Beranda Keislaman Ibadah Puasa Bulan Muharam, Waspadai Upaya Massif Membid'ahkan Amaliah Sunnah

Puasa Bulan Muharam, Waspadai Upaya Massif Membid’ahkan Amaliah Sunnah

Harakah.idHukum puasa di bulan Muharram adalah sunah.

Hukum puasa di bulan Muharram adalah sunah. Artinya, jika kita melakukannya dengan niat yang benar, maka kita akan mendapatkan pahala. Jika kita tidak melakukannya, tidak ada dosa bagi kita.

Kesunnahan puasa di bulan Muharram ini didasarkan kepada sebuah hadis. Rasulullah SAW bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ،

“Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharram.” (HR. Muslim).

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW mengatakan bahwa puasa di bulan Muharram adalah puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan. Pernyataan ini menunjukkan akan adanya keistimewaan berpuasa pada bulan Muharram. Karena Nabi SAW menyebutkan sebuah keistimewaan, seakan-akan Rasulullah SAW ingin mengatakan “Lakukanlah.”

Puasa pada bulan Muharram dapat dilakukan pada tanggal berapapun, mulai satu Muharram hingga pada akhir Muharram. Puasa tiga hari pada awal bulan atau tiga hari di akhir bulan Muharram, juga dapat tergolong puasa Muharram. Puasa pada hari Senin dan Kamis pada bulan Muharram, dapat tergolong puasa Muharram. Puasa pada ayyamul bidh, pertengahan bulan, dapat pula bernilai puasa Muharram.

Puasa bulan Muharam boleh sehari atau lebih. Sebulan penuh juga diperbolehkan. Memilih berpuasa Muharram pada tanggal 1 Muharram saja juga boleh, sebagaimana berpuasa pada tanggal 25 saja.

Hal ini karena Rasulullah SAW tidak menentukan hari atau tanggal berapa puasa bulan Muhrarram. Tetapi, ada keterangan tambahan bahwa untuk tanggal 9 dan 10 Muharram, adalah hari yang dianjurkan secara khusus.

Khusus puasa hari Asyura pada tanggal 10 Muharram, maka akan menjadi pelebur dosa setahun yang telah lewat. Diriwayatkan:

عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ.

Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim).

Selain tanggal 10 Muharam, kita juga dianjurkan secara khusus berpuasa pada tanggal 9 Muharram. Diriwayatkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ

 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullah bersabda): ‘Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya’. (HR Ahmad).

Demikian penjelasan singkat tentang hukum puasa bulan Muharam. Tidak ada dalil yang melarang kita berpuasa pada tanggal 1 Muharram.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...