran. Beliau menunjukkan beginilah seharusnya sikap seorang beriman.

Dari sini kita bisa mengambil dua pelajaran besar. Pelajaran besar pertama adalah akan selalu ada ujian bagi orang-orang yang beriman

Di dalam surat Al Ankabut (29) ayat 2 Allah SWT berfirman yang artinya “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi”. 

Jadi, berdasarkan ayat ini kita dapat memahami bahwa tatkala kita mengikrarkan diri kita sebagai orang yang beriman, maka Allah SWT akan menguji kita, agar kita bisa membuktikan kebenaran ikrar keimanan kita. 

Para nabi juga mendapat ujian. Bahkan ujian untuk para nabi lebih berat dibandingkan dengan ujian untuk manusia biasa. Pada kisah Qurban ini, Nabi Ismail AS diuji dengan didekatkan kepada kematian dengan cara disembelih oleh ayahnya sendiri.

Sesungguhnya bentuk ujian yang Allah SWT berikan itu bermacam-macam. Kematian hanyalah salah satu bentuk di antaranya. Bagi manusia-manusia biasa seperti kita, ada bentuk-bentuk ujian lainnya. 

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 155 yang artinya “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. Itulah beberapa contoh bentuk-bentuk ujian yang telah Allah SWT sediakan untuk kita.

Pelajaran besar kedua adalah agar sebagai orang yang beriman kita selalu siap menjalani ujian dalam kehidupan ini. Bahkan bila ujian itu bermakna kematian sekalipun.

Apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Ismail AS sepatutnya kita perhatikan baik-baik. Beliau dihadapkan pada ujian berupa kematian. Bagi kita tentunya hal ini akan terasa menakutkan, bahkan mungkin membuat kita mundur ke belakang, berupaya menghindari kematian. Namun Nabi Ismail AS dengan tegar menghadapinya. Beliau siap menjalani ujian dari Allah SWT tersebut.

Sikap seperti inilah yang perlu kita contoh. Sikap orang yang selalu siap menjalani ujian dari Allah SWT. Sikap orang yang siap untuk terus melangkah maju meski ujian itu akan berujung kematian.

Inilah sikap istiqamah sebagaimana digambarkan dalam surat Al-Ahqaf (46) ayat 13 yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita”.

Menerapkan Pelajaran dalam Kehidupan Normal Yang Baru

Kesadaran bahwa kita akan terus dihadapkan pada berbagai ujian serta upaya menjadikan diri kita sebagai pribadi yang siap menjalani ujian, bisa diaktualisasikan pada kehidupan saat ini.

Era kenormalan baru dapat kita pahami sebagai bagian dari bentuk-bentuk ujian Allah SWT. Tentu saja sebagai orang yang beriman kita harus siap menjalaninya.

Sebagai contoh, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan berbagai protokol kesehatan yang mesti kita terapkan adalah bagian dari cara kita menjalani ujian ini. PHBS dan protokol kesehatan bukanlah cara untuk menghindari kematian, melainkan cara untuk menjaga kehidupan. Kehidupan ini mesti diisi dengan amal-amal kebaikan. Sedangkan upaya-upaya kita beramal kebaikan sudah menjadi bentuk ujian lainnya.

Mudah-mudahan kita bisa menjalani ujian dalam kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.

REKOMENDASI

Fatima Mernissi dan Sekelumit Problem Keperempuanan dalam Islam

Harakah.id - Fatima Mernissi adalah salah satu perempuan yang seringkali diacu dan dirujuk kala berbicara tentang peran perempuan dalam Islam. Dia...

Di Balik Keharamannya, Ini Sepuluh Efek Buruk Minum Khamr yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui!

Harakah.id - Minum khamr melahirkan efek mabuk dan ngefly. Bagi sebagian orang, efek ini menjadi kenyamanan tersendiri karena dengan itu mereka...

Download Khutbah Jumat, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at

Harakah.id - Download Khutbah Jumat Juni, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at. Kutbah Pertama إِنّ...

Tafsir Surah An-Nahl Ayat 97: Kehidupan yang Baik dan Imbalan Untuk Orang yang Beriman

Harakah.id - Tafsir Surah an-Nahl ayat 97 menjelaskan perkara soal kehidupan yang baik berikut imbalan untuk orang yang beriman. Berikut penjelasannya...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...