Beranda Kabar Perkuat Moderasi, Kemenag Bersinergi dengan Media Penyedia Konten Keagamaan dalam Layanan Konsultasi...

Perkuat Moderasi, Kemenag Bersinergi dengan Media Penyedia Konten Keagamaan dalam Layanan Konsultasi Syariah

Harakah.idSubdit Hisab Rukyat dan Syariah, Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam mengadakan kegiatan Temu Lembaga Konsultasi Syariah dengan tema “Layanan Fatwa Digital Berbasis Moderasi Beragama”. Acara ini digelar pada Jum’at (03/9).

Subdit Hisab Rukyat dan Syariah, Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam mengadakan kegiatan Temu Lembaga Konsultasi Syariah dengan tema “Layanan Fatwa Digital Berbasis Moderasi Beragama”. Acara ini digelar pada Jum’at (03/9).

Program workshop ini akan menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga-lembaga fatwa dan media-media keislaman, di antaranya dari ada yang dari MUI, Nahdatul Ulama, dan Muhammadiyah.

Di antara pemateri yang akan menjadi narasumber adalah Dr. KH. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA perwakilan dari MUI Pusat. Ada juga Ibnu Kharish, M.Hum, Pimpinan Redaksi BincangSyariah.Com.

Terakhir acara ini juga menghadirkan Hengki Ferdiansyah, MA, Intelektual Muda Islam Indonesia.

Di samping itu, acara ini juga melibatkan para peserta berasal dari media keislaman yang fokus pada konten syariah, mulai dari urusan ibadah harian sampai masalah haji dan umrah, dan juga menyediakan konten layanan syariah.

Direktur Urusan Agama Islam & Pembinaan Syariah, Ditjen Bimas Islam, Drs. Moh Agus Salim mengatakan dasar pemikiran kegiatan pembinaan ini adalah  seiring kemajuan teknologi, yang membawa tantangan, termasuk dalam persoalan hukum dan syariah. Sebagai lembaga pemerintah yang berurusan dengan pelayanan masyarakat, banyak persoalan hukum yang ditemukan di masyarakat yang membutuhkan jawaban. “Kami layani mereka dalam konsultasi,” tuturnya, pada Senin (03/9). 

Survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) tahun 2018 menunjukkan 73,7% masyarakat Indonesia adalah pengguna internet. Artinya, ada sekitar 196 juta penduduk yang menggunakan internet dari 266 juta total populasi masyarakat Indonesia.

Menariknya, dalam survei yang lain, bahwa informasi keagamaan termasuk konten yang paling banyak diakses pengguna internet.

Terlebih Konten yang berkaitan dengan agama Islam— merupakan konten yang banyak diakses dibanding agama lain.

Hal ini disebabkan mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam. Sehingga tak heran bila website keislaman menjamur di Indonesia. Bahkan, website media arus utama pun, seperti Tribun, Detik, Okezone, dan lain-lain, juga menyediakan layanan konten keislaman yang dapat diakses publik.

Moh. Agus Salim melanjutkan, Kementrian Agama, terutama Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah turut terbantu dengan adanya media massa keagamaan yang menyajikan jawaban dan konten yang tumbuh dimasyarakat. “Ini membantu kita. Kami apresiasi ini. Kita ingin bersinergi dan berkolaborasi dengan media yang menyajikan konten keagamaan,” tambahnya.

Prof. Dr. Phil Kamaruddin Amin selaku Dirjen Bimas Islam dalam sambutan sekaligus pembukaan acara Temu Konsultasi: Lembaga Konsultasi Syariah memberikan apresiasi terkait terlaksananya acara ini.

Ia menilai acara ini sangat bermanfaat dan tema yang diangkat sangat relevan dengan situasi sekarang ini. “Kalau melihat tema, ini sangat friendly, bagus sekali,” tuturnya, Jumat (03/9).

Lebih lanjut ia berharap acara ini dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Terutama dalam konteks memberi layanan untuk masyarakat. Pasalnya, menurut Profesor Kamaruddin Amin, tugas utama dari Kementrian agama adalah meningkatkan moderasi keberagamaan masyarakat Indonesia. Ia menilai Kemenag tak mungkin bekerja tanpa melibatkan masyarakat, baik itu Ormas Islam, Media Keislamanan, para tokoh agama dan para cendikiawan Muslim. “Pada intinya, kita mendapatkan amanah untuk meningkatkan kehidupan beragama di Indonesia,” tutupnya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...