Beranda Headline Pilih Guru Berdasarkan Indikator-Indikator Ini!

Pilih Guru Berdasarkan Indikator-Indikator Ini!

Siapa yang belajar tanpa guru, maka gurunya adalah setan…

Siapa yang salah memilih guru, maka ilmunya adalah ilmu setan…

 

Guru merupakan salah satu faktor utama keberhasilan seorang pelajar dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Tanpa guru, mustahil seseorang akan sampai kepada pemahaman akan suatu ilmu. Dari saking krusialnya posisi seorang guru, maka memilih guru yang tepat juga merupakan satu keniscayaan yang sangat menentukan bagi seorang pelajar.

Memilih guru tidaklah seperti memilih barang. Butuh kepekaan dan pengamatan yang lama. Seorang pelajar juga dianjurkan untuk melakukan istikharah kepada Allah agar diperlihatkan serta dipertemukan dengan guru yang cocok. Ketika seorang pelajar salah dalam memilih guru yang akan membimbingnya mengarungi lautan ilmu pengetahuan, maka dikhawatirkan ia akan tenggelam di tengah jalan dan tidak sampai menyentuh manisnya ilmu pengetahuan.

Ada beberapa indikator guru yang berkualitas. Keluhuran budi pekerti, kemantapan dalam penguasaan ilmu, penuh belas kasih sayang, senantiasa menjaga muru’ah (harga diri) dengan meninggalkan perkara-perkara maksiat dan syubhat serta memiliki jiwa pengayom yang tinggi adalah beberapa ciri dari guru yang berkualitas.

Karena agama disampaikan secara turun temurun melalui transfer guru kepada murid, maka agama seseorang tergantung guru yang mengajarkannya. Tak ayal lagi, memilih guru yang tepat dengan kualifikasi yang cukup akan menjadi faktor utama di balik keberhasilan seorang pelajar.

Memilih guru yang mumpuni dalam bidang tertentu pastinya menjadi syarat utama bagi seorang pelajar untuk menguasai ilmu tersebut. Maka mustahil seorang pelajar akan menguasai sebuah ilmu jika gurunya tidak benar-benar menguasai ilmu yang dimaksud. Dalam ilmu-ilmu syari’at, kualifikasi seorang guru lebih krusial lagi untuk diperhatikan

Ilmu agama dan syariat disampaikan secara turun temurun sejak masa Nabi melalui proses transfer keilmuan dari seorang guru kepada muridnya. Bagaiman cara shalat yang benar? Nabi Muhammad saw. lalu mengajarkan sekaligus menyontohkannya kepada para sahabat. Para sahabat, pasca wafatnya Nabi, mengajarkan dan menyontohkan kepada para tabi’in. Para tabi’in mengajarkan dan menyontohkannya kepada para atba’ tabi’in. Begitu seterusnya sampai kiai kita mengajarkan dan menyontohkannya kepada kita.

Proses semacam ini tidak hanya memerlukan pemahaman yang mendalam akan teks. Tapi juga harus bertemu langsung dan belajar secara praktek kepada seorang guru. Maka tidak cukup keilmuan seseorang jika hanya didapat dari membaca atau memahami buku. Bertemu dan berguru secara lahir merupakan unsur penting yang mengonkretkan dan menyempurnakan keilmuan seorang pelajar yang diperolehnya dari buku.

Imam as-Syafi’i berkata, “ma tafaqqaha min buthunil kutub, dlayya’al ahkam!” (barang siapa yang belajar fiqih hanya melalui kitab, maka hukum akan sempit!). Baca dan memahami buku itu penting. Tapi tidak cukup! Ia harus didukung dengan pertemuan dan penglihatan langsung kepada praktek dari seorang guru.

Selain memilih guru yang seperti itu, seorang pelajar juga dapat mengetahui kualifikasi seorang guru dari pengakuan para ‘alim di zamannya. Seluruh Kiai di masanya mengakui kealiman Kiai Budi, misalnya. maka tidak ada lagi ruang bagi seorang murid untuk meragukan gurunya. Hendaklah ia belajar dan mengaji kepadanya.

Kesimpulannya, belajar, terlebih lagi ilmu agama, haruslah melalui guru. Mencari guru tidak bisa sembarangan. Ia haruslah guru yang menguasai bidang keilmuan tersebut dan menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang baik adalah guru yang ilmunya menjadi tubuh, sifat dan karakter, bukan hanya sekedar hafalan yang tidak membuahkan perubahan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...